Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:16 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,75 USD/barel
  • 20:15 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,82 USD/barel
  • 20:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 USD/troy ounce
  • 20:13 WIB. Valas - Dollar melemah 0,19% terhadap Yen pada level 108,65 Yen/USD
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2781 USD/Pound
  • 20:08 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1042 USD/Euro
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,61% pada level 26.664
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,65% pada level 3.136
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,41% pada level 2.978
  • 16:06 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,30% terhadap USD pada level 7,1028 Yuan/USD
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,05% terhadap USD pada level Rp. 14.173/USD
  • 14:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,20% pada level 22.472
  • 14:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,71% pada level 2.082

Biar Tidak Terkecoh, Yuk Pelajari 7 Ciri Utama Hoaks

Biar Tidak Terkecoh, Yuk Pelajari 7 Ciri Utama Hoaks - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Masyarakat disarankan untuk cerdas mengolah informasi dan mempelajari tujuh ciri utama kabar bohong atau hoaks, sebagaimana disampaikan Pengamat Sosial Media Liza Darmawan Lumy.

"Kabar bohong itu harus dipahami sebagai suatu hal yang berpotensi memecah-belah persatuan bangsa sehingga masyarakat harus benar-benar memahami antara hoaks dengan informasi yang akurat," kata Pengamat dari Forum Keamanan Informasi Liza Darmawan Lumy di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Liza mengelompokkan ciri utama hoaks ke dalam tujuh kategori yakni pertama, informasi yang hanya sepotong, namun menonjolkan daya tarik bagi siapapun yang sekilas membaca atau melihatnya.

Selain itu tidak ada keterangan waktu, nama pembuat atau kontak, tidak ada info tautan yang terpercaya, kalaupun ada tautan (link) umumnya menyaru dengan menggunakan nama terkenal seperti tokoh atau merek yang banyak orang kenal atau pakai.

Contohnya adalah tautan sebagai berikut: You can now activate the new multicolor Whatsapp! Click here to activate! http://g*2l.ink/1eop.

"Ciri kedua ada tautan palsu atau link yang aneh. Biasanya ada di alamat URL maupun di konten website yang dituju yang dibuat serupa tapi tak sama dengan yang asli," katanya.

Liza menyarankan agar masyarakat untuk tidak menge-klik sama sekali karena kerap kali bisa menjadi "triger" diperamban (browser) yang sudah disusupi malware. "Ini sangat penting, peramban yang sering dipakai seperti Chrome atau Firefox juga harus rutin di-update untuk meminimalkan peluang celah ketidakamanan," katanya.

Ciri ketiga, hoaks biasanya dibuat dengan bahasa dan gambar sederhana agar mudah menyebar lewat media-media sosial, group chat, dan lain-lain.

Apalagi kata dia, biasanya konten hoaks memiliki isu yang tengah ramai di kalangan masyarakat dan menghebohkan, yang membuatnya sangat mudah memancing orang membagikannya.

"Ciri keempat, agar lebih meyakinkan sering dilengkapi dengan data statistik dan angka palsu, nama dan alamat palsu, tautan yang juga palsu. Penting untuk kita semua menyadari data atau informasi sangatlah mudah dimanipulasi, apalagi di zaman sekarang dengan teknologi yang mumpuni," katanya.

Ciri kelima biasanya ditunjukkan dengan logika yang tidak serasi misalnya ketika judul, gambar, atau keterangan tidak mendukung konten atau tidak terkait antara satu dengan yang lainnya.

Sementara ciri keenam dapat diperhatikan bahwa konten yang paling sering dibuat hoaks biasanya terkait dengan golongan banyak orang, khalayak banyak, masalah yang umumnya semua orang punya, supaya cukup sekali menyebar akan terus mudah bergulir.

"Konten-konten tersebut seperti kesehatan, agama, politik, bencana alam, lowongan pekerjaan, penipuan berhadiah, peristiwa ajaib, juga bisa pakai sebutan umum yang banyak dipakai seperti 'mama minta pulsa' atau 'bapak kirim paket'," katanya.

Sedangkan ciri terakhir, umumnya hoaks sering ditambahkan dengan kalimat persuasif untuk melakukan satu tindakan sederhana.

"Contohnya seperti 'sebarkan minimal ke 7 orang, Anda akan bahagia!'. 'Bagikan info ini ke 10 orang lalu lihat mukjizat apa yang terjadi!. 'Buka tautan link berikut untuk mendapatkan hadiah Anda; https://nggak.janji.com atau misalnya 'Viralkan, Anda akan masuk sorga!" Liza menyarankan untuk menangkal hoaks secara sederhana dapat dilakukan dengan tiga langkah yakni "copy paste"-kan informasi yang dicurigai hoaks, telusuri melalui daring, kemudian "capture" lalu bagikan hasil "screenshoot" yang menerangkan bahwa informasi tersebut hoaks.

Jika hoaks yang lebih kompleks kontennya, maka perlu lebih banyak upaya untuk mencari tahu informasi tersebut, seperti mencari tahu atau bertanya kepada sumber berita, mengkonfirmasi kepada ahlinya, dan bisa juga dengan membaca artikel atau jurnal terkait yang terpercaya.

"Kalau merasa masih resah gara-gara hoaks, jangan diam saja, adukan. Ini bisa mulai dari menggunakan fitur Report Status di sosial media atau dengan mengirimkan email ke aduankonten@mail.kominfo.go.id," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam mengolah informasi.

Baca Juga

Tag: Hoax, social media

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Istimewa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.592 11.426 658
2 Agriculture 1338.501 -6.170 20
3 Mining 1597.382 -11.011 48
4 Basic Industry and Chemicals 890.797 2.829 74
5 Miscellanous Industry 1143.334 -2.361 50
6 Consumer Goods 2176.766 2.655 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.293 2.836 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.767 -5.181 75
9 Finance 1245.416 7.684 90
10 Trade & Service 801.521 -0.469 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 785 980 195 24.84
2 YPAS 420 500 80 19.05
3 PURE 535 625 90 16.82
4 POOL 1,735 2,000 265 15.27
5 BBLD 434 496 62 14.29
6 CCSI 282 318 36 12.77
7 CMNP 1,930 2,130 200 10.36
8 DEAL 1,635 1,790 155 9.48
9 FILM 238 260 22 9.24
10 IMAS 1,455 1,580 125 8.59
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 1,495 1,125 -370 -24.75
2 SSTM 530 402 -128 -24.15
3 PBSA 360 306 -54 -15.00
4 FREN 180 159 -21 -11.67
5 BLUE 545 490 -55 -10.09
6 KONI 720 655 -65 -9.03
7 IRRA 560 510 -50 -8.93
8 MREI 4,550 4,190 -360 -7.91
9 HRME 1,080 995 -85 -7.87
10 TIRA 250 232 -18 -7.20
No Code Prev Close Change %
1 FREN 180 159 -21 -11.67
2 ESTI 98 100 2 2.04
3 TCPI 6,400 6,175 -225 -3.52
4 MAMI 216 220 4 1.85
5 PURE 535 625 90 16.82
6 BHIT 72 74 2 2.78
7 KPIG 138 139 1 0.72
8 INKP 7,000 6,975 -25 -0.36
9 MNCN 1,310 1,320 10 0.76
10 IPTV 515 510 -5 -0.97