Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:06 WIB. Internasional - IPB jalin kerja sama penelitian dengan beberapa universitas di ASEAN. 
  • 11:04 WIB. CPO - Harga CPO Jambi meningkat menjadi Rp6.823 per kilogram.
  • 11:02 WIB. Mafia Bola - PSSI: Joko Diyono jadi tersangka bukan karena pengaturan skor. 
  • 09:48 WIB. Kereta - Pengaktifan rel ganda anatara Stasiun Kroya dan Stasiun Purwokerto akibatkan keterlambatan kedatangan ketera api di Stasiun Senen dan Stasiun Gambir.
  • 09:28 WIB. CPNS - Berkas perkara penipuan CPNS 2013 telah siap disidangkan. 
  • 08:08 WIB. Honorer - Anggota DPRD Maluku Utara desak Pemprov bayarkan gaji 1.228 guru honorer.
  • 07:57 WIB. Avtur - Harga avtur Bandara Soetta turun 26% menjadi Rp7.960 per liter.
  • 07:55 WIB. CPO- Tahun 2018, produksi CPO AALI menigkat 18,5%. 
  • 06:16 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Guingamp
  • 06:15 WIB. Ligue 1 Prancis - Nimes 2 vs 0 Dijon
  • 06:14 WIB. Eredivisie Belanda - ADO Den Haag 1 vs 0 PEC Zwolle
  • 06:13 WIB. Bundesliga Jerman - Augsburg 2 vs 3 FC Bayern München
  • 06:12 WIB. LaLiga Spanyol - Eibar 2 vs 2 Getafe
  • 06:10 WIB. Serie A Italia - Juventus 3 vs 0 Frosinone
  • 06:09 WIB. FA Cup - Queens Park Rangers 0 vs 1 Watford

Facebook Luncurkan Fitur Petisi, Jadi Masalah atau Solusi?

Foto Berita Facebook Luncurkan Fitur Petisi, Jadi Masalah atau Solusi?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Facebook meluncurkan fitur petisi bernama Aksi Komunitas (Community Actions), Senin (21/1/2019). Fitur itu dapat digunakan untuk menyampaikan kritik dan saran konstruktif kepada pemerintah, sekaligus memberikan kesempatan kepada kelompok kepentingan yang ingin menekan birokrat dengan agenda pribadi mereka.

Fitur Aksi Komunitas diluncurkan ke Amerika Serikat lebih dulu, setelah uji coba dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Pengguna dapat menambahkan judul, deskripsi, dan gambar ke Aksi Komunitas. Pengguna pun bisa menandai pejabat pemerintah untuk menginformasikan petisi yang mereka buat. Tujuannya, membuat Aksi Komunitas menjadi viral sehingga mendapat banyak dukungan dari pengguna lainnya.

Facebook mengatakan, fitur Aksi Komunitas adalah cara lain bagi orang untuk mengadvokasi perubahan di komunitas mereka dan bermitra dengan pejabat terpilih dan lembaga pemerintah tentang solusi.

"Melalui fitur ini dan fitur lainnya, kami telah melihat orang-orang mendapatkan hasil untuk masalah yang penting bagi mereka," ujar Facebook dilansir dari Techcrunch, Senin (21/1/2019).

Peluncuran ini juga dilengkapi fitur Facebook berbasis pikiran sipil lainnya, seperti Town Hall dan Candidate Info untuk menilai politisi, Community Help untuk mencari bantuan setelah bencana, dan berita lokal dari Today In.

Aksi Komunitas juga memiliki ruang diskusi untuk meninggalkan komentar, membuat penggalangan dana, dan mengatur acara dalam Facebook. Pihak Facebook akan menampilkan jumlah pendukung Aksi Komunitas, tetapi hanya pembuatnya yang dapat mengakses nama-nama pendukung itu.

Facebook sengaja memfokuskan Aksi Komunitas kepada kebijakan pemerintah, bukan pada penyebab acak. Jadi, meskipun mirip dengan change.org, fitur ini memiliki perbedaan di sana. Sebab melalui change.org, Anda dapat membuat petisi dari tujuan sipil hingga tujuan absurd.

Beberapa contoh Aksi Komunitas, antara lain: Komunitas Colorado Rising yang menyerukan pemberlakukan moratorium pengeboran minyak dan gas kepada gubernur setempat, warga yang meminta walikota dan pejabat negara bagian Florida membangun pusat seni pertunjukan, serta Asosiasi Lingkungan Philadelphia yang meminta penyeberangan dan perpustakaan.

Masalahnya, keanggotaan Facebook yang membengkak membuat platform itu rentan terhadap target polarisasi (perpecahan) serta tempat untuk menyebarkan informasi keliru. Buktinya, berbagai fitur yang didesain Facebook dengan tujuan positif, banyak disalahgunakan pengguna yang tak bertanggung jawab.

Dapatkah Anda membayangkan petisi berjudul, "Hancurkan (Kelompok Minoritas)" atau judul-judul mengandung ujaran kebencian, tetapi dianggap sah oleh beberapa orang? Apakah pihak Facebook mempertimbangkan hal itu dengan kebijakan dan moderasi yang tepat?

Facebook menggunakan kombinasi penandaan pengguna, deteksi algoritmik proaktif, dan penegak manusia untuk mengelola fitur ini. Namun, hal yang dianggap pelecehan oleh kelompok A, bisa saja disebut sebagai kebebasan berekspresi oleh kelompok B. Seperti disinformasi yang menyebar di Facebook, fitur ini bisa menjadi pisau bermata 2 di jejaring sosial.

Juru bicara Facebook mengatakan, tes awal tak memunculkan banyak masalah. Perusahaan sedang mencoba menyeimbangkan keselamatan efisiensi dan akan mempertimbangkan cara mengembangkan fitur dalam menanggapi perilaku yang muncul.

Yang menjadi masalah, akses terbuka dapat menarik para oknum yang mencoba memecah-belah masyarakat. Facebook harus memikul tanggung jawab untuk menggiring produk menuju kebenaran dan mendefinisikan artinya. Jika berhasil, ada peluang bersatunya warga negara untuk memberikan konsensus kepada pemerintah.

Tag: Facebook, Digital Economy

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Dado Ruvic

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31