Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:56 WIB. China - Wearable device yang dikirim China naik 34,3% pada kuartal 2 atau 23,07 juta unit
  • 09:34 WIB. Serangan Aramco - PBB sambut baik rencana pemberontak Houthi akhiri semua serang ke Arab Saudi
  • 09:04 WIB. AS - Barron Hilton meninggal dalam usia 91 tahun di kediaman Los Angeles
  • 08:56 WIB. AS - Twitter menangguhkan ribuan akun yang memiliki hubungan dengan pemerintah di Timteng
  • 04:14 WIB. India - AS dan India akan bahas penurunan tarif pada beberapa produksi AS dan perlakuan khusus ekspor India ke AS
  • 04:01 WIB. Turki - Pengadilan Turki hukum penjara 14 orang karena terhubung dengan IS ekstrimis
  • 03:56 WIB. Irak - DK PBB perpanjang mandat tim untuk selidiki kejahatan IS di Irak
  • 03:45 WIB. Thailand - Pemerintah Thailand peringatkan semua provinsi perbatasan waspada karena demam babi ditemukan di negara tetangga

Regulasi Ojek Online Rampung Pertengahan Februari, Bentuknya Permen

Regulasi Ojek Online Rampung Pertengahan Februari, Bentuknya Permen - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan untuk menyelesaikan regulasi ojek dalam jaringan (online) pada pertengahan Februari 2019. Tak disangka, ternyata proses penyelesaian itu lebih cepat dari rencana awal, yakni April 2019.

Menurut Direktur Angkutan dan Multimoda Kemenhub, Ahmad Yani, setelah diskusi dengan para pihak terkait tengah mencapai kesepakatan, Rencana Peraturan Menteri itu akan diteruskan ke biro hukum Kemenhub.

“Lalu akan dibahas secara internal dalam waktu 1 hingga 2 hari. Baru kemudian, disampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM,” papar Yani, Senin (28/1/2019) di Hotel Swiss-Belinn, Jakarta.

Adapun pihak yang dilibatkan dalam diskusi rencana aturan ojek daring, antara lain: aplikator (Go-Jek dan Grab), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Perekonomian, ahli transportas, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan perwakilan mitra pengemudi roda 2 atau tim 10. Salah satu hal utama yang dimuat dalam rencana aturan itu adalah tarif.

Yani menjelaskan, Ia belum bisa sampaikan besarannya, tetapi konsep dasar menghitung tarifnya serupa angkutan umum di Jakarta.

"Jadi, kami coba simplifikasi konsep dari angkutan bus, angkutan sewa khusus (ASK), mikrolet, Setelah itu kami implementasikan ke sepeda motor," ungkap Yani di Jakarta Senin (28/1/2019).

Aturan itu juga akan mengatur pemberhentian sementara (suspend) akun mitra pengemudi. Tingkatan, penyebab, dan waktu pemberhentian juga akan dimuat di dalamnya. Melalui aturan tersebut, Kemenhub berharap aplikator tidak semena-mena lagi saat melakukan suspend.

“Karena aplikator sudah memiliki satgas di lapangan, kami harap bisa sosialisasi ke mitra pengemudi dan komunitas bahwa suspend ada tingkatannya. Kapan itu (suspend) bisa dibuka juga ada detailnya,” ujar Yani lagi.

Di luar kedua hal itu, masalah keamanan dan hubungan mitra dengan aplikator juga diatur dalam rencana peraturan menteri tersebut. Sementara, perihal lokasi antarjemput, Kemenhub meminta pemerintah daerah untuk membantu menyiapkan kantung-kantung parkir di beberapa titik sehingga tak mengganggu lalu lintas.

“Pemerintah daerah pun sebaiknya mengatur di mana tempat menaik-turunkan penumpang. Saya kira tidak sulit menyiapkan itu, saya kira di beberapa aturan daerah sudah ada aturannya dan sebagian sudah ada yang menyiapkan, namun ada juga yang belum," tambahnya.

Mengenai implementasi regulasi taksi online, Yani mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi mulai Februari 2019. Sebelumnya, Kemenhub sudah melakukan uji publik.

“Ada tenggat waktu sampai April, tugas kami sekarang mengajak teman-teman di taksi online atau ASK untuk sosialisasi. Mulainya bulan depan dan dibantu tim 7 atau perwakilan mitra pengemudi,” tutup Yani.

Tag: Ojek Online, PT Go-Jek Indonesia, Grab, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Go-Jek

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69