Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Akhir perdagangan sesi II, IHSG ditutup hijau 1,70% ke level 6.497,82. 
  • 15:56 WIB. Pembekuan Usaha - OJK Cabut pembekuan usaha PT Ridean Finance. 
  • 15:55 WIB. TAMU - PT Pelayaran Tamarin Samudra (TAMU) membentuk dua entitas anak usaha baru, yaitu PT Sentra Tamarin Samudra dan PT Samudra Sukses Gemilang. 
  • 15:54 WIB. Wismilak - Wismilak kantongi izin kawasan berikat di Surabaya, Jawa Timur. 
  • 13:59 WIB. Apple - Apple persiapkan jajaran produk baru untuk 2019.
  • 12:43 WIB. Twitter - Ada 1,5 juta tweet seputar Debat Pilpres 2019 semalam.
  • 12:00 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup hijau 1,20% ke level 6.466,04.
  • 11:27 WIB. Australia - Australia siap buka gerbang ekspor otomotif dari Indonesia.

Penetrasi Uang Tunai Masih Tinggi, Kira-Kira Apa Penyebabnya?

Foto Berita Penetrasi Uang Tunai Masih Tinggi, Kira-Kira Apa Penyebabnya?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mengapa uang tunai masih digunakan oleh sekitar 90% masyarakat Indonesia? Salah satu pemain di sektor pembayaran digital, Ovo menilai ada dua faktor yang memengaruhi hal itu. Apa saja?

Director of Enterprise Payment Ovo, Harianto berujar, kepercayaan konsumen dan infrastruktur memengaruhi dominasi uang tunai di pasar. Karena itu, para pemain pembayaran digital harus mengatasi hal itu untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai.

"Tantangan untuk mempercepat pertumbuhan dan penetrasi bagi kami (pemain pembayaran digital), yang pertama itu kepercayaan, lalu yang kedua infrastruktur pendukungnya," papar Harianto, Selasa (22/1/2019).

Saat ini, Indonesia memilki keadaan serupa dengan China dan India lima tahun yang lalu, di mana populasinya besar, tetapi penetrasi pembayaran digitalnya masih rendah. Menurut Harianto, akses kepada pembayaran tersebut berpengaruh terhadap penggunaannya di kalangan konsumen.

Ia memaparkan, "Akses penggunaannya mudah tidak? Yang kami temukan sejumlah konsumen masih punya akses terbatas untuk mendapatkan produk finansial, jadi inklusinya pun rendah. Saat bicara digitalisasi, konektivitas itu penting. Infrastruktur dari pemerintah dapat mendorong cashless society."

Untuk menghadapi tantangan kepercayaan, Ovo sendiri mengambil langkah menggaet partner strategis yang memiliki ekosistem yang kuat. Strategi itu mereka sebut sebagai ekosistem terbuka.

"Kepercayaan konsumen harus kami tingkatkan, karena itu kami menggandeng partner strategis, ini hal penting yang harus diperhatikan," ujar Harianto lagi.

Sejak 2017 hingga 2018, Ovo telah menggandeng Bank Mandiri, Alfamart, Grab, dan Moka sebagai mitra. Pada Oktober lalu, Tokopedia pun resmi bergabung dengan lini perusahaan yang bekerja sama dengan merek yang dikelola oleh PT Visionet Internasional tersebut.

Pengguna Ovo telah tumbuh lebih dari 400% sejak November 2017, 77% di antaranya berada di luar Jabodetabek. Tak hanya itu, selama 2018 Ovo mencatatkan lebih dari 1 miliar transaksi. Pencapaian tersebut diraih dengan strategi tiga pilar, yakni dengan gerai ritel, online-to-offline (O2O), dan e-commerce

Tag: OVO, Cashless Society

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,780.63 3,741.87
British Pound GBP 1.00 18,315.27 18,130.41
China Yuan CNY 1.00 2,095.36 2,074.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,177.00 14,035.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.64 10,040.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.54 1,788.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,463.50 10,352.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,046.95 15,884.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.02 3,440.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.38 12,696.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31