Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:55 WIB. Perikanan - KKP bekerja sama dengan Perindo untuk memperkuat sistem logistik perikanan nasional.
  • 12:20 WIB. Emas - Sepanjang Juli-Desember 2018, produksi emas NHM mengalami penurunan sebesar 19,88%.
  • 12:19 WIB. BNI - BNI menggaet sejumlah nasabah baru dari gelaran Travel Fair Balikpapan 2019.
  • 12:19 WIB. Batubara - Kementerian ESDM menyatakan DMO batu bara tahun ini mencapai 128 juta ton.
  • 12:18 WIB. ADHI - Adhi Karya siap membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Marunda.
  • 12:17 WIB. BCA - BCA melalui aplikasi m-BCA menambah fitur baru berupa widget keyboard bertajuk BCA Keyboard.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.

Eka Tjipta Widjaja, Taipan yang Membangun Imperium Bisnis dari Nol

Foto Berita Eka Tjipta Widjaja, Taipan yang Membangun Imperium Bisnis dari Nol
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dunia bisnis Indonesia tengah berduka cita atas kepergian pendiri Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, yang meninggal dunia pada pukul 19:43 WIB, Sabtu (26/1/2019).

Eka Tjipta Widjaja selama ini dikenal sebagai sosok pebisnis sukses yang berhasil menduduki peringkat ketiga orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes pada tahun 2011 lalu. Selanjutnya, ia menjadi orang pertama terkaya di Indonesia menurut Majalah Globe Asia edisi Desember 2012 dengan kekayaan sebesar US$8,7 miliar.

Kekayaan Eka Tjipta tidak didapatkan dengan cuma-cuma. Ia harus kerja keras membangun bisnis dari nol. Berikut ini kisah sukses pria penerima gelar Doktor kehormatan dalam bidang Ekonomi dari Pittsburg State University ini dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

1. Pernah Tidur di Dek Bawah Kapal

Pada umur sembilan tahun, Eka dan ibunya bermigrasi dari Fujian, China ke Makassar, Sulawesi Selatan. Ia berlayar selama tujuh hari tujuh malam dan tidur di dek atau lantai kapal bagian paling bawah. Untuk pindah ke Indonesia, mereka harus meminjam uang dari rentenir.

2. Bekerja Serabutan Usai Lulus SD

Eka Tjipa pergi ke Makassar untuk menyusul sang ayah yang telah tiba lebih dulu dan menjalankan toko kecil di sana. Selama dua tahun berdagang, barulah mereka bisa melunasi utang-utangnya.

Oleh sebab itu, Eka hanya bisa sekolah hingga SD. Usai lulus, ia membantu orangtua berjualan barang-barang dari toko ayahnya. Berkeliling secara door-to-door dengan sepeda.

Pada usia 15 tahun, ia mencari pemasok kembang gula dan biskuit untuk menjalin kerja sama. Banyak pihak menolak tawaran kerja sama karena ia hanya bermodalkan ijazah SD. Tapi, ia terus berusaha sampai akhirnya berhasil mendapatkan pemasok. Ia pun mulai memiliki usaha sendiri yang berhasil memberikan profit.

3. Bisnis Hancur

Saat usahanya mulai berkembang, negara Jepang datang ke Indonesia untuk melakukan penjajahan. Kehadiran Jepang membuat bisnisnya hancur tak bersisa. Ia pun terpaksa menjadi pengangguran.

Walau begitu, ia terus berupaya untuk bangkit dari kegagalan. Saat berjalan-jalan di lingkungan dekat rumah, ia melihat ratusan tentara Jepang dan tumpukan terigu, semen, dan gula tak terpakai.

Besoknya, Eka sudah siap membuka lapak di sana dengan membawa bahan minuman dan enam ekor ayam yang telah dimasak. Gara-gara sepi peminat, ia akhirnya mentraktir bos tentara Jepang di lokasi tersebut.

Strategi ini ternyata berhasil membuat tentara tersebut membiarkan anak buah datang ke lapak Eka. Bahkan, ia mendapat izin mengangkat semua barang terbuang yang kemudian bisa dijual kembali.

Tak cuma berjualan bahan-bahan seperti terigu. Dengan semen yang didapatkan, ia juga mencoba untuk menjadi kontraktor pembuat kuburan, berjualan kopra, gula, wijen, dan teng teng (makanan Khas Makassar). Lagi-lagi saat usahanya mulai menunjukkan hasil, harga gula jatuh sehingga ia gulung tikar.

Eka terus berusaha dan kerja serabutan walau bisnis yang dijalani sering jatuh bangun. Pada tahun 50-an, dagangannya dijarah oknum tertentu sampai tak bersisa.

Sekitar 30 tahun kemudian, ia membeli 10 ribu hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Riau pada tahun 1980. Ia juga membeli mesin dan pabrik yang memuat 60 ribu ton kelapa sawit. Bisnisnya berkembang pesat. Hanya dalam waktu satu tahun,  ia berhasil membeli hingga 1.000 hektare perkebunan dan pabrik teh dengan kapasitas 20 ribu ton teh.

4. Mengembangkan Bisnis

Dengan hasil dari bisnis kelapa sawit dan teh, ia membeli Bank Internasional Indonesia (BII) dengan aset mencapai Rp13 miliar. Di bawah tangan dinginnya, bank tersebut berkembang dari dua cabang hingga 40 cabang dan aset menjadi Rp9,2 triliun.

Setelah bank, ia mencoba bisnis kertas dengan membeli PT Indah Kiat. Ia juga membangun ITC Mangga Dua, Green View Apartemen, dan Ambassador di Kuningan.

Selain bisnis, ia juga membangun Eka Tjipta Foundation (ETF)  yang berfokus pada pemberdayaan dan pembinaan, ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan hidup.

Tag: Eka Tjipta Widjaja, Sinar Mas Group

Penulis: Cahyo Prayogo

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31