Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:32 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A80 mendarat di Indonesia seharga Rp9,499 juta.
  • 16:05 WIB. Garuda - Garuda Indonesia didesak segera perbaiki laporan keuangan.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,11% di akhir sesi II.
  • 15:57 WIB. Rupiah -  Rupiah melemah 0,32% ke level Rp13.980 per dolar AS. 
  • 15:51 WIB. Indonesia - Morgan Stanley meramalkan Bank Indonesia akan menurunkan suku bunga acuan.
  • 15:26 WIB. Ganja - Bea Cukai gagalkan penyeludupan 39 kg ganja di wilayah Dumai.
  • 14:57 WIB. Ericsson - Ericsson mengatakan bahwa on track mencapai target laba.
  • 14:01 WIB. Go-Jek - Go-Jek dapat investasi baru dari Visa.
  • 10:26 WIB. NATO - Trump berjanji tidak akan jual pesawat F-35 ke Turki.

Jelang Debat Pilpres, Ingat Milenial Tak Suka Ini

Jelang Debat Pilpres, Ingat Milenial Tak Suka Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pendiri Rumah Milenial Sahat Martin P. Sinurat menegaskan bahwa generasi milenial saat ini tidak menyukai retorika yang panjang melainkan penyampaian program yang langsung pada intinya dan mudah diterapkan dalam debat capres 17 Januari 2019.

"Kami tidak terlalu suka retorika yang panjang, melainkan ingin mendengar hal-hal konkret apa yang bisa dilakukan agar perubahan bisa segera terjadi, dan tetap berlanjut bukan perubahan sesaat saja," kata Sahat Martin Philip Sinurat di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Sahat yang juga mantan Ketua GMKI itu menyebut bahwa generasi milenial merupakan generasi yang memiliki rasa ingin tahu, idealis, dan selalu ingin adanya perubahan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengatakan, anak muda cenderung ingin penyampaian yang "to the point" dan bisa dilaksanakan. "Bagaimana strategi membangun generasi muda Indonesia yang anti korupsi dan tidak radikal. Bagaimana agar penegak hukum bisa melakukan tugas dengan benar dan tidak tebang pilih. Serta bagaimana agar kasus-kasus HAM seperti di Papua, era 98, dan lainnya bisa diselesaikan sampai ke akarnya," katanya.

Ia menambahkan, topik debat capres putaran pertama pada 17 Januari 2019 memang terkait persoalan-persoalan bangsa yang sudah menjadi virus selama puluhan tahun. "Kondisinya sudah akut, karena kita pernah ada di dalam rezim yang membiarkan virus ini menjalar dan menular di tengah masyarakat," katanya.

Hal itu berarti kata dia, capres harus memiliki visi yang jelas untuk melakukan perubahan terkait penegakan hukum yang tidak tumpul ke atas, tajam ke bawah, penanganan korupsi yang dilakukan oknum pejabat mulai dari pusat sampai tingkat desa penyelesaian kasus-kasus HAM dan upaya deradikalisasi yang seluruhnya bukanlah hal yang mudah.

Namun, ia menyadari hal itu memang tidak mudah karena dibutuhkan komitmen kuat dari para capres jika nantinya terpilih.

"Maka memang harus dilakukan dari sekarang, dan ada langkah-langkah yang jelas untuk bisa dilakukan ke depan. Bukan hanya menjual jargon, ataupun menyampaikan pernyataan yang enak didengar saja," katanya.

Ia menegaskan hampir pasti kaum milenial akan menonton dan mengikuti debat capres tersebut.

"Pasti milenial akan menonton. Dan hal-hal yang menarik, baik positif ataupun negatif, akan dengan cepat juga kami bagikan melalui media sosial kami," kata Sahat.

Tag: Debat Capres, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,738.00 3,699.88
British Pound GBP 1.00 17,403.19 17,223.84
China Yuan CNY 1.00 2,036.85 2,016.51
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,019.00 13,879.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.72 9,729.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,794.23 1,776.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,317.95 10,211.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,718.10 15,555.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.46 3,371.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,962.55 12,829.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66