Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:45 WIB. Minyak -  Brent crude futures naik  $1.80, atau  3%, menjadi  $62.74 per barel pada 11:11 am EDT (1511 GMT)
  • 23:44 WIB. Minyak - U.S. West Texas Intermediate crude futures naik  $2.26, atau  4.4%, menjadi  $54.19 per barel pada  11:11 a.m. EDT (1511 GMT).
  • 23:35 WIB. Airbus - Airbus memenangkan order 100 pesawat, kalahkan Boeing.
  • 23:23 WIB. Libra - Visa, Mastercard, PayPal akan bergabung Facebook membangun uang kripto.
  • 23:13 WIB. Maskapai - Vietnam Airlines minta dukungan Pemerintah untuk membeli 100 pesawat baru.
  • 23:02 WIB. Uang Kripto - Menkeu Prancis mengajak bank sentral Eropa untuk me-review token Facebook.
  • 22:41 WIB. Libra - Facebook mengatakan Libra akan jadi saingan US$.
  • 21:48 WIB. Taiwan - Giant Mamufacturing akan memindahkan basis produksinya dari China ke Taiwan.
  • 21:27 WIB. Perang Dagang - Trump mengatakan akan ada "extended meeting" dengan Xi Jinping di G-20.
  • 20:58 WIB. Perbankan - BRI meluncurkan aplikasi BRI Credit Mobile.
  • 20:55 WIB. Delisting - Saham PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) dan PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK) tahun ini terancam kena delisting.
  • 20:42 WIB. KA - Pemudik moda Kereta Api di Daop VI tumbuh 6%.
  • 20:42 WIB. Paris - Menkeu Prancis menjadikan aliansi Renault dengan Nissan sebagai prioritasnya.
  • 19:12 WIB. Pertamina - Pertamina dan Aramco sepakat melanjutkan kerja sama kilang Cilacap.
  • 18:36 WIB. Bekraf - Bekraf menargetkan 2.200 layar bioskop hingga tahun depan.

Sarinah Bangun Superblock Senilai Rp1,8 T

Sarinah Bangun Superblock Senilai Rp1,8 T - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Sarinah (Persero) akan membangun 2 tower di sisi jalan sunda setinggi 164 meter dengan 41 lantai. Proyek dengan investasi senilai Rp1,8 triliun ini direncanakan pada Maret 2019 dilakukan ground breaking dan diselesaikan dalam waktu 30 bulan, dengan menggandeng PT Wijaya Karya dan PT PP selaku konstruktor. Gedung baru tersebut dibangun untuk memfasilitasi produk-produk premium. Seperti fashion dan resto-resto highend serta ruang perkantoran dengan fasilitas modern seperti MICE berstandar internasional (kapasitas minimal 2.000 pcs).

“Gedung lama tetap kami pertahankan karena merupakan salah satu saksi sejarah ritel di Indonesia, kami hanya bisa melakukan perubahan interiornya, karena Sarinah menjadi salah satu heritage dan kami berharap Sarinah bisa menjadi Harrods nya Indonesia," kata Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, di acara Sarinah Awarding Night di Sari Pasific Hotel Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Adanya superblock yang akan berdiri di lahan seluas 2,8 hektar di antara jalan Thamrin, Wahid Hasyim, Sunda dan Sabang tersebut diyakini bakal mendongkrak nilai property perusahaan hingga 400% karena lokasinya yang terbilang strategis. Asal tahu saja, respon pasar terhadap tower l terbilang sangat positif. Sementara rencana pembangunan tower ll masih menunggu pembebasan lahan yang saat ini ditempati Kemang Cafe dan Martabak Bos. Superblock ini akan menggunakan konsep mix use dimana 70% segmen bisnis dan sisanya komersil.

"Kami lihat preferensi customer kami saat ini berubah. Kalau dulu mereka ke toko sekedar belanja baju, kerajinan atau makanan, sekarang lebih banyak kongkow kuliner atau aktivitas entertainment yang dipadukan dengan bisnisnya. Makanya kami berubah. Kami harap ini akan jadi icon perdagangan, pariwisata dan MICE masyarakat Jakarta dan Indonesia umumnya. Nanti juga dilengkapi 3 lantai basemen untuk parkir masyarakat yang biasanya kuliner di Sabang jadi lebih rapi jalannya," tambah dia.

Ia melanjutkan, meski di era ecommerce saat ini banyak market place maupun webstore mendominasi industri retail namun perusahaan optimis dengan adanya superblock tersebut lantaran ke depan, offline store diyakini akan sangat strategis posisinya karena sudah terjadi fenomena online to offline (O2O) secara worldwide.

"Hal ini lantaran masyarakat tetap membutuhkan presensi atau toko offline sebagai tempat display. 'Dan kalau di online kita cermati kan barangnya mass market ya dan harganya terjangkau. Kalau di toko-toko kita barangnya branded, unik, premium, kalau batik ya batik tulis misalnya. Ini kan jarang ada di online karena batik tulis gak bisa diproduksi secara massal," kata dia.

Menurut Sudiarta Yasa, hampir enam dasawarsa Sarinah The Window of Indonesia meramaikan dan memberikan sejarah dalam perkembangan industri ritel di Indonesia. Selama ini, Sarinah telah mengayomi, membina dan memasarkan produk dari para pelaku indsutri kreatif seperti batik, tenun, kerajinan dan kuliner.

Terkait, gelaran Sarinah Awarding Night, menurut Sudiarta Yasa, kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang didedikasikan kepada para mitra kerja Sarinah, supplier, tenant dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan profit.

"Para mitra kerja (supplier UKM) ini, yang jumlahnya lebih dari 1.200 telah bersama-sama membangun Sarinah tetap eksis dan berdiri kokoh dari gempuran peritel modern dan asing. Kerjasama kita ada di 18 kota termasuk Malang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Palembang, dan Medan," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Retail PT Sarinah, Lies Permana Lestari mengatakan, mitra kerja merupakan hal yang sangat penting bagi Sarinah. Tanpa mitra kerja Sarinah tidak akan eksis sampai saat ini.

"Penghargaan ini untuk mitra-mitra kita yang setia," jelasnya.

Lebih lanjut Lies mengatakan, Sarinah ada untuk membantu dan meningkatkan perekonomian.

"Kami kaya akan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Itu yang tidak dimiliki ritel lain. Kami juga melakukan pembinaan supaya UKM-UKM naik kelas," imbuhnya

Tag: PT Sarinah (Persero), Properti

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Yosi Winosa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,841.29 3,802.19
British Pound GBP 1.00 18,047.84 17,861.73
China Yuan CNY 1.00 2,089.58 2,068.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,406.00 14,262.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,859.47 9,759.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,839.21 1,820.64
Dolar Singapura SGD 1.00 10,516.10 10,410.22
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.26 16,019.08
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,448.89 3,411.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,300.71 13,164.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.330 66.805 635
2 Agriculture 1388.988 1.248 21
3 Mining 1588.662 -10.722 46
4 Basic Industry and Chemicals 739.579 -1.105 71
5 Miscellanous Industry 1295.411 16.430 47
6 Consumer Goods 2445.115 29.514 52
7 Cons., Property & Real Estate 483.431 15.801 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.946 11.538 74
9 Finance 1278.843 17.757 90
10 Trade & Service 802.333 2.985 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 296 370 74 25.00
2 SMBR 785 980 195 24.84
3 DUTI 3,820 4,750 930 24.35
4 KONI 372 436 64 17.20
5 MKPI 13,600 15,925 2,325 17.10
6 HELI 167 195 28 16.77
7 MIDI 1,020 1,190 170 16.67
8 MNCN 975 1,130 155 15.90
9 BMTR 360 406 46 12.78
10 PICO 268 300 32 11.94
No Code Prev Close Change %
1 BLTZ 4,950 3,800 -1,150 -23.23
2 INPP 995 800 -195 -19.60
3 ARMY 268 220 -48 -17.91
4 FITT 173 143 -30 -17.34
5 NICK 278 236 -42 -15.11
6 SDMU 72 62 -10 -13.89
7 SOSS 430 378 -52 -12.09
8 SMRU 176 156 -20 -11.36
9 KBLV 410 364 -46 -11.22
10 BUVA 112 100 -12 -10.71
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 975 1,130 155 15.90
2 CCSI 250 246 -4 -1.60
3 BMTR 360 406 46 12.78
4 CENT 90 95 5 5.56
5 BBRI 4,200 4,260 60 1.43
6 TLKM 3,900 3,980 80 2.05
7 WEGE 314 332 18 5.73
8 BDMN 4,250 4,110 -140 -3.29
9 POLY 100 99 -1 -1.00
10 SMRU 176 156 -20 -11.36