Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:59 WIB. Apple - Apple persiapkan jajaran produk baru untuk 2019.
  • 12:43 WIB. Twitter - Ada 1,5 juta tweet seputar Debat Pilpres 2019 semalam.
  • 12:00 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup hijau 1,20% ke level 6.466,04.
  • 11:53 WIB. Suspensi - BEI suspensi saham lima emiten publik karena belum lunasi pokok dan denda ALF 2019. 
  • 11:27 WIB. Australia - Australia siap buka gerbang ekspor otomotif dari Indonesia.

Sarinah Bangun Superblock Senilai Rp1,8 T

Foto Berita Sarinah Bangun Superblock Senilai Rp1,8 T
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Sarinah (Persero) akan membangun 2 tower di sisi jalan sunda setinggi 164 meter dengan 41 lantai. Proyek dengan investasi senilai Rp1,8 triliun ini direncanakan pada Maret 2019 dilakukan ground breaking dan diselesaikan dalam waktu 30 bulan, dengan menggandeng PT Wijaya Karya dan PT PP selaku konstruktor. Gedung baru tersebut dibangun untuk memfasilitasi produk-produk premium. Seperti fashion dan resto-resto highend serta ruang perkantoran dengan fasilitas modern seperti MICE berstandar internasional (kapasitas minimal 2.000 pcs).

“Gedung lama tetap kami pertahankan karena merupakan salah satu saksi sejarah ritel di Indonesia, kami hanya bisa melakukan perubahan interiornya, karena Sarinah menjadi salah satu heritage dan kami berharap Sarinah bisa menjadi Harrods nya Indonesia," kata Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, di acara Sarinah Awarding Night di Sari Pasific Hotel Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Adanya superblock yang akan berdiri di lahan seluas 2,8 hektar di antara jalan Thamrin, Wahid Hasyim, Sunda dan Sabang tersebut diyakini bakal mendongkrak nilai property perusahaan hingga 400% karena lokasinya yang terbilang strategis. Asal tahu saja, respon pasar terhadap tower l terbilang sangat positif. Sementara rencana pembangunan tower ll masih menunggu pembebasan lahan yang saat ini ditempati Kemang Cafe dan Martabak Bos. Superblock ini akan menggunakan konsep mix use dimana 70% segmen bisnis dan sisanya komersil.

"Kami lihat preferensi customer kami saat ini berubah. Kalau dulu mereka ke toko sekedar belanja baju, kerajinan atau makanan, sekarang lebih banyak kongkow kuliner atau aktivitas entertainment yang dipadukan dengan bisnisnya. Makanya kami berubah. Kami harap ini akan jadi icon perdagangan, pariwisata dan MICE masyarakat Jakarta dan Indonesia umumnya. Nanti juga dilengkapi 3 lantai basemen untuk parkir masyarakat yang biasanya kuliner di Sabang jadi lebih rapi jalannya," tambah dia.

Ia melanjutkan, meski di era ecommerce saat ini banyak market place maupun webstore mendominasi industri retail namun perusahaan optimis dengan adanya superblock tersebut lantaran ke depan, offline store diyakini akan sangat strategis posisinya karena sudah terjadi fenomena online to offline (O2O) secara worldwide.

"Hal ini lantaran masyarakat tetap membutuhkan presensi atau toko offline sebagai tempat display. 'Dan kalau di online kita cermati kan barangnya mass market ya dan harganya terjangkau. Kalau di toko-toko kita barangnya branded, unik, premium, kalau batik ya batik tulis misalnya. Ini kan jarang ada di online karena batik tulis gak bisa diproduksi secara massal," kata dia.

Menurut Sudiarta Yasa, hampir enam dasawarsa Sarinah The Window of Indonesia meramaikan dan memberikan sejarah dalam perkembangan industri ritel di Indonesia. Selama ini, Sarinah telah mengayomi, membina dan memasarkan produk dari para pelaku indsutri kreatif seperti batik, tenun, kerajinan dan kuliner.

Terkait, gelaran Sarinah Awarding Night, menurut Sudiarta Yasa, kegiatan tersebut merupakan acara tahunan yang didedikasikan kepada para mitra kerja Sarinah, supplier, tenant dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan profit.

"Para mitra kerja (supplier UKM) ini, yang jumlahnya lebih dari 1.200 telah bersama-sama membangun Sarinah tetap eksis dan berdiri kokoh dari gempuran peritel modern dan asing. Kerjasama kita ada di 18 kota termasuk Malang, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Makasar, Palembang, dan Medan," ujar dia.

Sementara itu, Direktur Retail PT Sarinah, Lies Permana Lestari mengatakan, mitra kerja merupakan hal yang sangat penting bagi Sarinah. Tanpa mitra kerja Sarinah tidak akan eksis sampai saat ini.

"Penghargaan ini untuk mitra-mitra kita yang setia," jelasnya.

Lebih lanjut Lies mengatakan, Sarinah ada untuk membantu dan meningkatkan perekonomian.

"Kami kaya akan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Itu yang tidak dimiliki ritel lain. Kami juga melakukan pembinaan supaya UKM-UKM naik kelas," imbuhnya

Tag: PT Sarinah (Persero), Properti

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Yosi Winosa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,780.63 3,741.87
British Pound GBP 1.00 18,315.27 18,130.41
China Yuan CNY 1.00 2,095.36 2,074.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,177.00 14,035.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.64 10,040.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.54 1,788.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,463.50 10,352.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,046.95 15,884.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.02 3,440.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.38 12,696.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31