Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:46 WIB. Kapal - 18 kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru.
  • 22:44 WIB. Kapal - Arus pendek diduga picu kebakaran kapal di Muara Baru.
  • 22:42 WIB. KEJ - Harian Indopos dan indopos.co.id dinyatakan melanggar KEJ terkait berita "Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?"
  • 22:34 WIB. Ikan - KKP menyatakan penguatan struktur ekonomi masyarakat pembudidaya ikan nasional menjadi program prioritas tahun ini.
  • 22:32 WIB. PDB - Menkop: pertumbuhan PDB tidak lepas dari andil koperasi syariah.
  • 22:30 WIB. Tol - Masuki Industri 4.0, transaksi nontunai menjadi bentuk modernisasi jalan tol.
  • 22:28 WIB. Voli - Bola voli putri PGN Popsivo Polwan berhasil juara Proliga 2019 usai kalahkan Jakarta Pertamina Energi.
  • 22:27 WIB. Pildun - Eko Yuli, atlet angkat besi nasional sabet emas piala dunia 2019.
  • 22:26 WIB. Dosen - Kemenag berikan penjelasan soal pemberhentian dosen bercadar karena melanggar disiplin pegawai.
  • 21:14 WIB. PBS - Gapki: perkebunan besar swasta (PBS) taar terhadap semua aturan bangun plasma.
  • 21:13 WIB. Twitter - Pendiri Twitter, Evan Williams mengundurkan diri.
  • 21:12 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR terus meningkatkan kualitas belanja anggaran infrastruktur.
  • 19:00 WIB. OSO - OSO angkat bicara soal kekerasan terhadap jurnalis di munajat 212.
  • 17:48 WIB. Prabowo - Prabowo tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan korupsi.
  • 17:47 WIB. Proliga - Bola Voli putri Jakarta BNI 46 juara tiga Proliga 2019.

Pemprov Diminta Segera Hadirkan Industri Pengolahan Kelapa

Foto Berita Pemprov Diminta Segera Hadirkan Industri Pengolahan Kelapa
Warta Ekonomi.co.id, Ternate -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) diminta segera menghadirkan industri pengolahan kelapa, karena hanya dengan cara itu harga produk itu, khususnya kopra bisa lebih tinggi.

"Kalau produk kelapa Malut hanya mengandalkan pemasaran dalam bentuk mentah ke provinsi lain, seperti terjadi selama ini maka sulit untuk mendapatkan harga yang tinggi," kata anggota DPRD Malut Irfan Umasugi di Ternate, Minggu (27/1/2019).

Apalagi ongkos pengiriman produk kelapa dari Malut ke daerah pemasaran, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Utara cukup mahal, sehingga otomatis para pedagang dan pengusaha di Malut akan membeli dengan yang lebih murah untuk menutupinya.

Menurut dia, kalau di Malut ada industri pengolahan kelapa, para petani kelapa melalui koperasi atau badan usaha di desa bisa langsung menjual produk kelapanya ke industri, sehingga akan mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Untuk melindungi petani kelapa di Malut dari kemungkinan industri pengolahan kelapa yang beroperasi nanti memberi dengan harga murah, Pemprov Malut dan pemerintah kabupaten/kota dapat mencegahnya dengan cara membuat regulasi mengenai penetapan harga standar penjualan produk kelapa.

Wakil Gubernur Malut, M Nasir Thaib mengaku Pemprov Malut terus berupaya menghadirkan industri pengolahan kelapa di daerah ini dan sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya.

Salah satu investor yang berminat membangun industri pengolahan kelapa di Malut adalah investor dari India, bahkan investor itu rencananya pada Februari 2019 akan datang ke Malut untuk membicarakan rencana investasinya dengan pihak Pemprov Malut.

Ia menambahkan, investor yang akan membangun industri pengolahan kelapa di Malut akan diupayakan tidak hanya yang akan mengolah kopra, tetapi juga produk lainnya dari kelapa, seperti sabut dan tempurungnya karena produk ini memiliki pangsa pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

Para petani kelapa di Malut dalam beberapa bulan terakhir ini mengeluhkan anjloknya harga kopra sampai pada angka Rp2.000-an per kilogram, sehingga mereka tidak lagi berminat mengolah kopra untuk menghindari kerugian, karena petani bisa menikmati untung kalau harga kopra di atas Rp5.000-an per kilogram.

Tag: Kelapa, Ternate

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93