Portal Berita Ekonomi Minggu, 25 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:01 WIB. Rusia - Permintaan Kedubes AS soal pembebasan mata-mata yang diduga Paul Whelan dikritik Kemenlu Rusia
  • 13:40 WIB. GoPay - GoPay akan ganti QR code transaksi pembayaran secara bertahap.
  • 13:38 WIB. Inggris - Pemogokan pilot  British Airways membuat maskapai batal/tunda terbang pada 9,10 dan 27 September
  • 12:08 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah mendorong kedaulatan pangan melalui ekonomi syariah.
  • 11:55 WIB. G7 - Presiden UE Tusk: Negara G7 makin sukar mencari kepentingan bersama.
  • 11:45 WIB. Cuaca - BMKG: Kemarau Agustus-September, hujan bisa awal Oktober atau pertengahan November.
  • 11:23 WIB. AS - Chief Fed Jerome Powell: Ketidakpastian kebijakan perdagangan lemahkan manufaktur dan belanja modal di AS
  • 09:41 WIB. Mesir - Ekspor Mesir ke G7 naik jadi USD3,8 M pada H1-2019 dibanding H1-2018 sebesar USD3,5 M
  • 09:13 WIB. Hong Kong - RRJ Capital (Richard Ong) akan investasi US$4 miliar di Ingram (milik HNA).
  • 08:01 WIB. Washington - General Dynamics Corp mendapatkan kontrak US$1.1 miliar  dari Pentagon untuk kapal laut.
  • 07:18 WIB. Karhutla - LAPAN mendeteksi 820 titik  di seluruh Indonesia.
  • 05:53 WIB. G7 - Polisi Prancis melepaskan gas air mata buat demonstran.

Selama 2018, Situs Samsung Dikunjungi 60 Juta Orang

Selama 2018, Situs Samsung Dikunjungi 60 Juta Orang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sebelum diluncurkan menjadi situs penjualan, situs Samsung memiliki performa yang terbilang baik. Sejak 2016 hingga 2018, unique visitors situs Samsung bertumbuh lebih dari 12%. Umumnya, pengunjung mencari informasi dan penawaran terbaik dari situs perusahaan asal Korea Selatan itu.

Berdasarkan data internal Samsung, terdapat sekitar 60 juta orang yang mengakses situs Samsung.com di 2018. 50% pengunjung situs berasal dari Jakarta, 33% dari Pulau Jawa, dan wilayah lainnya 17%.

Online Busineness Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Sintara Nyotowijoyo berujar, "Sekitar 60 juta orang mengakses situs Samsung pada 2018, artinya banyak konsumen yang tertarik dengan produk kami. Mereka mencari informasi seputar merek ini melalui situs."

Menariknya, tak hanya pengguna Samsung yang mengunjungi situs mereka. 42% pengunjung situs tidak menggunakan perangkat Samsung. Sementara pengunjung yang menggunakan perangkat Samsung berjumlah 49% dan 9% lainnya mengakses situs melalui komputer.

Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, Elvira Jakub mengatakan, "Para pengunjung mencari penawaran dari Samsung, serta keunggulan produk-produk kami."

Lebih lanjut, 85% orang yang telah mengunjungi situs akan kembali melakukan hal itu dalam kurun waktu satu bulan. Menurut Elvira, para pengunjung melakukan itu untuk memperoleh informasi sebelum dan sesudah membeli produk. Melihat hal itu, akhirnya mereka menjadikan situs Samsung.com Shop sebagai platform pembelian produk secara online.

"Samsung sudah melakukan penetrasi online sejak 2016 dan bertumbuh sebesar 62% melalui platform e-commerce. Pangsa pasar kami di online telah mencapai 60% hingga November 2018," kata Sintara, Selasa (15/1/2019).

Potensi pertumbuhan pasar e-commerce pun masih lebih besar dari saat ini. Proyeksi pertumbuhan penjualan e-commerce di Indonesia bisa mencapai US$14,4 miliar pada 2022.

Sintara berkata, "Kami akan bawa semua inovasi dan line up baru melalui situs Samsung.com Shop. Untuk peluncuran awal ini, dimulai dari wearables dan smartphone lebih dulu."

Samsung.com Shop menawarkan gratis pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia sebagai antisipasi dari masalah kerusakan yang sifatnya tidak terduga. Selain itu, produk yang dibeli dari platform online itu akan di-cover di luar garansi resmi Samsung. Ada pula fasilitas tracking pengiriman.

Tag: Samsung Electronics Indonesia

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39