Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Selasa sore, IHSG ditutup melemah 0,05% ke level 6.494,67. 
  • 14:58 WIB. BNI - BNI mempertimbangkan untuk mengakuisisi perusahaan modal ventura.
  • 14:58 WIB. BNI - BNI memiliki wacana untuk mendirikan perusahaan teknologi berbasis fintech.
  • 14:58 WIB. PGN - PGN menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Santos Pty Ltd.
  • 14:57 WIB. PGN - PGN mendapat pasokan gas dari Santos 20,3 BBTUD sampai 2023.
  • 13:49 WIB. Huawei - Huawei rilis P30 pada 26 Maret mendatang.
  • 13:47 WIB. Sleman - Disperindag sebutkan ajang "Sleman Hebat" guna pemantik pariwisata dan ekonomi masyarakat.
  • 13:46 WIB. Dagang - Putaran baru perundingan perdagangan AS-China berlangsung di Washington Selasa waktu setempat.
  • 13:44 WIB. UKM - Yogyakarta beri bantuan UKM untuk menyewa toko di mal.
  • 13:43 WIB. Minyak - IOC tandatangani kesepakatan tahunan pertama pembelian minyak AS.
  • 13:42 WIB. Honda - Honda akan tutup pabrik mobil di Inggris pada 2022 dengan kehilangan 3.500 pekerja.
  • 13:41 WIB. Katibung - Pemkab Lampung Selatan anggarkan Rp47,7 miliar bangun Kecamatan Katibung.
  • 13:40 WIB. OPEC - Minyak dunia naik karena investor kian optimis atas kesepakatan produksi OPEC.
  • 13:39 WIB. GAPMMI - GAPMMI harap pemerintah bentuk tim negosiasi khusus hambatan tarif.
  • 13:37 WIB. Ekspor - Afrika akan jadi fokus ekspansi ekspor Mayora Group.

2018, Neraca Dagang Indonesia Defisit US$8,57 Miliar

Foto Berita 2018, Neraca Dagang Indonesia Defisit US$8,57 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Neraca perdagangan selama Desember 2018 mengalami defisit sebesar US$1,10 miliar dibanding bulan sebelumnya, November 2018. Dengan begitu, neraca perdagangan selama periode Januari-Desember 2018 mengalami defisit sebesar US$8,57 miliar.

“Penyebab defisit  selama 2018 ini lebih disebabkan defisit migas  sementara non migas surplus," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

BPS mencatat selama Desember nilai ekspor mencapai US$14,18 miliar atau turun 4,89 % dibanding November sebesar US$14,83 miliar. Demikian juga bila dibanding dengan Desember 2017 juga turun 4,62  % atau sebesar US$14,79 miliar.

Suhariyanto mengatakan penurunan ekspor disebabkan oleh penurunan ekspor non migas sementara ekspor migas mengalami kenaikan sebesar 27,34% .

“Nilai ekspor minyak mentah turun 16,77%, hasil minyak turun 9,43% tetapi nilai gas naik 51,57%,”Kata dia.

Untuk ekspor non migas mengalami penurunan 8,59% disebabkan dari komoditi bijih kerak, bahan bakar mineral, dan besi dan baja.

“Penurunan ekspor Desember didorong fluktuasi harga komoditas serta penurunan ekonomi di beberapa Negara mitra ekonomi dagang,” tambahnya.

Ia mengatakan bahwa selama November-Desember 2018, pergerakan komoditas nonmigas masih mengalami ketidakpastian. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain  minyak kernel ,karet, perak dan emas. Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni tembaga, nikel dan minyak kelapa sawit.

"Harga CPO Indonesia di pasar dunia turun. Bila pada November 2018 harga CPO US$62,98/barrel, maka pada Desember 2018 menjadi US$ 54,81 /barel," ujarnya.

Sehingga, nilai ekspor kumulatif Januari–Desember 2018 adalah US$180,06 miliar atau meningkat 6,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, nilai impor nasional pada Desember 2018 sebesar US$15,28 miliar atau turun 9,60 % dibanding impor pada November 2018 sebesar US$16,88 miliar. Namun jika dibandingkan Desember 2017, meningkat 1,16% atau sebesar US$15,10 miliar.

Penurunan impor tersebut disebabkan oleh penurunan baik impor migas % dan  nonmigas, masing-masing sebesar 31,45 % dan 5,14 %. Sehingga, nilai impor kumulatif Januari–Desember 2018 adalah US$188,63 miliar atau meningkat 20,15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag: Neraca Perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS), Defisit Neraca Perdagangan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02