Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:51 WIB. PLN - PLN sedang mengupayakan pemenuhan daya listrik untuk kompor listrik.
  • 18:49 WIB. PLN - PLN masih mempunyai batas hutang 300% atau hingga Rp2.000 triliun.
  • 18:46 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menargetkan pembangunan 51.000 unit rumah untuk MBR melalui skema pembiayaan BP2BT.
  • 18:22 WIB. AFPI - AFPI menargetkan penyaluran pinjaman Rp40 triliun pada 2019.
  • 17:55 WIB. AP I - Bandara NYIA sudah mencapai 30% fisik pembangunan.
  • 17:54 WIB. AP I - AP I buka peluang rute penerbangan dari Asia dan Timur Tengah via Bandara NYIA.
  • 17:53 WIB. Telkomsel - Telkomsel melalui T-Cash jalin kerja sama strategis dengan CRP Group.

Penutupan Pemerintahan AS Pecahkan Rekor Terlama dalam Sejarah

Foto Berita Penutupan Pemerintahan AS Pecahkan Rekor Terlama dalam Sejarah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat memasuki hari ke-22 pada Sabtu (12/1/2019) tanpa ada tanda-tanda akan berakhir, sehingga penutupan pemerintah federal ini menjadi yang terlama dalam sejarah AS.

Penutupan pemerintah pusat kali ini terkait dengan tuntutan Presiden Donald Trump untuk mendapatkan dana US$5,7 miliar(lebih dari Rp80,2 triliun) guna membiayai pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Penutupan pemerintahan, yang dimulai pada 22 Desember 2018, memecahkan rekor keadaan yang sama dalam beberapa dasawarsa terakhir, yakni ketika pemerintahan AS ditutup selama 21 hari pada periode 1995-1996 di bawah kepemimpinan Presiden Bill Clinton.

Trump, yang mengurung diri di Gedung Putih sementara Kongres berada dalam keadaan reses pada akhir pekan, memperingatkan bahwa kebuntuan itu mungkin berlanjut lebih lama dan ia menyalahkan kubu Demokrat.

"(Pemerintahan tidak akan dapat melakukan kegiatan) untuk waktu yang lama kecuali kalau Demokrat sudah datang dari 'liburan' mereka dan kembali bekerja," cuitnya.

Demokrat mengatakan Trump menutup pemerintahan karena "mengamuk", yaitu dengan menolak menandatangani pengesahahan anggaran tahun lalu, yang tak termasuk dana yang diinginkan presiden untuk mendirikan tembok perbatasan.

Para pegawai federal, yang terkena dampak penutupan pemerintah, pada Jumat (11/1/2019) untuk pertama kali tidak mendapat pembayaran gaji.

Keadaan itu meningkatkan kekhawatiran soal peningkatan tekanan keuangan terkait para pegawai, termasuk pengawas lalu lintas udara serta petugas keamanan bandar udara yang terus bekerja tanpa digaji.

Sekitar 800.000 pegawai federal tak menerima gaji, yang seharusnya dibayarkan pada Jumat. Beberapa di antara mereka berusaha menjual barang-barang mereka atau meminta bantuan melalui laman-laman penggalangan dana dalam jaringan agar mereka bisa membayar berbagai tagihan.

Bandara Internasional Miami mengatakan akan menutup salah satu terminalnya dalam beberapa hari mendatang karena kemungkinan kekurangan para petugas pemindai, yang sudah meminta istirahat karena sakit. Permintaan itu meningkat dua kali lipat dibandingkan biasanya.

Serikat ribuan petugas pengawas lalu lintas udara pada Jumat menggugat Federal Aviation Administration. Serikat mengatakan bahwa otoritas penerbangan nasional AS itu telah melanggar undang-undang federal dengan tidak membayar gaji para pegawai.

Kepala Dinas Keamanan AS, yang bertanggung jawab melindungi Trump, telah memperingatkan para pegawai bahwa tekanan batin karena keuangan bisa mengarah pada depresi dan kegelisahan.

"Terus awasi kemungkinan tanda-tanda ada masalah," kata Direktur RD "Tex" Alles dalam surat pemberitahuan yang sempat dibaca Reuters.

Trump sedang mempertimbangkan untuk menyatakan status darurat nasional. Status itu akan mengakhiri penutupan pemerintahan serta membuka peluang baginya mendapatkan dana pembangunan tembok perbatasan dengan memutus jalur Kongres.

Namun pada Jumat, Trump mengatakan ia tidak akan mengambil langkah seperti itu "sekarang". Status darurat nasional akan memungkinkan Trump mengalihkan dana dari proyek-proyek lain untuk membiayai pembangunan tembok perbatasan, yang merupakan janji utamanya pada kampanye Pemilihan Presiden AS 2016.

Pada awalnya, Trump menjanjikan bahwa Meksiko akan membayar biaya pembangunan tembok, yang dikatakannya akan membendung aliran imigran gelap dan obat-obatan terlarang. Namun, Meksiko tidak mau membiayai proyek tersebut.

Departemen-departemen pemerintahan yang mengalami penutupan, antara lain Keuangan, Energi, Perdagangan, dan Luar Negeri. Kegiatan mereka ditutup mulai 22 Desember.

Adapun anggaran untuk beberapa lembaga pemerintahan, termasuk Departemen Pertahanan serta Kongres telah disetujui, sehingga lembaga-lembaga tersebut bisa beroperasi seperti biasa.

Tag: Amerika Serikat (AS), Donald John Trump

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Whitehouse.gov

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56