Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:06 WIB. Apple - Bangkitkan penjualan iPhone, Apple beri cicilan tanpa bunga.
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.
  • 05:53 WIB. EPL - Leicester City 1 vs 4 Crystal Palace
  • 05:51 WIB. EPL - Newcastle United 2 vs 0 Huddersfield Town
  • 05:50 WIB. EPL - AFC Bournemouth 1 vs 1 Wolverhampton Wanderers
  • 05:49 WIB. EPL - Burnley 2 vs 1 Tottenham Hotspur

45, 5 Persen Anak Jakarta Kena Saluran Pencernaan, Apalagi dari Daerah?

Foto Berita 45, 5 Persen Anak Jakarta Kena Saluran Pencernaan, Apalagi dari Daerah?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hasil penelitian disertasi promosi doktor akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menunjukkan sekitar 45,5 persen anak sehat di Jakarta mengalami gangguan saluran pencernaan.

Hal itu merupakan hasil penelitian Disertasi dari dr Muzal Kadim, Sp.A(K) tentang "Manfaat Formula yang Diperkaya Seng, Glutamin, Serat, dan Prebiotik terhadap Pertumbuhan dan Morbiditas Anak Berusia 1-3 Tahun" yang diuji di FKUI Jakarta, Senin, mengatakan temuan tersebut cukup mengejutkan karena kasusnya lebih tinggi dibanding negara lain di Asia.

"Temuan ini cukup mengejutkan karena gangguan integritas mencapai 45,5 persen, lebih tinggi dari negara-negara di Asia, sekitar 30 persen," kata Muzal.

Gangguan integritas saluran usus merupakan suatu kondisi di mana usus mengalami kebocoran sehingga tidak mampu menyerap sumber gizi dari makanan yang dikonsumsi dengan baik.

Muzal menjelaskan bahwa gangguan usus tersebut memiliki keterkaitan dengan asupan gizi anak yang kurang sehingga menyebabkan malnutrisi dan menjadi stunting atau kerdil.

"Kalau penyerapannya terganggu asupan gizinya jadi tidak baik, pertumbuhannya juga terganggu," kata dia.

Dari hasil penelitiannya disebutkan bahwa anak-anak yang mengalami gangguan penyerapan pada saluran cerna tersebut merupakan anak-anak yang sehat usia 1-3 tahun.

Muzal juga menambahkan gangguan integritas saluran cerna ini juga tidak memiliki gejala sehingga tidak dirasakan oleh anak. Dia menilai apabila anak sehat yang memiliki gangguan penyerapan pada usus hanya mendapatkan asupan gizi yang terbatas, maka kondisi itu bisa memperburuk asupan gizi anak.

"Anak-anak kan biasanya sulit makan, sudah asupan gizi yang masuk sedikit karena sulit makan, penyerapan gizinya juga terganggu sehingga yang diserap hanya sedikit," kata dia.

Dalam penelitiannya Muzal juga memberikan solusi untuk memperbaiki saluran cerna anak dengan menambah suplementasi dari seng, glutamin, serat, dan prebiotik yang dibuat pada susu formula.

Perbaikan saluran cerna dengan pemberian susu formula yang diperkaya suplementasi tersebut bisa dilakukan cukup hanya dalam waktu enam bulan.

Tag: Stunting, Universitas Indonesia (UI)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93