Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Selasa sore, IHSG ditutup melemah 0,05% ke level 6.494,67. 
  • 15:00 WIB. KPK - KPK geledah rumah mantan Direktur Waskita Karya, Desi Arryani. 
  • 15:00 WIB. BTPN - Aset BTPN sampai dengan Desember 2018 mencapai Rp101,9 triliun. 
  • 14:59 WIB. Dividen - BTPN sepakt tak bagikan dividen kepada para pemegang saham.
  • 14:58 WIB. BNI - BNI mempertimbangkan untuk mengakuisisi perusahaan modal ventura.
  • 14:58 WIB. BNI - BNI memiliki wacana untuk mendirikan perusahaan teknologi berbasis fintech.
  • 14:58 WIB. PGN - PGN menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Santos Pty Ltd.
  • 14:57 WIB. PGN - PGN mendapat pasokan gas dari Santos 20,3 BBTUD sampai 2023.
  • 14:57 WIB. Laba - Elnusa bukukan laba tahun 2018 sebesar Rp276 miliar. 
  • 14:56 WIB. Elnusa - Di tahun 2018, Elnusa bukukan pendapatan naik 33%. 
  • 14:55 WIB. Jaringan Gas - Hingga tahun 2025, pemerintah targetkan bangun 4,7 juta sambungan jaringan gas rumah tangga. 
  • 14:54 WIB. Investasi - PGN siapkan dana investasi sebesar Rp12 triliun untuk bangun 1,2 juta jaringan gas rumah tangga. 
  • 14:53 WIB. Phapros - Pascaakuisisi, tidak ada perubahan pengendali dalam Phapros.
  • 14:51 WIB. Akuisisi - Proses akuisisi Phapros oleh Kimia Farma diproyeksikan selesai pada 15 Maret 2019. 
  • 14:51 WIB. Akuisisi - Proses akuisisi Phapros oleh Kimia Farma diproyeksikan selesai pada 15 Maret 2019. 

Enam Pokok Aturan Utang Luar Negeri BI

Foto Berita Enam Pokok Aturan Utang Luar Negeri BI
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Guna memperkuat prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan utang luar negeri (ULN), Bank Indonesia mengeluaran Peraturan Bank Indonesia nomor 21/1/PBI/2019 Tentang Utang Luar Negeri Bank dan Kewajiban Bank Lainnya dalam Valuta Asing (Valas).

Direktur Bank Indonesia, Junanto Herdiawan, mengungkapkan bahwa peraturan tersebut akan mulai diberlakukan pada 01/03/2019 mendatang sebagai pengganti Peraturan Bank Indonesia nomor 16/7/PBI/2014 Tentang Pinjaman Luar Negeri Bank.

“Penyempurnaan pengaturan tersebut digunakan sebagai pedoman bagi bank dalam mengajukan permohonan persetujuan rencana masuk pasar yang lebih transparan sejalan dengan dinamika perekonomian, perbankan nasional, dan pasar keuangan domestik,” ungkapnya dalam rilis BI di Jakarta, Jumat (25/01/2019).

Junanto menyebut, ada enam pokok aturan utama dalam PBI nomor 21/1/PBI/2019, yaitu sebagai berikut.

1. Penyempurnaan Definisi

Dalam pokok pertama ini, BI menyempurnakaan definisi dan cakupan ULN dan kewajiban bank lainnya dalam valas. Adapun cakupan ULN bank tersbeut meliputi utang bank kepada bukan penduduk dalam valas dan atau rupiah, termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.

2. Perluasan Cakupan Kewajiban Bank

Cakupan kewajiban bank diperluas hingga mencaup transaksi partisipasi risiko (TPR), yaitu transaksi pengalihan risiko atas individual kredit atau fasilitas lainnya berdasarkan perjanjian induk transaksi partisipasi risiko.

3. Penyempurnaan Mekanisme dan Dasar Pertimbangan BI

Pokok ketiga ini mengatur penyempurnaan mekanisme dan dasar pertimbangan BI dalam menyetujui atau menolak permohonan rencana masuk pasar bank untuk menyesuaikan dengan kondisi etrkini.

4. Penambahan Pengecualian

Pokok ini mengatur penambahan pengecualian terhadap komponen kewajiban bank jangka pendek dan pengecualiaan syarat permohonan persetujuan rencana masuk pasar

5. Pengawasan BI

Dalam pokok kelima ini lebih menekankan tentang pengawasan oleh Bank Indonesia terhadap pengelolaan ULN dan kewajiban bank lainnya dalam valas.

6. Penyempurnaan Mekanisme

Selain ditekankan mengenai penyempurnaan mekanisme penarikan ULN, dalam pokok keenam ini BI dibahas pula jenis sanksi yang ditetapkan terkait dengan penarikan ULN dan kewajiban bank dalam valas.

Tag: Utang Luar Negeri (ULN), Bank Indonesia (BI)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,784.10 3,745.33
British Pound GBP 1.00 18,313.61 18,124.73
China Yuan CNY 1.00 2,097.81 2,076.82
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,190.00 14,048.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,108.96 10,004.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.13 1,789.92
Dolar Singapura SGD 1.00 10,455.35 10,349.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,041.80 15,878.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.98 3,433.88
Yen Jepang JPY 100.00 12,841.63 12,709.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6497.815 108.730 627
2 Agriculture 1603.040 10.690 21
3 Mining 1866.565 32.272 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.209 10.651 71
5 Miscellanous Industry 1368.528 38.950 46
6 Consumer Goods 2658.479 53.843 51
7 Cons., Property & Real Estate 452.148 1.591 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.982 29.177 71
9 Finance 1235.748 18.977 91
10 Trade & Service 820.986 9.595 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,625 2,020 395 24.31
2 KONI 398 486 88 22.11
3 PUDP 338 406 68 20.12
4 KOIN 268 318 50 18.66
5 TRUS 300 340 40 13.33
6 RDTX 6,075 6,875 800 13.17
7 FREN 264 298 34 12.88
8 PSDN 220 246 26 11.82
9 YULE 196 218 22 11.22
10 SKBM 414 460 46 11.11
No Code Prev Close Change %
1 INCF 380 306 -74 -19.47
2 PANI 135 109 -26 -19.26
3 LMAS 69 58 -11 -15.94
4 ARTA 1,100 935 -165 -15.00
5 ALKA 408 350 -58 -14.22
6 LPLI 147 129 -18 -12.24
7 RODA 430 380 -50 -11.63
8 HDTX 125 111 -14 -11.20
9 ETWA 89 81 -8 -8.99
10 JMAS 900 820 -80 -8.89
No Code Prev Close Change %
1 FREN 264 298 34 12.88
2 EXCL 2,340 2,530 190 8.12
3 TLKM 3,790 3,900 110 2.90
4 TINS 1,425 1,520 95 6.67
5 JPFA 2,700 2,500 -200 -7.41
6 ANTM 950 995 45 4.74
7 MEDC 950 1,020 70 7.37
8 BMTR 420 434 14 3.33
9 WSKT 1,765 1,750 -15 -0.85
10 ASII 7,600 7,875 275 3.62