Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yen pada level 109,53 JPY/USD.
  • 12:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.560 USD/troy ounce.
  • 12:58 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,21 USD/barel.
  • 12:56 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,75 USD/barel.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,06% di akhir sesi I.

Inflasi Upah Sangat Rendah, Ini Dampaknya Terhadap Dolar AS

Inflasi Upah Sangat Rendah, Ini Dampaknya Terhadap Dolar AS - Warta Ekonomi
WE Online, New York -

Kurs dolar AS melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan penggajian (payrolls) non pertanian AS untuk Januari menunjukkan inflasi upah sangat rendah, menegaskan sikap sabar Federal Reserve pada kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Greenback memang melesat lebih tinggi setelah rilis kenaikan lapangan kerja yang kuat, tetapi dengan cepat kembali ke levelnya sebelum data, dengan para analis mengutip angka pendapatan rata-rata per jam, yang naik hanya 0,1 persen, dibandingkan dengan ekspektasi untuk 0,3 persen.

Di luar berita utama kenaikan lapangan pekerjaan, dolar AS menjadi lebih sensitif terhadap inflasi upah selama setahun terakhir.

Laporan tersebut menunjukkan ekonomi AS menciptakan 304.000 pekerjaan baru, tertinggi dalam 11 bulan, melampaui perkiraan 165.000 pekerjaan. Namun demikian, tingkat pengangguran naik ke tertinggi tujuh bulan sebesar 4,0 persen.

"Kami mengalami kenaikan tajam dalam dolar AS berdasarkan kenaikan kuat dalam daftar gaji serta laporan keseluruhan yang solid," kata Eric Viloria, ahli strategi FX di Credit Agricole.

"Tetapi kehilangan upah mungkin memperkuat pendekatan sabar oleh Fed dan itu telah menahan dolar," tambahnya.

Kontrak-kontrak yang terkait dengan kebijakan suku bunga The Fed telah mengacu pada setiap peluang kenaikan suku bunga 2019, setelah Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu (30/1) mengatakan kasus kenaikan suku bunga telah melemah, dan memperkirakan sekitar satu dari tiga peluang penurunan suku bunga pada akhir tahun.

Tetapi, setelah data pekerjaan, pedagang mengurangi spekulasi penurunan suku bunga, meskipun mereka terus bertaruh terhadap kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01 persen menjadi 95,5705 pada pukul 03.00 (20.00 GMT).

Euro, sementara itu, naik 0,2 persen menjadi 1,1471 dolar AS, sementara dolar AS naik 0,2 persen terhadap yen menjadi 109,02 yen. Sentimen risiko yang lebih luas tetap agak kuat setelah negosiator terkemuka AS pada Kamis (31/1) melaporkan "kemajuan substansial" dalam dua hari pembicaraan tingkat tinggi tentang perdagangan dengan China.

Dolar AS secara luas diperkirakan akan melemah tahun ini karena Federal Reserve berubah lebih berhati-hati tentang kenaikan suku bunganya.

"Prospek untuk aset-aset AS tetap relatif tidak menarik dan investor harus berbelanja di tempat lain," kata Hans Redeker, kepala strategi mata uang global di Morgan Stanley di London.

"Prospek pasar ekuitas AS yang lemah akan menjaga pemberi imbal hasil rendah seperti yen dan crown Swedia didukung," tambahnya.

Baca Juga

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Inflasi, The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6249.210 15.757 675
2 Agriculture 1389.817 -4.000 21
3 Mining 1481.192 -1.004 49
4 Basic Industry and Chemicals 965.949 11.937 77
5 Miscellanous Industry 1228.455 7.753 51
6 Consumer Goods 2078.820 6.780 57
7 Cons., Property & Real Estate 472.686 0.757 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.781 5.772 76
9 Finance 1375.393 1.438 92
10 Trade & Service 745.215 -4.996 167
No Code Prev Close Change %
1 POLA 130 171 41 31.54
2 OMRE 750 930 180 24.00
3 PORT 500 600 100 20.00
4 GMTD 16,000 19,000 3,000 18.75
5 INAF 690 810 120 17.39
6 TIRA 256 300 44 17.19
7 LMAS 113 130 17 15.04
8 NIKL 610 695 85 13.93
9 ALKA 350 398 48 13.71
10 UNIT 161 181 20 12.42
No Code Prev Close Change %
1 PADI 75 50 -25 -33.33
2 GHON 1,580 1,210 -370 -23.42
3 PEGE 152 120 -32 -21.05
4 MTSM 236 190 -46 -19.49
5 PRIM 378 318 -60 -15.87
6 NZIA 690 585 -105 -15.22
7 ALMI 350 308 -42 -12.00
8 OCAP 176 155 -21 -11.93
9 PICO 895 800 -95 -10.61
10 ENVY 492 440 -52 -10.57
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 830 830 0 0.00
2 KPIG 127 129 2 1.57
3 LUCK 630 600 -30 -4.76
4 MNCN 1,720 1,700 -20 -1.16
5 TCPI 6,700 6,875 175 2.61
6 DMND 1,370 1,530 160 11.68
7 GMFI 114 126 12 10.53
8 BBRI 4,710 4,740 30 0.64
9 ABBA 92 92 0 0.00
10 NIKL 610 695 85 13.93