Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

OJK Catat Pertumbuhan Kredit Perbankan di Sumut Capai 7,09%

OJK Catat Pertumbuhan Kredit Perbankan di Sumut Capai 7,09% Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional (OJK KR) 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat pertumbuhan kredit perbankan Provinsi Sumut mencapai 7,09% dengan komposisi kredit produktif sebesar 43,82%. 

Kepala OJK KR 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, dalam rangka penguatan sektor ekonomi produktif,  Sumut masih menempati urutan teratas, disusul oleh Provinsi Riau, Sumbar, Kepri, dan Aceh. 

"Tentunya, fokus pada UMKM masih sasaran utama sebagai bagian pembinaan dan pengaturan pengawasan yang kami terapkan sehingga realisasinya di akhir tahun 2018 mampu menempatkan Sumut pada posisi teratas secara nominal dengan capaian Rp49 triliun disusul oleh Riau, Sumbar, Aceh, dan Kepri," katanya pada pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) di Medan, Jumat (25/1/2019).

Dikatakannya, walaupun secara persentase terhadap total kredit yang disalurkan, posisi Sumut masih cukup tertinggal (22,4%) dibandingkan dengan Sumbar, Riau dan Aceh yang masing-masing menyalurkan lebih dari 30 persen total kreditnya pada UMKM.

"Untuk penetrasi kredit bank umum konvensional masih relatif baik dan disalurkan dalam kerangka kehati-hatian, sebagaimana tercermin dari rasio perbandingan penyaluran dana terhadap penghimpunan dana sebesar 98,99 persen dan komposisi kredit dan pembiayaan tidak sehat sebesar 2,4%," ujarnya.

Tentunya keseluruhan ini didukung oleh kekuatan permodalan bank yang baik. Berdasarkan catatan, rata-rata rasio permodalan bank-bank berkantor pusat di regional 5 mencapai 22,97% atau melewati ambang batas minimal rasio yang dibutuhkan oleh setiap bank disesuaikan dengan tingkat resiko yang melekat dalam operasionalnya.

"Sementara, dari sisi entitas lembaga jasa keuangan yang fokus bisnisnya pada pembiayaan usaha mikro dan kecil (BPR), meskipun tata kelola pemberian kredit yang berhati-hati masih menjadi Pekerjaan Rumah yang perlu diselesaikan (NPL 8,23%)," ujarnya.

Namun pihaknya melihat peran intermediasi BPR juga masih terlaksana dengan baik sebagaimana tercermin dari rasio intermediasi (LDR) sebesar 93,48%.

"Dalam rangka meningkatkan dukungan terhadap program pemerintah, tahun ini kami telah meminta perbankan untuk memasang target penyaluran kredit dan pembiayaan di sektor Perumahan, Pariwisata, dan Industri Berorientasi Ekspor dengan target pemenuhan di tahun 2019 mencapai 90%," pungkasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Vicky Fadil

Bagikan Artikel: