Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)

Kasus Korupsi Bupati Purbalingga, Nama Utut dan Ganjar Dibawa-bawa

Kasus Korupsi Bupati Purbalingga, Nama Utut dan Ganjar Dibawa-bawa - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan Wakil Ketua DPR Utut Adianto dari Fraksi PDI-P memberikan Rp180 juta kepada Bupati Purbalingga non-aktif Tasdi untuk kampanye Ganjar Pranowo dalam pilkada Gubernur Jawa Tengah.

"Terdakwa dalam jabatannya selaku Bupati Purbalingga telah menerima gratifikasi berupa sejumlah uang dari koleganya, yakni dari Utut Adianto selaku anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P pada bulan Maret 2018 sebesar Rp180 juta untuk keperluan kampanye Ganjar Pranowo dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang diterima melalui Teguh Priyono, ajudan," demikian disebutkan dalam surat tuntutan yang dibacakan di pengadilan tindak pidana (Tipikor) Semarang, Rabu (16/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Takdir Suhan dalam tuntutan tersebut mengungkapkan bahwa uang tersebut tidak diserahkan Tasdi kepada Bendahara Partai PDI-P Purbalingga melainkan disimpan di rumah Tasdi.

Utut sendiri dalam keterangannya mengaku pernah memberikan uang kepada Tasdi pada 2018 untuk pemilihan Gubernur Jawa Tengah dimana Tasdi selaku Ketua Cabang membuat rapat kerja dan dalam kepartaian ada prinsip gotong royong.

Dikatakan, pemahaman prinsip gotong royong adalah sukarela atau semampunya dan memberikan uang sebesar Rp180 juta karena jumlah yang hadir dalam kegiatan kepartaian di GOR lebih kurang 5.000 orang. Utut kemudian "urun" makan, ada juga yang urun kaos, dan soundsystem.

Pengumpulan uang yang diberikan Utut bertujuan untuk pemenangan pasangan Ganjar dan Taj Yasin. Utut tidak memberikan langsung uang sebesar Rp180 juta kepada Tasdi namun melalui staf Tasdi bernama Teguh Priyono di pendopo rumah dinas bupati.

Dalam perkara ini, Tasdi ditutntut 8 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah dengan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun dihitung sejak selesai menjalani pidana pokok.

Tasdi dinilai JPU KPK terbukti melakukan dua dakwaan, pertama ia menerima suap sebesar Rp115 juta yang merupakan bagian janji Rp500 juta dari pengusaha (kontraktor) yaitu Hamdani Kosen dan Librata Nababan (terkait proyek Islamic Center tahap 1 dan pembangunan gedung DPRD 2017) serta Hadi Gajut (terkait proyek jalan). 

Tujuan pemberian uang adalah untuk mengupayakan Hamdani Kosen mendapatkan proyek pembangunan Islamic Center Kabupaten Purbalingga Tahap II (lanjutan). Dalam dakwaan kedua, Tasdi terbukti menerima Rp1,465 miliar dan 20 ribu dolar AS melalui perantaraan ajudannya Teguh Priyono. Uang itu diterima Tasid selaku Bupati Purbalingga pada 2017-2018.

Penerimaan itu berasal dari sejumlah pihak seperti kontraktor Hamdani Kosen, Wahyu Kontardi (Sekretaris Daerah) terkait perizinan Andaliln SPBU, Tri Gunawan Setyadi (Asisten Daerah) terkait temuan pemeriksaan inspektorat, Nugroho Priyo Pratomo (Kabid Bina Marga), Priyo Satmoko (Kadis PUPR), Mohammad Najib (Kadis Permades), Satya Giri Podo (Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Setiyadi (mantan Kadis PUPR, sekarang Inspektorat) dan Hadi Iswanto (Kabag ULP), Yani (Kepala Bapelitbangda) dan Subeno (Kepala Bakeuda).

Selain itu Tasdi juga menerima gratifikasi dari koleganya, yakni Utut Adianto Wahjuwidajat selaku anggota DPR RI dari fraksi PDI-P untuk keperluan kampanye Ganjar Pranowo dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah, namun uang tersebut tidak diserahkan Tasdi kepada Bendahara Partai PDI-P Purbalingga melainkan disimpan di rumahnya.

"Adapun bantahan terdakwa yang mengatakan bahwa sebagian uang tersebut merupakan uang honor resmi dirinya selaku Dewan Pembina sejumlah badan usaha milik daerah, maka menurut kami bantahan tersebut terkesan mengada-ada karena tidak didukung oleh bukti-bukti yang sah secara hukum, bahkan sebaliknya merupakan modus untuk mengaburkan penerimaan gratifikasi oleh terdakwa agar terkesan sebagai pendapatan yang sah," tambah jaksa.

Demikian pula terhadap alasan Tasdi yang mengatakan sebagian uang tersebut adalah sumbangan dalam rangka kepentingan politik, yakni upaya pemenangan Ganjar Pranowo dalam Pilkada Gubernur Jawa Tengah karena dirinya merupakan Ketua DPC PDI-P Kabupaten Purbalingga, menurut JPU tidak dapat diterima.

"Karena keterangan saksi a de charge Ken Ragil Turyono selaku Bendahara DPC PDI-P Purbalingga telah menerangkan bahwa sesuai AD ART partai PDI-P semua penerimaan dan pengeluaran untuk keperluan partai wajib dicatatkan, namun sebaliknya dalam perkara ini justru telah dapat dibuktikan bahwa penerimaan dari Utut Adianto Wahjuwidajat selaku anggota DPR RI dari fraksi PDI-P tidak diserahkan terdakwa kepada bendahara PDI-P Purbalingga, melainkan disimpan di rumahnya," jelas jaksa Takdir.

Tag: Tasdi, Ganjar Pranowo, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69