Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:09 WIB. CPO - Harga CPO CIF Rotterdam diperdagangkan pada level 567,5 dollar/ton
  • 20:05 WIB. Valas - Dollar menguat 0,38% terhadap Poundsterling pada level 1,2479 $/pound
  • 20:04 WIB. Valas - Dollar menguat 0,15% terhadap Euro pada level 1,1024 $/euro
  • 20:03 WIB. Valas - Dollar melemah 0,09% terhadap Yen pada level 107,92 yen/dollar
  • 20:02 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Yuan pada level 7,0928 yuan/dollar
  • 20:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.501 $/ounce
  • 19:59 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,64 $/barel
  • 19:58 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,81 $/barel
  • 18:18 WIB. Korea - Kemenko dan Keuangan: Penurunan ekspor dan investasi terus berlanjut
  • 16:40 WIB. China - Dana sebesar 850 juta yuan rencananya akan digelontorkan untuk industri babi dalam 3 tahun ke depan
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,24% pada level 3.006
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,54% pada level 2.091
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup menguat 0,16% pada level 3.163
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,13% pada level 26.435
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,16% pada level 22.079

Bagaimana Hoaks Menyebar dan Menelan Korban-Korbannya?

Bagaimana Hoaks Menyebar dan Menelan Korban-Korbannya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Saat ini hoaks (berita palsu) sedang menggila. Setiap hari kita dihujani oleh tumpukan hoaks, terutama di media sosial. Alhasil, masyarakat semakin bingung mana berita yang benar, mana yang hoaks.

Memang beberapa media mainstream banyak mempunyai rubrik antihoaks, dengan tujuan mengklarifikasi apakah itu berita yang benar atau hoaks. Demikian juga Kemenkominfo yang setiap minggu mengklarifikasi berita-berita viral yang ternyata hoaks.

Bahkan Menteri Kominfo sudah menjalin kerja sama dengan pengelola WhatsApp untuk mengendalikan hoaks dengan cara membatasi fungsi forward hanya bisa lima kali saja.

Baca Juga: Siap-Siap, WhatsApp Akan Bangun Pusat Pengecekan Fakta di Indonesia

Tapi bagaimana awal hoaks menyebar?

Berikut hasil investigasi Tim Warta Ekonomi dengan memantau via Media Monitoring, baik untuk media mainstream maupun untuk media sosial.

Sebenarnya awal mula hate speech (hoaks) kebanyakan bermulai di Twitter. Walaupun bukan media sosial terbesar yang dipakai orang Indonesia (hanya 27%), tapi di Twitter-lah asal mulai hoaks menyebar. Karena memang Twitter punya karakteristik untuk berdebat secara terbuka dan punya API yang bisa diakses software Media Monitoring.

Sekadar informasi berikut komposisi para pemakai media sosial Indonesia: YouTube 43%, Facebook 41%, WhatsApp 40%, Instagram 38%, Line 33%, BBM 28%, Twitter 27%, Google+ 25%, FB Messenger 24%, LinkedIn 16%, Skype 15%, dan WeChat 14%.

Nah, sialnya, berdasarkan berbagai riset, manusia mudah mencela orang lain di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Alhasil, hiruk pikuk di dunia maya lebih tajam karena manusia tidak berhadapan langsung dengan lawan bicaranya.

Karena debatnya tajam dan menarik, akhirnya media mainstream tergoda untuk memberitakannya. Maka, muncullah berita-berita di media mainstream yang bermula dari dari media sosial.

Gayung bersambut, link berita tersebut lalu menyebar di grup-grup diskusi WhatsApp. Para netizen seolah-olah mendapatkan pengakuan karena beritanya (ada yang penuh, ada juga yang sebagian, atau ada juga yang sudah diklarifikasi ke narasumber langsung) menyebar di media mainstream.

Kemudian link berita tersebut "digoreng" lagi di berbagai medsos, dan setelah ditambah kiri kanan di-posting lagi di berbagai platform medsos. Di mana di level ini, kebanyakan pengolahan berlangsung di platform WhatsApp.

Bahkan ada juga yang disebar di dunia nyata lewat berbagai kegiatan kelompok masyarakat. Link ini jadi referensi berbagai kelompok di dunia nyata untuk menguatkan kepercayaan terhadap suatu isu tertentu.

Sialnya, ada tim-tim khusus (buzzer) yang kembali mengelola isu tersebut, lalu kembali mengunggahnya di medsos (terutama Twitter). Lalu, kembali lagi menjadi makanan media mainstream. Prosesnya berlangsung seperti yang tertulis di awal.

Baca Juga: 8 Isu Ini Paling Banyak Digunjingkan di Twitter, Sudah Tahu?

Alhasil, berita-berita hoaks ini cenderung terus menyebar dan memakan korban-korbannya walaupun informasinya keliru. Klarifikasi yang sudah dilakukan oleh banyak pihak memang membantu. Tapi, etika para buzzer yang seharusnya lebih berperan. Nafsu untuk memenangkan kelompok tertentu dengan mengangkat isu-siu bernuansa SARA akan sangat membahayakan masa depan bangsa ini.

Tag: Hoax, WhatsApp Messenger, Twitter

Penulis: Muhamad Ihsan

Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69