Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

YLKI: Aneh bin Ajaib! Sampai Sekarang Belanja Online Belum Ditopang Regulasi

Foto Berita YLKI: Aneh bin Ajaib! Sampai Sekarang Belanja Online Belum Ditopang Regulasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat kasus belanja online menduduki peringkat lima besar pengaduan masyarakat. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan sepanjang 2018 ada 40 aduan (7%) yang diterima terkait belanja online.

“Aduan yang paling dominan diantaranya barang yang diterima rusak, barang pesanan tidak diterima, barang tidak sesuai dengan spesifikasi, transaksi tidak tervalidasi hingga terlambat dalam pengiriman,” kata Tulus dalam konferensi pers di Jumat (25/1/2019).

Melihat tingginya aduan konsumen tersebut, YLKI pun lanjut Tulus  mendorong pemerintah untuk segera membuat regulasi tentang belanja online. Ia mengatakan potensi pelanggaran hak konsumen sangat besar terjadi mengingat tidak adanya pengawasan regulator terutama terkait  transaksi antara konsumen dengan pedagang.

“Aneh bin ajaib jika sampai sekarang belanja online belum ditopang dengan regulasi yang memadai. Mulai belum adanya UU Perlindungan Data Pribadi,sampai RPP tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik,” tegasnya.

Untuk itu lembaganya mendesak pemerintah untuk segera mensahkan kedua RUU tersebut mengingat  besarnya antusias masyarakat dalam transaksi belanja elektronik

.”Pemerintah jangan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hak-hak kosumen saat melakukan transaksi termasuk belanja elektronik,”Ujarnya.

Sebelumnya YLKI merilis catatan perlindungan konsumen 2018. Hasilnya sebanyak 564 aduan diterima YLKI dari konsumen. Jumlah tersebut menurun bila dibandigkan tahun sebelumnya yang mencapai 642 aduan.

Dari 564 aduan, sebanyak 103 kasus (18%) didominasi sektor perbankan. Sisanya 98 kasus (17%) sektor perumahan, 81 kasus (14%) pinjaman online, 63 kasus (11%)  dari sektor telekomunikasi, 40 kasus (7%) belanja online, 27 kasus (5%) listrik, 21 kasus (4%) asuransi, 21 kasus (4%) leasing, 20 kasus (4%) umroh dan haji serta 13 kasus (2%) terkait transportasi.  

Tag: Belanja Online, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Lazada Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31