Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek cari suntikan modal Rp28 triliun.
  • 23:02 WIB. Xiaomi - Robot penyedot debu dan lampu pintar Xiaomi masuk Indonesia.
  • 23:00 WIB. NASA - Tahun ini NASA mau mendarat di Bulan.
  • 21:15 WIB. Huawei - Huawei bikin iPhone tak berdaya di China.
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter.¬†
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating¬†Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Jalanan Gubeng Ambles, Polisi Buka Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Foto Berita Jalanan Gubeng Ambles, Polisi Buka Kemungkinan Ada Tersangka Baru
Warta Ekonomi.co.id, Surabaya -

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan tersangka kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya bisa bertambah seiring dengan perkembangan penyidikan dan pemeriksaan enam tersangka pada Senin (28/1).

"Terkait perizinan IMB (izin mendirikan bangunan, red) nanti ada perkembangan saat pemeriksaan tersangka. Ini baru enam bisa berkembang. Penyidik sudah memeriksa 40 orang, nanti dilihat kaitannya lagi," kata Kapolda kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Terkait keterlibatan internal Pemerintah Kota Surabaya dalam penerbitan izin proyek gedung 26 lantai itu, Kapolda menegaskan terus didalami dalam pemeriksaan tersangka nanti.

"Nanti saat pemeriksaan tersangka, masih didalami. Kalau sudah ada pemeriksaan tersangka nanti, bisa terjawab perkembangannya," katanya.

Luki menjelaskan, proyek gedung 26 lantai di Jalan Raya Gubeng itu proses pengerjaan dimulai tahun 2012. Kala itu PT Ketira yang membuat perencanaan, kemudian dibuat analisis struktur bangunan oleh PT Kestana dan pada tahun 2013 proses pembuatan pondasi bangunan dimulai.

"Pada tahun 2014 tim ahli bangunan gedung (TABG, red) memberikan rekomendasi pada Pemkot Surabaya agar menerbitkan IMB, lalu tahun 2015 terbitlah IMB dengan izin 20 lantai dan dua lantai basement. Pada tahun 2017 terbit lagi IMB untuk 11 dan 20 lantai ke atas serta tiga lantai ke bawah basement. Proses penggalian basement oleh PT NKE 19 Desember 2017 dimulai," ucapnya.

Dikatakannya, pada proses pembangunan berjalan, sudah ada permasalahan. Penyidik menemukan adanya rangkaian masalah yang berdampak pada bangunan sekitar saat proyek tersebut berlangsung. Misalnya, pada 10 September 2018 ada retakan rumah di Jalan Gubeng.

"Ada komplain juga. Ada penurunan bangunan pada 8 Oktober, bangunan Elizabeth. Sudah ada rangkaian dampak pembangunan proyek tersebut," katanya.

Sementara itu Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan status seseorang berinisial F yang awalnya menjadi tersangka.

"Status F masih saksi. Ini masih dikroscek antara F dan huruf EF. Waktu itu Kapolda menyampaikan baru ada nama yang akan dijadikan calon ditetapkan tersangka," ujarnya.

Yusep menegaskan, F bisa saja ditetapkan menjadi tersangka jika dari bukti dokumen dan hasil penelusuran bahwa patut diduga perkembangan setelah ada fakta dan bukti pada proses perencanaan.

Dalam kasus itu sendiri, polisi menetapkan enam tersangka yakni manajer PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) berinisial RW, project manajer PT Saputra Karya berinial RH, engenering spv PT Saputra Karya berinisial LAH.

Selain itu polisi juga menetapkan tiga tersangka lain yakni direktur utama PT NKE berinisial BS, side manajer PT NKE berinisial A dan side manajer PT Saputra Karya berinisial A.

Tag: Surabaya, jalan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Didik Suhartono

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31