Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:30 WIB. Energi - 10% orang paling kaya masih pakai LPG tabung 3 kilogram.
  • 10:00 WIB. KAEF - Kimia Farma dan Paphros akan meracik produk kosmetik.
  • 09:30 WIB. PNM - PNM akan segera membentuk unit usaha syariah (UUS).
  • 08:47 WIB. BNI - BNI Cabang Tokyo menargetkan aset perseroan di Jepang hingga akhir tahun ini mencapai US$1 miliar.
  • 08:39 WIB. BNI - BNI Cabang Tokyo akan meningkatkan peran Subcabang Osaka.
  • 08:28 WIB. Rokok - San Francisco melarang rokok elektrik (e-cigarettes).
  • 08:17 WIB. ADHI - Adhi Karya mengantongi dana segar dari penerbitan obligasi senilai Rp1,02 triliun.
  • 07:44 WIB. Perang Dagang - Micron Technology, pembuat memory chips asal AS, masih nekat mengirim barang ke Huawei.
  • 07:33 WIB. Gold - Emas naik 10% sepanjang Juni, melewati US$14.000 sejak Agustus 2013.
  • 06:41 WIB. PPRO - PT PP Properti masih berfokus pada proyek TOD di dekat stasiun Juanda.
  • 06:38 WIB. Energi - Adaro Power memulai pilot project PLTS di wilayah Papua.
  • 06:12 WIB. BUMN - Menteri Rini menyebutkan BUMN ekspansi ke Laos.

Perdana, Jabar Miliki SPAM Regional Pertama di Indonesia

Perdana, Jabar Miliki SPAM Regional Pertama di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Bandung -

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional metropolitan Bandung Raya wilayah Selatan tahap I. Istimewanya, SPAM ini menggunakan teknologi terbaru dalam pengelolaan dan pengolahan airnya.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, pun memberikan apresiasi kepada berbagai pihak terkait yang telah membangun tempat pengolahan air bersih yang digadang-gadang menjadi SPAM regional pertama di Indonesia. SPAM ini menggunakan teknologi SCADA atau Supervisory Controling Automatic Data Analisys, di mana sistem kontrol dan distribusi, baik kualitas dan kuantitas air dilakukan secara jarak jauh.

Selain itu, instalasi pengolahan airnya terletak di dalam ruangan atau indoor dan dilakukan secara otomatis karena didukung komputerisasi.

"Hari ini dengan bangga Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan fasilitas SPAM regional. Salah satu yang tercanggih karena menggunakan teknologi terbaru namanya SCADA. Di mana pengolahannya tidak seperti yang dulu outdoor. Sekarang sudah indoor, computerized, dan otomatis," kata Emil ditemui usai acara peresmian di instalasi SPAM regional metro Bandung di Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Melalui SPAM regional ini, diharapkan akan mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih kepada 140.000 jiwa (28.000 sambungan rumah), terutama di kota dan kabupaten Bandung.

"Ini akan memberikan tingkat layanan penyediaan air minum yang lebih banyak, yang maksimal sesuai wilayah, yaitu wilayah Selatan Bandung Raya, baik kabupaten maupun kota (Bandung)," ucap Emil.

SPAM regional metropolitan Bandung Raya wilayah Selatan merupakan SPAM regional pertama di Jawa Barat. Sumber airnya dari Sungai Cikalong dengan kapasitas 350 liter per detik yang akan melayani Kota Bandung 200 liter per detik dan Kabupaten Bandung 150 liter per detik. Total investasi sebesar Rp253 miliar.

"Pipa kita didesain untuk 700 (liter per detik), tapi karena sumber airnya belum memadai, maka kita baru 350 (liter per detik). Nanti dengan tahap dua, maka pipa itu akan sesuai kapasitas, sehingga Bandung Raya Selatan bisa terlayani dengan maksimal," tutur Emil.

Sementara SPAM regional yang sedang dikembangkan di Jawa Barat, yaitu lima SPAM regional di wilayah metropolitan Bandung dan SPAM regional metropolitan Cirebon Raya (SPAM Jatigede) yang akan dibangun dalam dua tahap, dengan total investasi sebesar Rp12 triliun.

Air bersih olahan SPAM regional ini akan disalurkan BUMD Jabar, yaitu PT Tirta Gemah Ripah. Kemudian air akan dibeli oleh dua perusahaan air minum di kota dan kabupaten Bandung.

"Kita akan bangun tahap kedua, tahun depan dan juga di lokasi-lokasi lain, seperti di Jatigede mengairi nanti air bersih di Ciayumajakuning, Jatiluhur ke arah Bekasi sampai Jakarta," pungkasnya

Tag: Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Air Bersih, Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Rosmayanti

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.76 3,750.60
British Pound GBP 1.00 18,120.74 17,938.24
China Yuan CNY 1.00 2,071.89 2,051.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,209.00 14,067.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,897.99 9,796.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,820.08 1,801.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,505.73 10,399.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.63 16,042.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,430.47 3,393.73
Yen Jepang JPY 100.00 13,264.56 13,128.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6320.445 31.980 636
2 Agriculture 1462.734 12.139 21
3 Mining 1729.467 84.267 46
4 Basic Industry and Chemicals 773.084 8.727 71
5 Miscellanous Industry 1274.058 -1.017 47
6 Consumer Goods 2405.119 3.777 52
7 Cons., Property & Real Estate 486.531 -1.769 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1191.003 6.146 74
9 Finance 1291.358 1.492 90
10 Trade & Service 802.181 3.053 159
No Code Prev Close Change %
1 INDY 1,335 1,675 340 25.47
2 POSA 360 450 90 25.00
3 SMBR 875 1,090 215 24.57
4 ALKA 360 438 78 21.67
5 KONI 376 448 72 19.15
6 INPP 760 880 120 15.79
7 KIOS 635 735 100 15.75
8 KICI 268 310 42 15.67
9 GOLD 438 500 62 14.16
10 HRUM 1,395 1,590 195 13.98
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 468 352 -116 -24.79
2 HDFA 168 136 -32 -19.05
3 BRAM 10,000 8,100 -1,900 -19.00
4 YULE 181 161 -20 -11.05
5 ARTA 460 410 -50 -10.87
6 PGLI 476 430 -46 -9.66
7 PYFA 188 170 -18 -9.57
8 NICK 270 246 -24 -8.89
9 WIIM 252 230 -22 -8.73
10 MAYA 7,000 6,425 -575 -8.21
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,615 1,835 220 13.62
2 INDY 1,335 1,675 340 25.47
3 ANTM 795 845 50 6.29
4 PTBA 2,880 3,060 180 6.25
5 MNCN 1,000 985 -15 -1.50
6 SMBR 875 1,090 215 24.57
7 BBRI 4,310 4,330 20 0.46
8 TAMU 500 520 20 4.00
9 JPFA 1,495 1,520 25 1.67
10 ADRO 1,245 1,330 85 6.83