Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:43 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,09% ke level Rp14.380 per dolar AS. 
  • 14:36 WIB. THR - Ternyata, tak semua CPNS dapatkan THR.
  • 14:36 WIB. Mudik - Tiket pesawat mahal, pemudik beralih dengan kereta api.
  • 14:35 WIB. Manufaktur - Kemenperin optimistis momen lebaran dorong industri manufaktur.
  • 14:34 WIB. Pengusaha - Jokowi: infrastruktur merata, pengusaha harus bangun sentra ekonomi baru.
  • 14:33 WIB. Boeing - RI masih melarang Boeing 737 Max 8 mengudara.
  • 14:33 WIB. Tol - Tol Trans Jawa tersambung, Menhub antisipasi kemacetan di gerbang tol.
  • 14:30 WIB. LPD - Sandiaga mengesahkan susunan pengurus organisasi Laskar Pangan Dunia (LPD).
  • 14:29 WIB. JFK - Transaksi Jakarta Fair 2019 ditargetkan Rp7,5 triliun.
  • 14:28 WIB. Pertanian - Mentan perintahkan optimalkan lahan dan kebun percobaan.
  • 14:28 WIB. Tambang - PT Polowijo Gosari miliki cadangan tambang dolomit sekitar 500 juta ton.
  • 14:27 WIB. Medsos - Media sosial dinilai mampu mendongkrak penjualan parsel.
  • 14:26 WIB. Pesawat - Penumpang pesawat diprediksi naik 3% saat mudik lebaran.
  • 14:26 WIB. NatRep - Dinilai potensial, Nature Republic perkuat pasar Indonesia.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,74% ke level Rp6.101,94 di akhir sesi I. 

Indef Minta Neraca Gula Diperbaiki

Indef Minta Neraca Gula Diperbaiki - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendesak pemerintah memperbaiki neraca gula. Sebab, selama ini belum ada perhitungan yang pasti atas total kebutuhan gula.

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus mengatakan, keberadaan neraca gula ini diharapkan bisa menjadi instrumen untuk mengelola pasokan dalam rangka meredam gejolak atau fluktuasi harga gula.

Lebih lanjut Ahmad memaparkan beberapa keganjilan neraca gula. Pada 2018, Kementerian Perindustiran menargetkan kebutuhan industri terhadap gula rafinasi sebesar 2,8 juta ton. Kementrian Perdagangan memberikan kuota impor sebanyak 3,6 juta ton. Kuota ini dibagi dalam dua semester, di mana masing-masing semester sebesar 1,87 juta ton. Namun, realisasi yang terjadi pada semester I 2018 hanya sebesar 1,56 juta ton.

"Ini menggambarkan bahwa industri tidak membutuhkan gula sebanyak yang direncanakan sejak awal tahun. Hal ini pun mendorong Kemendag untuk merevisi kuota dari 3,6 juta ton menjadi 3,15 juta ton," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Pada semester II 2018, lanjut Ahmad, kuota impor justru melejit hingga realisasi pada akhir 2018 tercatat 3,37 juta ton. Meskipun masih memenuhi kuota impor di awal sebesar 3,6 juta ton, akan tetapi meleset dari target kuota tengah tahun 3,15 juta ton. Realisasi ini masih di luar impor gula untuk konsumsi sebesar 1,01 juta ton di 2018.

"Ini membuktikan bahwa gula yang diimpor tidak hanya untuk kebutuhan industri, namun juga untuk kebutuhan konsumsi," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tingginya impor gula disebabkan produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan, khususnya industri. Berdasarkan data yang dirilis Statista, Indonesia tercatat sebagai negara pengimpor gula terbesar. Sepanjang 2017-2018, total impor gula sebanyak 4,45 juta ton.

Tag: Gula, Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,849.05 3,809.73
British Pound GBP 1.00 18,377.71 18,192.91
China Yuan CNY 1.00 2,093.90 2,073.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,432.00 14,288.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,008.59 9,905.87
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.96 1,820.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.52 10,401.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,184.04 16,018.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.16 3,413.28
Yen Jepang JPY 100.00 13,185.93 13,050.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62