Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:26 WIB. Rusunawa - Kementerian PUPR targetkan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput selesai tahun ini.
  • 16:25 WIB. BNI - BNI sudah menyalurkan KUR Rp18,8 miliar lewat program perhutanan sosial.
  • 16:25 WIB. PTPP - PTPP tengah membidik sejumlah paket tender dengan skema kerja sama pemerintah dengan KPBU pada 2019.
  • 16:20 WIB. ADHI - Adhi Karya menanti pembayaran dari KAI untuk proyek LRT Jabodebek.
  • 16:15 WIB. Pertamina - Pertamina menargetkan seluruh SPBU menerapkan digitalisasi paling lambat pada Juni 2019.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.

Perekonomian China Catat 6,6% di 2018, Terendah dalam 28 Tahun

Foto Berita Perekonomian China Catat 6,6% di 2018, Terendah dalam 28 Tahun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ekonomi China sedikit menurun di kuartal keempat 2018 dari tahun sebelumnya. Perlambatan itu disebabkan oleh investasi yang lesu dan kepercayaan konsumen yang mulai goyah seiring tekanan perdagangan dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir Reuters, Senin (21/1/2019), pertumbuhan perekonomian China di 2018 tercatat sebesar 6,6%, menurun dibandingkan dari 6,8% pada 2017. Angka ini menjadi yang paling rendah dalam 28 tahun sejak 1990.

Tanda-tanda perlambatan ekonomi China ini memicu kekhawatiran akan risiko terhadap ekonomi dunia dan mempengarungi laba perusahaan, mulai dari Apple hingga produsen mobil besar. Negeri Tirai Bambu ini diketahui telah memberikan sumbangsih hampir sepertiga dari pertumbuhan global dalam beberapa tahun terakhir.

Dari data dari Biro Statistik Nasional, Produk Domestik Bruto (PDB) China di kuartal keempat 2018 tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan global, yakni turun menjadi 6,4% dari 6,5% pada kuartal ketiga.

Aktivitas perdagangan yang melemah dan meningkatnya angka pengangguran merupakan sederet tanda perlambatan dari perekonomian raksasa kedua dunia ini.

Para pembuat kebijakan China sebelumnya telah berjanji akan lebih banyak memberikan dukungan tahun ini untuk mengurangi risiko perlambatan yang lebih lanjut.

Namun, beberapa analis meyakini tingkat pertumbuhan ekonomi China jauh lebih lemah dari yang digambarkan data resmi. Menurut mereka, kondisinya cenderung lebih buruk dan perlambatan akan turun ke angka 6,3% tahun ini.

Data Desember yang dirilis bersamaan dengan PDB memberikan gambaran beragam terkait ekonomi China pada akhir tahun. Aktivitas industri naik secara tak terduga, naik 5,7% pada Desember tahun lalu, melampaui ekspektasi 5,3% dan meningkat dari 5,4% pada November.

Sementara investasi dan penjualan ritel terus merana. Investasi aset hanya naik 5,9% pada 2018, lebih rendah dari target sekitar 6,0% dan menjadi yang terendah sejak 1996. Begitu pun, penjualan ritel yang hanya naik 0,1%, menjadi 8,2% pada Desember, dari 8,1% di November, dan mendekati posisi terendah dalam 15 tahun terakhir.

Sumber Reuters mengatakan bahwa China berencana menurunkan target pertumbuhannya menjadi 6-6,5% tahun ini dari sekitar 6,5% pada tahun lalu.

Jika China dan AS menyepakati untuk mengakhiri perang dagang, bahkan para analis memandang hal itu tidak akan memperbaiki perekonomian China, kecuali jika negara itu bisa membalikkan investasi yang lemah, pertumbuhan kredit, dan menjaga pasar properti yang goyah tetap berjalan.

"Akan ada lebih banyak stimulus, mereka telah mengumumkan beberapa rencana yang sedang dalam tahap persetujuan dan akan dilakukan selama tahun ini. Belum waktunya untuk bersantai dan kami akan melihat lebih banyak upaya tahun ini," kata Christy Tan, kepala riset strategi pasar Asia di National Australia Bank di Singapura.

Tag: China (Tiongkok), perekonomian

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Thomas White/Illustration/File Photo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31