Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:35 WIB. WSKT - Waskita Karya Realty melebarkan sayap usahanya bidang perhotelan.
  • 19:32 WIB. PGN - PGN dan Krakatau Steel teken MoU pengembangan energi.
  • 19:22 WIB. PTPP - PT PP meneken nota kesepahaman dengan PT Hyundai Engineering & Construction.
  • 19:04 WIB. Pelindo III - Pelindo III segera menerapkan gate in online di pelabuhan Tanjung Perak.
  • 18:48 WIB. Pelindo III - Pelindo III tambah fasilitas shore connection di pelabuhan Tanjung Emas.
  • 18:36 WIB. Minyak - Harga minyak naik sampai US$63 per barel saat Iran menembak drone militer AS.
  • 18:24 WIB. BTN - BTN mengaku sedang melakukan penjajakan untuk mengakuisisi Bank Syariah Bukopin.

Jadi Penguasa Media, Ini Kekayaan Hary Tanoesoedibjo

Jadi Penguasa Media, Ini Kekayaan Hary Tanoesoedibjo - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Lahir di Surabaya pada 26 September 1965, penguasa bisnis media, Hary Tanoesoedibjo menurut laporan Forbes pada 2018 memiliki kekayaan US$1,1 miliar atau setara dengan Rp15 triliun. Jumlah tersebut mampu membawanya ke peringkat 18 sebagai orang terkaya di Indonesia.

Jumlah kekayaan tersebut tentu menjadi hal yang wajar, mengingat dirinya sebagai pengusaha yang merajai industri media di Indonesia. Beberapa media yang dimilikinya, antara lain media massa yang meliputi RCTI TV, Global TV, MNC TV, iNews TV, dan juga koran serta majalah nasional. 

Semasa remaja, Hary tergolong sebagai anak yang nakal dan pemalas. Namun, ketika menduduki bangku kuliah di Carleton University, Kota Ottawa, Kanada dengan jurusan Bachelor of Commerce, dirinya berubah drastis menjadi pemuda yang rajin belajar dan berprestasi. Bahkan, ia menjadi mahasiswa dengan nilai cum laude di kampusnya.

Ia juga berhasil mendapat predikat yang sama saat mendapat gelar master di Ottawa University dengan jurusan Business Administration. Karena kecerdasannya, untuk mendapatkan gelar master, Hary hanya membutuhkan waktu satu tahun. 

Usai mengenyam pendidikan tinggi di Kanada pada 1989, Hary yang saat itu masih berusia 24 tahun memulai bisnis pertamanya, yaitu PT Bhakti Investama, sebuah perusahaan di bidang investasi. Berbekal ilmu yang didapatkan dari bangku perkuliahan dan juga dari sang ayah, Ahmad Tanoesoedibjo yang merupakan pendiri PT Adhikarya Sejati Abadi bersama mantan presiden Gus Dur. Meski belum besar, namun Hary optimistis bahwa usaha yang tengah dirintisnya tersebut kelak akan menjadi besar. 

Dari bisnisnya itulah, kemudian Hary membeli perusahaan lain yang mungkin sudah akan bangkrut untuk ia perbaiki dan kemudian ia jual kembali. Perusahaan investasinya pun terus berkembang dan semakin besar. Hingga di 1997-1998, era krisis moneter melanda Indonesia. Namun, ketika kondisi kebanyakan orang seolah terjepit, Hary justru mengaku melihat peluang dari kondisi tersebut.

Ia pun memulai titik poin investasi ke perusahaan secara permanen, dan bukan sekadar membeli, lalu menjual kembali. Fenomena banyaknya perusahaan yang bangkrut atau bermasalah karena kredit macet, justru dianggap peluang bagi Hary untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan tersebut. Hingga di 2000, Hary mengambil alih PT Bimantara Citra Tbk, perusahaan yang awalnya dimiliki oleh anak mantan presiden Soeharto, yaitu Bambang Trihatmojo.

Kemudian di 2002, Hary pun membentuk MNC Grup dan berniat menguasai bisnis media. Menurutnya, media akan menjadi bisnis yang menjanjikan. Dimulai dari stasiun televisi RCTI, kemudian Global TV, dan seterusnya.

Hingga saat ini, Hary telah memiliki 16 televisi lokal dan beberapa televisi berlanganan, seperti Indovision, Top TV dan Oke Vision. Ia juga pemilik dari media cetak, yaitu Koran Sindo (Seputar Indonesia), beberapa majalah, media online, dan 34 radio. Kini, ia mampu mempekerjakan belasan ribu karyawan. Bisnis medianya memang berkembang cukup pesat. 

Tidak hanya menguasai bisnis media, kelihaian Hary dalam berbisnis juga telah merambah dunia bisnis keuangan, seperti multifinance, asuransi, dan perbankan. Kemudian bisnis properti juga telah disentuhnya. Beberapa properti yang dimiliki Hary, di antaranya Plaza Indonesia, Grand Hyat, dan beberapa gedung perkantoran. Ia juga merambah ke bidang pertambangan batu bara, serta memproduksi pupuk. Namun, hingga kini, bisnis terbesarnya masih dari media.

Tag: Hary Tanoesoedibjo

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Humas Kemenkop-UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42