Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:51 WIB. Luhut - Puisi yang dibacakan Neno Warisman tidak tepat.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Pusi Neno sama saja menaggap Jokowi dan saya sebagai orang kafir.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Neno menempatkan puisinya seperti perang Badar, padahalkan Indonesia gelar Pemilu.
  • 13:24 WIB. Ma'ruf Amin - Puisi Neno Warisman di Munajat 212 seperti doa Nabi Muhammad kala perang Badar.
  • 10:39 WIB. Dradjad Wibowo - Kami optimis dapat menurunkan harga pangan.
  • 10:39 WIB. Dradjad Wibowo - Prabowo berpihak ke petani, peternak, petambak, nelayan, dan emak-emak.
  • 10:38 WIB. Dradjad Wibowo - Penurunan harga pangan adalah komitmen Prabowo-Sandi.
  • 09:10 WIB. Inas Nasrullah - Penurunan harga pangan oleh Prabowo secara tangan besi.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Yang ditakuti oleh petani dan peternak, Prabowo dikenal ganas dan telengas.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Cara Prabowo turunkan harga pangan, bakal ada petani dan peternak merugi.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Upaya turunkan harga telur hingga beras dalam waktu 100 hari bakal ugal-ugalan.

Rasio Gini September 2018 Turun Jadi 0,384

Foto Berita Rasio Gini September 2018 Turun Jadi 0,384
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang dikukur dalam rasio gini pada September 2018 mencapai 0,384 atau turun dibanding Maret sebesar 0,389.

“Ketimpangan menurun baik level pedesaan maupun di perkotaan,” kata Kepala BPS, Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Dalam skala rasio gini, poin 0 menunjukkan tak ada kesenjangan sama sekali. Sedangkan angka 1 menunjukkan ketimpangan mutlak.

Dia menjelaskan rasio Gini di kota pada September lalu tercatat mencapai 0,391 atau turun dibanding Maret 2018 yang mencapai 0,401. Kondisi serupa terjadi pada rasio gini di daerah perdesaan dimana mencapai 0,319 pada September turun dibandingkan Maret 2018 yang sebesar 0,324.

“Untuk menurunkan rasio gini kita perlu upaya luar biasa. Kita perlu memperbaiki distribusi pendapatan dari bawah hingga ke atas, perlu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sehingga bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya. 

Suhariyanto juga menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan tingkat ketimpangan pengeluaran. Di antaranya, kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita Maret 2018- September 2018 untuk kelompok 40% terbawah, 40% menengah, dan 20% teratas berturut-turut sebesar 3,55%; 3,40%; dan 1,28%.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), menurut Suhariyanto, terjadi peningkatan rata-rata pengeluaran perkapita per bulan penduduk kelompok 40% terbawah dan 40% menengah meningkat lebih cepat dibanding penduduk kelompok 20% teratas.

Selain itu di perkotaan, BPS juga mencatat kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita Maret 2018- September 2018 untuk kelompok penduduk 40% terbawah, 40% menengah, dan 20% teratas berturut-turut adalah sebesar 4,49%;3,94%;dan 0,56%.

Hal yang sama juga terjadi diperdesaan. kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita Maret 2018- September 2018 untuk kelompok penduduk 40% terbawah, 40% menengah, dan 20% teratas berturut-turut adalah sebesar 2,97%;2,04%;dan 0,33%.

Tag: Rasio Gini, Badan Pusat Statistik (BPS)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93