Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:41 WIB. Perum Perhutani - Kemal Sudiro diangkat sebagai direktur SDM, Umum dan IT Perum Perhutani.
  • 12:09 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,90% ke level 6,468,83 di akhir sesi I.
  • 10:42 WIB. Mandiri - Bank Mandiri telah merampungkan kajian mengenai akuisisi sebagian saham Bank Permata.
  • 10:41 WIB. Mandiri - Bank Mandiri menawar Bank Permata di harga Rp1.115-Rp1.200 per saham.
  • 10:41 WIB. DJBC -  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam hal pembayaran bea cukai.
  • 10:03 WIB. Suku Bunga - Yellen: The Fed perlu menurunkan suku bunga acuan. 
  • 10:02 WIB. Resesi - Mantan Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan yield obligasi pemerintah AS bukan tanda akan terjadi resesi. 
  • 09:55 WIB. WIKA - Wijaya Karya memperoleh kontrak baru senilai Rp10,5 triliun.
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,04% ke level Rp14.175 per dolar AS. 
  • 09:02 WIB. INKA - INKA dan Len Industri membidik proyek perkeretaapian di Afrika.

PT Vale Indonesia Catat Penjualan US$776,9 Juta pada 2018, Ini Penjelasannya

PT Vale Indonesia Catat Penjualan US$776,9 Juta pada 2018, Ini Penjelasannya - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

PT Vale Indonesia mencatat penjualan mencapai US$776,9 juta pada 2018. Terjadi kenaikan 23% dibandingkan penjualan perusahaan pada tahun lalu sebesar US$629,3 juta. Peningkatan penjualan dipengaruhi berbagai faktor, baik itu harga realisasi rata-rata nikel maupun harga bahan bakar dan batu bara.

"Harga realisasi rata-rata pengiriman nikel dalam matte pada 2018 sebesa US$ 10.272 per ton, naik dari harga tahun 2017 sebesar US$8.106 per ton. Beban pokok pendapatan perseroan pada 2018 juga meningkat sebesar US$50,1 juta atau 8% dari US$622,8 juta pada 2017 menjadi US$672,9 juta," kata CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanter, Jumat (1/2/2019).

"Ya hal ini (peningkatan penjualan) terutama terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar dan batubara," sambung Nico Kanter, dalam keterangan persnya kepada Warta Ekonomi. 

Secara umum, PT Vale merilis berhasil membukukan EBITDA sebesar US$ 235,7 juta pada 2018. Pencapaian tersebut terutama didorong oleh peningkatan harga realisasi dan kemampuan untuk menerapkan manajemen biaya yang hati-hati.

Nico Kanter menyebut harga realisasi rata-rata pada 2018 lebih tinggi 27% dibandingkan harga pada 2017. Kenaikan harga tentunya membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. "Namun, apa yang membedakan adalah kemampuan kami untuk mengelola biaya secara hati-hati. Pada awal 2018, kami meluncurkan program tantangan US$50 juta target pengurangan biaya dalam tiga tahun." 

Baca Juga: Vale Indonesia Siap Tawarkan Divestasi Saham

"Sejak saat itu, kami telah melakukan serangkaian inisiatif untuk menghilangkan pemborosan operasional dan untuk meningkatkan efisiensi. Upaya itu telah berhasil menyumbang US$10,8 juta dari target US$50 juta pada tahun 2018" jelas Nico Kanter. 

Pada akhir tahun 2018, Nico Kanter menjelaskan pihaknya juga telah menerima izin eksplorasi untuk Blok Sorowako, Bahadopi dan Pomalaa. PT Vale Indonesia juga menerima izin eksploitasi untuk Blok Sorowako, yang mengharuskan kami untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kehutanan. 

Kata Nico Kanter, PNBP berlaku mundur sejak 2008, yang merupakan tahun penerbitan Peraturan Pemerintah No. 2/2008. Tanpa menyertakan pajak PNBP retroaktif satu kali, beban pokok pendapatan per metrik ton pada triwulan IV 2018 turun sebesar US$149 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. 

Penerbitan izin kehutanan yang telah lama dinanti ini memberikan kepastian hukum dan mengurangi risiko bisnis PT Vale Indonesia. 

Tag: PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Pertambangan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,811.94 3,773.16
British Pound GBP 18,799.44 18,610.59
China Yuan CNY 2,124.34 2,103.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,294.00 14,152.00
Dolar Australia AUD 10,138.88 10,036.38
Dolar Hong Kong HKD 1,814.57 1,796.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,574.83 10,465.91
EURO Spot Rate EUR 16,116.25 15,951.33
Ringgit Malaysia MYR 3,503.57 3,464.37
Yen Jepang JPY 12,937.86 12,806.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6411.251 -114.023 629
2 Agriculture 1467.681 -23.100 21
3 Mining 1862.488 -25.374 47
4 Basic Industry and Chemicals 901.511 -8.856 71
5 Miscellanous Industry 1253.301 -31.590 46
6 Consumer Goods 2589.678 -73.784 52
7 Cons., Property & Real Estate 457.407 -8.163 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.772 -18.143 72
9 Finance 1244.414 -18.822 91
10 Trade & Service 817.509 -10.958 155
No Code Prev Close Change %
1 BEEF 190 240 50 26.32
2 COCO 525 650 125 23.81
3 BKDP 61 74 13 21.31
4 GAMA 58 70 12 20.69
5 STAR 104 120 16 15.38
6 JSKY 1,480 1,635 155 10.47
7 GDYR 2,100 2,300 200 9.52
8 ECII 990 1,080 90 9.09
9 PSSI 186 202 16 8.60
10 SRAJ 199 214 15 7.54
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 168 130 -38 -22.62
2 KONI 378 310 -68 -17.99
3 GLOB 440 380 -60 -13.64
4 TALF 340 300 -40 -11.76
5 HDFA 179 158 -21 -11.73
6 PEHA 2,630 2,330 -300 -11.41
7 BMSR 150 133 -17 -11.33
8 MFMI 830 740 -90 -10.84
9 KOIN 268 240 -28 -10.45
10 ARTA 700 630 -70 -10.00
No Code Prev Close Change %
1 INDF 7,400 6,775 -625 -8.45
2 JAYA 172 164 -8 -4.65
3 ICBP 10,325 9,400 -925 -8.96
4 ASII 7,250 7,050 -200 -2.76
5 ANTM 960 920 -40 -4.17
6 BBRI 4,060 4,000 -60 -1.48
7 SIMA 168 130 -38 -22.62
8 GGRM 85,900 81,800 -4,100 -4.77
9 BEEF 190 240 50 26.32
10 ADRO 1,425 1,365 -60 -4.21