Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,01% di awal sesi I.
  • 08:46 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yuan pada level 7,0967 Yuan/US$
  • 08:45 WIB. Bursa -  Indeks Hang Seng dibuka positif 0,54% pada level 26.809
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,04% pada level 2.979
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,31% pada level 3.125
  • 08:23 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,03 US$/barel
  • 08:23 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,90 US$/barel
  • 08:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 US$/troy ounce
  • 08:20 WIB. Valas - Rupiah dibuka negatif 0,01% terhadap Dollar AS pada level Rp 14.172 per US$
  • 08:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yen pada level 108,75 Yen/US$
  • 08:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2829 US$/Pound
  • 08:16 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Euro pada level 1,1084 US$/Euro
  • 08:14 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,08% pada level 22.486
  • 08:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,03% pada level 2.083
  • 06:43 WIB. Bursa -  Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,20% pada level 2.989

Di WEF 2019, Menperin Sebut 5 Sektor Manufaktur Jadi Prioritas Making Indonesia 4.0

Di WEF 2019, Menperin Sebut 5 Sektor Manufaktur Jadi Prioritas Making Indonesia 4.0 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memaparkan Indonesia Economic Outlook dengan mengusung tema Making Indonesia 4.0 sebagai respons atas perkembangan industri kini, yang dipengaruhi fenomena 'glokalisasi' dunia.

Sesi presentasi itu disampaikan Menperin tepat di hari pembukaan Indonesia Pavilion di tengah perhelatan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2019 di Davos, Swiss, 22-25 Januari 2019.

"Selama 2015-2018, Indonesia menikmati pertumbuhan pesat di lima sektor manufaktur utamanya, yakni kuliner, elektronik, otomotif, bahan kimia, serta tekstil dan pakaian. Diperkirakan, pertumbuhan ini akan berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya," kata Airlangga sebagaimana tertulis dalam siaran pers, Jumat (25/1/2019), di Jakarta.

Secara keseluruhan, Indonesia menorehkan prestasi pertumbuhan rata-rata 4,87%, sementara rata-rata pertumbuhan manufaktur mencapai nilai Rp2.555,8 triliun. Sedangakn di tataran global, Indonesia meraih peringkat kelima dalam daftar World Rank of Manufacturing Value Added dengan raihan 20,5%.

Ketum Partai Golkar itu megatakan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,3% tahun ini, di mana sektor manufaktur diprediksi menjadi penggerak perekonomian melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan ekspor.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian menyiapkan sejumlah arahan kebijakan untuk mengantisipasi perkembangan ekonomi di negara ini. Ada tiga arahan kebijakan yang dirancang untuk 2020-2024, mencakup peningkatan produktivitas, daya saing ekspor manufaktur, dan strategi industri migas.

Kebijakan ini akan dilaksanakan di bawah kampanye Making Indonesia 4.0, Menperin meyakini inisiatif ini dapat mendongkrak PDB secara umum, kontribusi manufaktur, dan kesempatan kerja.

"Target yang ingin diraih adalah pertumbuhan PDB +/- 1-2% p.a., membuka lebih dari 10 juta lapangan kerja tambahan, dan lebih dari 25% kontribusi PDB sektor manufaktur, semua pada 2030," tegas dia.

Kelima sektor yang telah disebutkan di atas, terpilih menjadi sektor prioritas untuk program Making Indonesia 4.0. Didukung dengan kebijakan insentif tax holiday baru yang berlaku hingga 20 tahun untuk  investasi lebih dari €3 miliar di 18 sektor, Indonesia menghadapi perkembangan industri yang besar di waktu mendatang.

Baca Juga

Tag: World Economic Forum (WEF), Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenkominfo

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.592 11.426 658
2 Agriculture 1338.501 -6.170 20
3 Mining 1597.382 -11.011 48
4 Basic Industry and Chemicals 890.797 2.829 74
5 Miscellanous Industry 1143.334 -2.361 50
6 Consumer Goods 2176.766 2.655 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.293 2.836 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.767 -5.181 75
9 Finance 1245.416 7.684 90
10 Trade & Service 801.521 -0.469 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 785 980 195 24.84
2 YPAS 420 500 80 19.05
3 PURE 535 625 90 16.82
4 POOL 1,735 2,000 265 15.27
5 BBLD 434 496 62 14.29
6 CCSI 282 318 36 12.77
7 CMNP 1,930 2,130 200 10.36
8 DEAL 1,635 1,790 155 9.48
9 FILM 238 260 22 9.24
10 IMAS 1,455 1,580 125 8.59
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 1,495 1,125 -370 -24.75
2 SSTM 530 402 -128 -24.15
3 PBSA 360 306 -54 -15.00
4 FREN 180 159 -21 -11.67
5 BLUE 545 490 -55 -10.09
6 KONI 720 655 -65 -9.03
7 IRRA 560 510 -50 -8.93
8 MREI 4,550 4,190 -360 -7.91
9 HRME 1,080 995 -85 -7.87
10 TIRA 250 232 -18 -7.20
No Code Prev Close Change %
1 FREN 180 159 -21 -11.67
2 ESTI 98 100 2 2.04
3 TCPI 6,400 6,175 -225 -3.52
4 MAMI 216 220 4 1.85
5 PURE 535 625 90 16.82
6 BHIT 72 74 2 2.78
7 KPIG 138 139 1 0.72
8 INKP 7,000 6,975 -25 -0.36
9 MNCN 1,310 1,320 10 0.76
10 IPTV 515 510 -5 -0.97