Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:14 WIB. Drone - Polisi AS tidak menerima drone buatan China.
  • 22:01 WIB. Hong Kong - Ekonomi Hong Kong mulai melambat akibat demo berkepanjangan.
  • 21:12 WIB. Liga 1  - Persebaya kalah dari PSM dengan skor 2-1.
  • 21:09 WIB. Mobil listrik - Toyota Motor Corp setuju untuk membeli batrei dari Contemporary Amperex Technology Ltd.
  • 20:46 WIB. Formula E - Jakarta belum tentu jadi tuan rumah Formula E.
  • 20:17 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet berubah pikiran, kini ajukan banding.
  • 20:05 WIB. Global - Bloomberg: 10 miliar penghuni dunia akan membutuhkan makanan modifikasi genetik.
  • 19:49 WIB. Elon Musk - Neuralink mengatakan siap untuk menyambungkan otak manusia dengan komputer.

Langkah Malaysia Lawan UU Diskriminatif UE Soal Minyak Kelapa Sawit

Langkah Malaysia Lawan UU Diskriminatif UE Soal Minyak Kelapa Sawit - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pada Desember 2018 lalu, Majelis Nasional Perancis menerapkan amandemen baru, yang mengecualikan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel dan mengakhiri insentif pajak minyak kelapa sawit pada 2020.

Aturan tersebut dinilai diskriminatif oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah. Larangan defacto itu akan membuat minyak sawit sangat tidak ekonomis, menyebabkan kenaikan harga 30-40%.

"Langkah ini secara tidak langsung akan mendukung produk rumahan Eropa, khususnya minyak lobak dan bunga matahari," kata Saifuddin melalui keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Tindakan tersebut, lanjutnya, bisa memperlemah ekonomi global, terutama untuk negara-negara penghasil kelapa sawit, seperti Malaysia. Hal ini tentu merugikan 650.000 petani kecil dan 2 juta warga Malaysia yang sangat tergantung pada industri untuk mata pencaharian mereka.

"Sungguh ironis, tanaman minyak lain tidak tunduk pada persyaratan ketat yang sama seperti yang dituntut dari minyak sawit. Ini diskriminatif dan berbau standar ganda," jelas Saifuddin.

Masalah pun semakin rumit karena Majelis Nasional Perancis memutuskan memperlakukan biofuel dari minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar biasa, bukan sebagai bahan bakar hijau. Hal ini tampaknya didasarkan pada persepsi yang salah kaprah bahwa minyak sawit terkait dengan deforestasi.

Menlu Negeri Jiran ini pun menegaskan, "Karena masalah yang mengganggu ini, kami menyerukan kepada negara-negara Uni Eropa untuk menolak langkah apa pun yang menghalangi penggunaan biofuel minyak kelapa sawit."

Saifuddin menjelaskan bahwa penggunaan biofuel berbasis minyak kelapa sawit harus didukung karena sejumlah alasan berikut:

1. Larangan yang diusulkan jelas merupakan tindakan diskriminasi. Tidak ada biji minyak atau tanaman yang mengandung minyak yang ditargetkan secara negatif seperti pada industri kelapa sawit.

2. Langkah ini melanggar peraturan WTO dan bertentangan dengan semangat globalisasi dan perdagangan bebas, yang sangat ingin didukung dan dilindungi oleh negara-negara Uni Eropa.

3. Tanaman minyak lain justru menghasilkan minyak lebih sedikit per hektare-nya dibandingkan dengan minyak kelapa sawit. Artinya, minyak kelapa sawit merupakan salah satu tanaman biji minyak yang paling efisien dan hemat biaya, serta akan menguntungkan produsen dan konsumen.

4. Belum ada penelitian yang secara meyakinkan mengindikasikan dampak buruk minyak kelapa sawit terhadap kesehatan. Sebaliknya, banyak penelitian yang malah membuktikan adanya manfaat kesehatan dari minyak kelapa sawit.

5. Malaysia berkomitmen untuk memproduksi minyak sawit berkelanjutan. Perkebunan kelapa sawit Malaysia adalah yang pertama memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Melalui skema sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Malaysia (MSPO) wajib, setiap tetes minyak sawit yang diproduksi di Malaysia akan disertifikasi secara berkelanjutan pada 2020.

Tag: Minyak Kelapa Sawit Mentah (Crude Palm Oil/CPO), Malaysia

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,738.00 3,699.88
British Pound GBP 1.00 17,403.19 17,223.84
China Yuan CNY 1.00 2,036.85 2,016.51
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,019.00 13,879.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.72 9,729.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,794.23 1,776.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,317.95 10,211.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,718.10 15,555.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.46 3,371.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,962.55 12,829.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66