Portal Berita Ekonomi Minggu, 12 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

CIPS: Fluktuasi di Pasar Sebabkan Harga Bahan Pangan Meningkat

CIPS: Fluktuasi di Pasar Sebabkan Harga Bahan Pangan Meningkat
WE Online, Jakarta -

Pemerintah perlu memastikan harga jagung dan ketersediannya di pasar terus stabil. Fluktuasi harga dan ketersediaannya di pasar menyebabkan meningkatknya harga-harga  bahan pangan protein yang dikonsumsi masyarakat, seperti daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Untuk itu, pemerintah perlu mengevaluasi beberapa hal dalam tata niaga jagung.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Assyifa Szami Ilman, mengatakan, pada periode 2009-2018, konsumsi jagung untuk pakan ternak meningkat sebayak 477.780 ton per tahun. Untuk mengatasi kekurangan suplai, pemerintah menjalan program Upaya Khusus (UPSUS) denga membagikan benih jagung hibrida gratis hanya bisa meningkatkan hasil produksi jagung sebanyak 294.440 ton per tahun.

“Akibat hasil produksi nasional belum bisa memenuhi kebutuhan nasional, harga jagung, yang sebagian besar digunakan sebagai pakan ternak, terus meningkat. Kenaikan harga telur ayam, daging ayam dan  daging sapi berdampak pada 21 juta rumah tangga petani dan 35 juta rumah tangga non petani  yang merupakan net consumers yang artinya membeli jagung lebih banyak daripada yang mereka tanam sendiri,” jelas Ilman di Jakart, Selasa (15/1/2019).

Lebih lanjut Ilman menambahkan, ada beberapa hal yang harus dievaluasi oleh pemerintah, pertama adalah penerapan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 57 tahun 2015 dan Peraturan Menteri Perdagangan (Pemendag)  nomor 21 tahun 2018.

"Keduanya memiliki poin-poin yang justru bertentangan satu sama lain dalam menentukan pihak mana yang berwenang untuk mengimpor jagung dan dokumen apa saja yang dibutuhkan oleh para importir resmi," tambah Ilman.

Ilman melanjutkan, kedua peraturan tersebut juga memberlakukan prosedur yang panjang untuk mendapatkan lisensi impor.

"Untuk mendapatkan dokumen ini, dibutuhkan sekitar 53 hari kerja. Hal ini dapat menyebabkan impor dilakukan pada waktu yang tidak tepat yaitu pada saat harga jagung dunia sedang rendah," kata Ilman.

Kemudian Ilman menambahkan, hal lain yang dapat dilakukan adalah, dalam lima tahun reformasi, pemerintah sebaiknya menghentikan program UPSUS di daerah yang petaninya lebih suka menggunakan benih hibrida non subsidi yang berkualitas tinggi.

"Pemerintah sebaiknya memberikan dukungan kepada petani selagi mereka beralih dari benih tradisional ke benih hibrida yang lebih produktif dan tahan penyakit. Para petani juga sebaiknya diarahkan untuk bekerjasama dengan pihak swasta untuk meningkatkan efisiensi proses pascapanen," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Jagung, Pangan, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Tri Yari Kurniawan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,885.96 3,846.27
British Pound GBP 1.00 18,342.22 18,158.27
China Yuan CNY 1.00 2,081.13 2,059.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,573.51 14,428.50
Dolar Australia AUD 1.00 10,114.02 10,011.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.43 1,861.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,457.46 10,349.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,425.80 16,260.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.20 3,375.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,609.93 13,473.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5031.256 -21.538 696
2 Agriculture 1053.805 -9.893 23
3 Mining 1284.564 -7.045 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.577 -2.704 80
5 Miscellanous Industry 872.398 -10.019 52
6 Consumer Goods 1799.024 -18.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 316.058 -3.797 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 893.846 -4.992 78
9 Finance 1112.206 1.603 93
10 Trade & Service 603.264 -3.289 173
No Code Prev Close Change %
1 FITT 53 71 18 33.96
2 UANG 352 440 88 25.00
3 ARGO 1,025 1,280 255 24.88
4 PGUN 260 324 64 24.62
5 LPIN 226 270 44 19.47
6 PRIM 278 320 42 15.11
7 KBLI 408 468 60 14.71
8 PEGE 109 124 15 13.76
9 APLI 110 124 14 12.73
10 MARK 720 805 85 11.81
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 111 100 -11 -9.91
2 PANS 930 865 -65 -6.99
3 NASA 129 120 -9 -6.98
4 GHON 1,650 1,535 -115 -6.97
5 CANI 173 161 -12 -6.94
6 ARTA 348 324 -24 -6.90
7 MREI 5,450 5,075 -375 -6.88
8 BUKK 730 680 -50 -6.85
9 PURA 132 123 -9 -6.82
10 LCKM 352 328 -24 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 438 474 36 8.22
2 KRAS 346 350 4 1.16
3 BCAP 158 159 1 0.63
4 ENVY 126 133 7 5.56
5 BBRI 3,140 3,110 -30 -0.96
6 TOWR 1,070 1,065 -5 -0.47
7 BNGA 755 830 75 9.93
8 BULL 304 326 22 7.24
9 TLKM 3,110 3,110 0 0.00
10 PWON 416 406 -10 -2.40