Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,45 USD/barel.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,96 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2554 USD/GBP.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1273 USD/EUR.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 107,57 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.794 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,30% di akhir sesi I.

Serapan Jagung Bulog Akan Lebih Optimal Tanpa HPP

Serapan Jagung Bulog Akan Lebih Optimal Tanpa HPP
WE Online, Jakarta -

Penyerapan jagung oleh Bulog akan lebih optimal tanpa diberlakukannya Harga Pokok Penjualan (HPP). HPP justru menghambat kerja Bulog untuk menyerap jagung dari petani. Hal ini tentu membuat target serapan jagung sebanyak 250.000 ton dikhawatirkan tidak akan tercapai.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman mengatakan, HPP sebesar Rp3.150 per kilogram akan mempersulit penyerapan karena harga di pasaran sudah lebih tinggi dari HPP. Ini akan membuat petani lebih memilih menjual hasil panennya ke tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi dari HPP. Walaupun begitu, petani tetap tidak akan untung karena hanya punya sedikit pilihan untuk menjual hasil panennya.

"Kemungkinan petani memutuskan menjual hasil panennya ke tengkulak, pada akhirnya akan mengganggu pasokan dan stabilitas harga jagung di pasaran," jelas Ilman melalui siaran pers, Selasa (29/1/2019).

Untuk itu, Ilman menyarankan pemerintah tidak mematok harga jual beli. Pemerintah sebaiknya meninjau ulang, jika perlu mencabut skema HPP, agar target serapan jagung bisa tepenuhi.

Selain itu, Bulog sebaiknya menyediakan gudang sesuai standar untuk penyimpanan jagung ke dalam tiga level sebagaimana yang dilakukan untuk beras. Penyediaan gudang terstandar tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas jagung dan menyesuaikan kondisi pusat produksi jagung yang notabene tersebar dalam skala ekonomi yang juga beragam.

Pemerintah juga perlu mendorong kepala daerah bersama koperasi desa atau petani jagung untuk membangun gudang sendiri. Hal ini akan berdampak positif karena sedari awal, hasil pasca-panen dapat dijaga kualitasnya untuk menjamin harga yang tidak terlalu rendah.

Dengan memastikan kualitas jagung dari petani sejak awal sudah sangat baik, pemerintah tidak perlu lagi mengatur harga lewat penerapan HPP. Dengan pembangunan gudang di sentra produksi yang dikelola pemda beserta koperasi petani jagung di masing-masing tempat, diharapkan kualitas jagung bisa lebih bermutu dan bernilai jual tinggi.

"Apabila kondisi tersebut sudah tercapai, peran HPP tidak diperlukan lag karena petani bisa mendapatkan marjin dari penjualan jagung dengan kualitas yang lebih baik," tutup Ilman.

Baca Juga

Tag: Jagung, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,874.97 3,835.39
British Pound GBP 1.00 18,239.49 18,056.56
China Yuan CNY 1.00 2,069.18 2,048.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,532.30 14,387.70
Dolar Australia AUD 1.00 10,082.51 9,979.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,875.11 1,856.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.18 10,307.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,386.62 16,219.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.78 3,359.26
Yen Jepang JPY 100.00 13,502.09 13,366.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4987.082 -1.784 696
2 Agriculture 1049.824 4.364 23
3 Mining 1286.833 -0.065 48
4 Basic Industry and Chemicals 754.468 -2.937 80
5 Miscellanous Industry 874.683 -0.700 52
6 Consumer Goods 1808.082 -7.428 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.064 -1.319 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 900.558 5.889 78
9 Finance 1079.658 1.250 93
10 Trade & Service 605.831 -0.810 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 115 155 40 34.78
2 UANG 168 226 58 34.52
3 TECH 131 170 39 29.77
4 ARGO 820 1,025 205 25.00
5 ANJT 496 605 109 21.98
6 KBLI 394 470 76 19.29
7 YPAS 402 468 66 16.42
8 PURA 98 114 16 16.33
9 BRIS 396 452 56 14.14
10 LPIN 224 254 30 13.39
No Code Prev Close Change %
1 MASA 575 535 -40 -6.96
2 EMTK 4,900 4,560 -340 -6.94
3 PEHA 1,230 1,145 -85 -6.91
4 LMAS 58 54 -4 -6.90
5 ATIC 870 810 -60 -6.90
6 LIFE 7,250 6,750 -500 -6.90
7 PRIM 320 298 -22 -6.88
8 VRNA 131 122 -9 -6.87
9 HELI 264 246 -18 -6.82
10 KRAH 470 438 -32 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 396 452 56 14.14
2 PURA 98 114 16 16.33
3 KPIG 110 111 1 0.91
4 BCAP 157 157 0 0.00
5 BBRI 3,040 3,030 -10 -0.33
6 IPTV 364 362 -2 -0.55
7 TLKM 3,050 3,120 70 2.30
8 ANTM 640 650 10 1.56
9 TKIM 6,200 6,625 425 6.85
10 TOWR 1,110 1,095 -15 -1.35