Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:05 WIB. Apple - Beredar kabar Apple patenkan ponsel layar lipat lagi. 
  • 23:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek cari suntikan modal Rp28 triliun.
  • 23:02 WIB. Xiaomi - Robot penyedot debu dan lampu pintar Xiaomi masuk Indonesia.
  • 23:00 WIB. NASA - Tahun ini NASA mau mendarat di Bulan.
  • 21:15 WIB. Huawei - Huawei bikin iPhone tak berdaya di China.
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter. 
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Jawab Tantangan Ridwan Kamil, Bank BJB Butuh Pimpinan Baru

Foto Berita Jawab Tantangan Ridwan Kamil, Bank BJB Butuh Pimpinan Baru
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Penyegaran di tubuh Bank BJB dirasa perlu jika ingin membawa kultur dan semangat baru ke dalam perbankan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tersebut. Berbagai harapan baru yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) akan sulit terpenuhi jika sumber daya manusia (SDM) di BUMD itu tidak diperbaharui.

Demikian diungkapkan pakar ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta (Acu), saat mengomentari proses seleksi direksi Bank BJB yang tahapannya sudah dimulai. Ia menuturkan, eksistensi Bank BJB saat ini tidak terlepas dari peran besar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat dan Banten.

Suntikan modal dan transaksi dari pemerintah daerah menjadi ruh bagi BUMD tersebut. Seiring pergantian tampuk kepemimpinan, Emil selaku Gubernur Jawa Barat yang baru sekaligus pemegang saham mayoritas ingin memberi sentuhan baru untuk Bank BJB.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini ingin arah Bank BJB kembali ke semula yakni sebagai bank pembangunan daerah (BPD). Dia juga ingin bank pelat merah ini lebih fokus dalam mengembangkan sektor usaha mikro dan kecil menengah (UMKM).

"Sekarang bagaimana Bank BJB mampu memperhatikan entitas lain di luar pemerintah. Misalkan UMKM, infrastruktur, jadi itu hal yang baru," katanya kepada wartawan di Bandung, Kamis (31/1/2019).

Selain itu, Acu pun menilai kinerja Bank BJB dalam beberapa tahun ini kurang optimal. Padahal, menurut dia BUMD tersebut memiliki potensi yang besar untuk lebih bersaing dengan bank yang setingkat. Sebagai contoh, menurutnya daya saing Bank BJB di wilayah perkotaan masih kalah dibanding bank-bank lainnya.

"Bank besar, potensi besar, tapi kurang optimal. Padahal, BJB lebih kuat basisnya di kabupaten-kabupaten," ujarnya.

Selain itu, tingkat bunga bank tersebut kurang kompetitif dibanding yang lainnya. Hal Ini tidak terlepas dari peran pemerintah daerah yang besar dalam melakukan transaksi di bank tersebut. Jumlah kredit bermasalah (NPL) di Bank BJB pun lebih tinggi dari ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia.

"Kita melihat sebagian besar DPK di Bank BJB lebih banyak mengandalkan dana-dana penyertaan modal pemerintah, kemudian dana-dana pengelolaan PNS, dan sebagainya," ungkapnya

Tak hanya itu, Acu pun menilai Bank BJB kurang optimal dalam mengembangkan sistem teknologi informasi perbankan. Menurutnya dibandingkan dengan bank selevel yang sedikit lebih tinggi dibanding BJB dari sisi aset dan sebagainya, kemampuan sistem informasi teknologi di Bank BJB sangat lamban.

"Kan kita sekarang di era digital. Faktor ini menjadi hal penting dalam menghadapi persaingan saat ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Acu menilai manajemen Bank BJB perlu diperbaharui oleh SDM baru yang mampu menunjukan keberpihakan terhadap sektor-sektor itu. Dia berharap seleksi calon direksi Bank BJB yang telah dimulai ini dijalankan dengan baik agar menjadi pintu masuk bagi profesional perbankan yang bisa mewujudkan kultur baru itu. Dia meyakini sosok baru yang dihasilkan proses seleksi ini bisa memenuhi tantangan tersebut. 

"Karena kalau tidak, menurut saya akan sama dengan sebelum-sebelumnya. (Proses seleksi) itu hanya bungkus baru dari pertimbangan-pertimbangan yang mungkin lebih banyak unsur politis dari pemegang saham, kepentingan politis pemegang saham. Bahwa pemegang saham merekrut berdasarkan control yang cukup optimal terhadap dewan direksi di BJB," tegasnya.

Ditanya soal aturan main dalam proses seleksi Direksi Bank Bjb tersebut, Acu mencium persoalan karena terkesan menutup kesempatan bagi sebagian pendaftar. Hal ini bertentangan dengan keinginan Emil yang akan membuka peluang dan kesempatan yang sama kepada setiap kandidat.

"Ini satu hal yang menurut saya tidak fair. Artinya kita dalam merekrut apapun, yang lebih bagus itu semakin banyak kesempatan yang diberikan, tentu dengan batas-batas kompetensi, yang sesuai. Itu akan lebih bagus karena pilihannya lebih banyak, lebih beragam," jelasnya.

Dengan begitu, persyaratan seleksi yang tertuang dalam AD/ART perusahaan bisa saja dievaluasi demi proses yang terbaik. "Menurut saya bukan suatu hal yang tabu, perubahan AD/ART bisa dilakukan, sepanjang jelas dasar pertimbangannya, jelas sasarannya, itu saya kira bisa dilakukan," tegasnya.

Perubahan AD/ART inipun, lanjut Acu, lazim dilakukan bank lain termasuk yang berstatus BUMN. Pasalnya, Banyak BUMN-BUMN melakukan perubahan AD/ART. 

"Ini cukup lazim. Perubahan kebijakan-kebijakan strategis perusahaan, kaitannya dengan perusahaan pelat merah, itu sangat dinamis, sepanjang memang sesuai dengan kebutuhan dan kecenderungan pasar," pungkasnya.

Tag: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB), Ridwan Kamil

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31