Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:15 WIB. Huawei - Huawei bikin iPhone tak berdaya di China.
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter.¬†
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating¬†Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

OYO Jadi Pesaing Ketat RedDoorz di Indonesia

Foto Berita OYO Jadi Pesaing Ketat RedDoorz di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

OYO, jaringan perhotelan India telah memperkuat kehadirannya di Indonesia dengan menginvestasikan $100 juta. Belum lama OYO memasuki pasar Indonesia, pada Selasa (29/1/2019) OYO disebut-sebut telah menjadi pasar terbesar ketiga di Asia Tenggara.

Kehadiran OYO di Indonesia membuat jaringan perhotelan asal Singapura, RedDoorz tersaingi. Pasalnya, keduanya sama-sama terus memperluas bisnisnya.

Berita investasi OYO muncul setelah rencana ekspansi regional RedDoorz di Indonesia. Jaringan hotel budget yang berbasis di Singapura itu mengungkap rencananya untuk memperluas di sepuluh kota baru di Jawa Timur, dimulai dengan Pasuruan dan Jember. RedDoorz juga berada pada dorongan ekspansi agresif untuk menangkap sebagian besar negara-negara Asia Tenggara. Baru-baru ini, RedDoorz juga dikabarkan telah berkembang di pasar Filipina, dan segera setelah itu OYO mengumumkan ekspansi di wilayah yang sama.

“Kami berniat untuk berinvestasi lebih dari $100 Juta (INR 711 Cr) di pasar Indonesia dengan pertumbuhan tinggi ini dan berencana untuk memperluas kehadiran kami ke 100 kota teratas di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Bandung, Surabaya yang baru-baru ini kami masuki dan mendobrak masuk ke Bali 11 bulan berikutnya,” kata Ritesh Agarwal, pendiri dan CEO grup OYO Hotels and Homes, yang dilansir dari Entrepreneur.com (29/1/2019).

Diluncurkan pada Oktober 2018, perusahaan ini memulai operasinya di Indonesia dengan 30 hotel eksklusif dengan inventaris lengkap dan 1.000 kamar di Jakarta, Surabaya, dan Palembang. Saat ini, OYO telah tumbuh lima kali lipat hanya dalam waktu tiga bulan, menjadi lebih dari 4.100 kamar, lebih dari 150 hotel di 16 kota.

Membahas mengenai strategi miliaran dolar untuk berkembang pesat, Agarwal mengatakan, "Kami percaya bahwa rahasia kami untuk sukses di Indonesia adalah cara kami membangun bisnis ini di sini. Kami memasuki Indonesia dengan pola pikir perusahaan Indonesia yang melihat peluang untuk meniru model bisnis OYO yang sukses di India untuk menciptakan sesuatu yang unik dan relevan bagi Indonesia, dan hasilnya terlihat.”

Didirikan oleh jebolan perguruan tinggi berusia 25 tahun, OYO Rooms juga telah melaju penuh dalam memperluas kehadirannya di Asia Tenggara, bukan hanya di Indonesia. Perusahaan sudah memiliki kehadiran yang kuat di India dan China melalui waralaba.

Dikutip dari Skift, Agarwal mengatakan, “Ini hanya jumlah awal untuk memulai. Perusahaan ini menggandakan investasinya di Asia Tenggara karena bertujuan untuk menjadi rantai hotel terbesar di dunia dalam skala, pendapatan, dan margin pada tahun 2023.”

Tag: OYO Hotels, RedDoorz, bisnis perhotelan

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31