Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:31 WIB. Jepang - Pemerintah Jepang cabut status izin tinggal 832 WNA pada tahun 2018 (naik 2x lipat)
  • 16:24 WIB. AS - Uber akan investasikan USD75 juta di negara bagian Texas
  • 16:11 WIB. China - Pasar robot China bakal mencapai USD8,68 M pada 2019
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,68% di akhir sesi II.
  • 15:26 WIB. WhatsApp Pay - BI belum tahu WhatsApp Pay akan masuk Indonesia. 
  • 14:36 WIB. Kabinet - PDIP: Risma berpeluang jadi menteri Jokowi.
  • 14:13 WIB. Korea- Mercedes-Benz telah investasikan 87 miliar Won di pusat logistik Korsel dalam 5 tahun terakhir
  • 11:40 WIB. Kripto - Rakuten Wallet luncurkan layanan perdagangan aset kripto di apps smartphone
  • 11:18 WIB. Greenland - Trump menunda pertemuan dengan pemimpin Denmark terkait penolakan penjualan Greenland.
  • 11:04 WIB. UAS - MUI akan memanggil Ustad Abdul Somad terkait pernyataan soal salib.

Derita Disleksia, Bos Virgin Group Bohongi Karyawan dan Jajaran Direksi

Derita Disleksia, Bos Virgin Group Bohongi Karyawan dan Jajaran Direksi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Umumnya, setiap pemimpin perusahaan mampu memahami istilah bisnis. Namun, bos perusahaan maskapai Virgin Group, Richard Branson berbeda. Dirinya mengaku mengalami disleksia, ia tidak memahami istilah bisnis yang rumit, perbedaan laba kotor dan bersih saja dia tidak mengerti. Ketidakpahamannya itu ternyata ia sembunyikan dari pegawai dan jajaran direksinya.

Branson berhenti sekolah saat usia 16 tahun dan memutuskan untuk merintis bisnis. Ia belajar bisnis sambal menjalankannya, atau learning by doing. Meskipun telah bergelut di dunia bisnis selama bertahun-tahun ia tidak pernah mengerti istilah-istilah bisnis dan ekonomi yang rumit.

"Saya telah menjalankan kelompok perusahaan swasta terbesar di Eropa bertahun-tahun, tetapi belum dapat mengetahui perbedaan antara laba bersih dan kotor," ungkapnya seperti yang dilansir dari CNBC Make It (28/1/2019).

Kekurangan Branson tidak ada yang tahu. Sampai pada saatnya dirinya terlihat kebingungan ketika menghadiri rapat dewan. Hal itu terlihat jelas ketika dia menanyakan apakah angka yang disajikan berarti berita baik atau kabar buruk. Akhirnya, sekitar 18 tahun yang lalu, seorang eksekutif yang merupakan koleganya memberitahu perbedaan tersebut.

Kolega Branson itu pun menggambar diagram dan membantunya memahami metrik pendapatan. Dan Branson akhirnya berhasil mengetahui perbedaannya ketika berusia 50-an.

"Jika saya tidak tertarik pada sesuatu, saya tidak akan memahaminya. Sebagai seseorang yang menderita disleksia, Anda sering mengalami beberapa situasi aneh," kata Branson.

Bagi Branson, disleksia bukanlah suatu kekurangan. Ia mengaku, disleksia membantunya berpikir kreatif dan menyederhanakan topik yang rumit. "Ini telah menjadi aset besar ketika membangun bisnis Virgin kami," tulisnya dalam blognya.

Pengaruh dari disleksianya yang membuat rumit memahami angka, Branson mempercayakan orang lain dalam bisnisnya. Dirinya tidak egois. Branson bersandar pada para ahli yang tahu topik, seperti keuangan yang lebih baik dari dirinya. Ini adalah keterampilan penting karena pengusaha harus belajar untuk mendelegasikan agar bisnis bisa tumbuh.

"Saya tidak pernah hebat dengan angka, jadi daripada melakukan pekerjaan dengan buruk, saya menemukan dan memperkerjakan Jack, (akuntan pertama Virgin Group)," katanya.

Kendati demikian, penting untuk Anda meminta bantuan, apa pun topiknya. Jika Anda jujur dengan diri sendiri, maka Anda dapat belajar banyak.

"Tidak perlu malu untuk mengakui bidang apa yang tidak bisa Anda kuasai dan kemungkinan akan gagal, dan terlibat dengan orang-orang yang dapat membantu," tulisnya.

Tag: Richard Branson, Virgin Group, Kisah Sukses

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Instagram/richardbranson

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.93 3,782.86
British Pound GBP 1.00 17,441.04 17,266.80
China Yuan CNY 1.00 2,034.56 2,014.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,330.00 14,188.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.15 1,808.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,354.05 10,249.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,904.87 15,745.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.63 3,398.32
Yen Jepang JPY 100.00 13,462.98 13,325.82

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17