Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:49 WIB. Beijing -  Mantan PM China Li Peng meninggal dunia pada usia 92.
  • 20:47 WIB. Washington  - IMF menurunkan prakiraan pertumbuhan ekonomi global  2019, serta memberi warning untuk tahun 2020.
  • 20:45 WIB. Alibaba - Alibaba menyambut UKM asal AS untuk memakai platformnya.
  • 20:42 WIB. China - Bank Sentral China merasa nyaman dengan tingkat suku bunga sekarang.
  • 20:37 WIB. Papua - Daftar antrian haji di Papua sudah lewat 10 tahun.
  • 16:41 WIB. Apple - Apple dikabarkan bakal beli bisnis modem Intel.
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.

idEA: Unicorn dan IPO Bukan Satu-Satunya Tujuan E-Commerce

idEA: Unicorn dan IPO Bukan Satu-Satunya Tujuan E-Commerce - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berujar, menjadi unicorn atau pun melakukan Initial Public Offering (IPO) bukanlah satu-satunya tujuan dari sebuah marketplace. Oleh karena itu, asosiasi tersebut ingin mengedukasi para pelaku e-commerce Indonesia mengenai hal tersebut.

Ketua idEA Ignasius Untung mengatakan, edukasi tersebut diperlukan agar pelaku e-commerce yang belum mencapai kedua hal tersebut tidak merasa gagal. Sebab, menjadi unicorn dan melakukan IPO bukanlah satu-satunya tolak ukur kesuksesan bisnis mereka.

"Sebenarnya, untuk kami, pelaku e-commerce perlu diedukasi, unicorn dan IPO bukan satu-satunya tujuan. Mengapa? Supaya e-commerce yang belum bisa IPO dan belum menjadi unicorn juga merasa masih ada jalan lain, jadi kalau belum berhasil ke jalan itu bukan berarti mereka gagal," papar Untung, Senin (14/1/2019).

Kemudian, Untung memberikan contoh perusahaan offline yang sukses, meskipun tidak pernah melakukan IPO sebagai gambaran dari maksud perkataannya.

"Ambil contoh dari perusahaan offline, Djarum yang tidak pernah IPO berhasil membuat pendirinya jadi salah satu orang terkaya di Indonesia, yang lakukan IPO malah tidak begitu," ungkapnya.

Unicorn: Bukti Pertumbuhan Industri

Mengenai Kemenkominfo yang menggalakkan startup-startup untuk dapat menjadi unicorn, bahkan decacorn, Untung menilai itu sebagai bukti pertumbuhan industri, termasuk e-commerce. Ia tak mempermasalahkan hal itu, asal jangan menganggap hanya para unicorn sebagai pemain bagus di industri startup.

Untung menuturkan, "Kalau bicara unicorn, Indonesia punya empat, dua dari e-commerce. Lalu, sekarang unicorn akan bertambah satu, itu berarti ada pemain lain yang bertumbuh signifikan. Decacorn juga lebih ke arah naik levelnya para unicorn. Sah-sah saja, tapi jangan dijadikan stereotip, yang bagus cuma mereka, yang lain tidak bagus. Jangan sampai seperti itu."

Ketika ditanya, bila pertumbuhan tersebut dialami pemain tertentu saja, Untung menjawab, jangan menganggap hal itu buruk. Menurutnya, untuk menjadi unicorn itu tidak mudah, terutama bagi e-commerce atau pun startup yang bisnisnya vertikal.

"Apa pun industrinya, kalau kita bicara consumer base-nya mainstream, ya cuma itu-itu saja. Marketplace ini sekarang ada 12 yang besar. Sebesar-besarnya Indonesia sebetulnya tidak butuh sampai 12, akan ada yang gugur. Kalau tidak gugur dan 12 marketplace itu menjadi unicorn semua, ya tidak mungkin juga. Kalau ini dianggap perlombaan, tidak mungkin semuanya menang, pasti ada yang nomor 2, nomor 3," papar Untung.

Unicorn dan decacorn memang berkaitan erat dengan consumer base perusahaan rintisan. Bila consumer base-nya tidak besar, sulit untuk sebuah startup mendapatkan valuasi yang tinggi.

Untung menambahkan, "Jadi, industri yang terlalu spesifik, relatif lebih sulit untuk jadi unicorn. Seperti yang saya bilang tadi, harus diedukasi, unicorn bukan segalanya. Karena kalau unicorn itu segalanya, kasihan yang bisnisnya vertikal. Misal, makeup, kan tidak semua orang pakai makeup, itu artinya kan bisnisnya sudah spesifik."

Tag: Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), E-commerce

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.00 3,706.58
British Pound GBP 1.00 17,507.41 17,325.92
China Yuan CNY 1.00 2,040.60 2,020.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,043.00 13,903.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,869.42 9,768.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.94 1,779.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.57 10,204.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,729.56 15,567.19
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.81 3,375.33
Yen Jepang JPY 100.00 13,000.37 12,867.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67