Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:39 WIB. Dradjad Wibowo - Kami optimis dapat menurunkan harga pangan.
  • 10:39 WIB. Dradjad Wibowo - Prabowo berpihak ke petani, peternak, petambak, nelayan, dan emak-emak.
  • 10:38 WIB. Dradjad Wibowo - Penurunan harga pangan adalah komitmen Prabowo-Sandi.
  • 09:10 WIB. Inas Nasrullah - Penurunan harga pangan oleh Prabowo secara tangan besi.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Yang ditakuti oleh petani dan peternak, Prabowo dikenal ganas dan telengas.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Cara Prabowo turunkan harga pangan, bakal ada petani dan peternak merugi.
  • 09:09 WIB. Inas Nasrullah - Upaya turunkan harga telur hingga beras dalam waktu 100 hari bakal ugal-ugalan.
  • 08:59 WIB. Saleh Daulay - Pengalaman Sandiaga selama berkampanye bakal dipaparkan pada debat nanti.
  • 08:59 WIB. Saleh Daulay - Sandiaga bakal menguasai tema debat ketiga berhadapan Ma'ruf Amin.
  • 08:58 WIB. Saleh Daulay - Sandiaga punya pengetahuan cukup soal kehidupan sosial Indonesia.
  • 08:58 WIB. Saleh Daulay - Persoalan bangsa hanya bisa diselesaikan dengan pendekatan umum.
  • 08:58 WIB. Saleh Daulay - Bahasa agama biasanya bicara secara umum hingga level moral, sedang teknis tidak.
  • 08:58 WIB. Saleh Daulay - Kami tak khawatir sedikitpun untuk debat ketiga, meski Ma'ruf Amin menggunakan ayat Al-Quran.
  • 08:47 WIB. Jokowi - Jika diberikan pada bulan Maret, maka namanya tunjangan Maret.
  • 08:46 WIB. Jokowi - Namanya THR pasti diberi mendekati hari raya.

Cara Jokowi Manjakan Warga Jabar (1)

Foto Berita Cara Jokowi Manjakan Warga Jabar (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Setelah puluhan tahun mati terkubur, rel-rel kereta api yang terserak di jalur selatan Jawa Barat (Jabar) terutama yang melintasi Stasiun Cibatu - Stasiun Cikajang akan dihidupkan kembali.

Pemerintah melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan melakukan reaktivasi empat jalur kereta api di selatan Jabar, yakni rute Cibatu - Garut - Cikajang (47,5 kilometer), Rancaekek - Tanjungsari (11,5 kilometer), Banjar - Pangandaran - Cijulang (82 kilomwter) dan Bandung - Ciwidey (37,8 kilometer).

Reaktivasi empat rute kereta yang telah lama mati tersebut dilakukan demi pengembangan sektor pariwisata di daerah-daerah selatan Jabar yang dilalui keempat rute tersebut.

Dalam kesempatan sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan selain menjadi operator, PT Kereta Api Indonesia juga diharapkan untuk berinvestasi di jalur-jalur yang merupakan aset negara tersebut.

Menteri Rini menilai reaktivasi sudah menjadi kebutuhan warga Jawa Barat, dan pemerintah ingin meningkatkan layanan di provinsi tersebut, karena masyarakat setempat betul-betul membutuhkan transportasi massal.

Primadona Charlie Chaplin Rel-rel kereta di selatan Jawa Barat, sebelum mati, pernah menjadi rute primadona masyarakat bahkan selebriti Hollywood.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjelaskan bahwa rel-rel kereta yang akan direaktivasi itu dulunya menyangkut kawasan-kawasan wisata.

Presiden kemudian menceritakan bahwa rel-rel kereta api dari Bandung menuju Garut dan sekitarnya pernah menjadi primadona selebriti Hollywood legendaris yakni Charlie Chaplin.

Chaplin sang komedian ternama itu, menurut Presiden, pernah dua kali mengunjungi Garut dengan menggunakan moda transportasi kereta lantaran ingin menikmati keindahan alam tatar Pasundan.

Namun sayangnya, seperti halnya perjalanan karier selebriti Hollywood, jalur-jalur rel kereta di selatan Jawa Barat itu pun harus menghadapi akhir ketenarannya.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, jalur Cibatu - St Cikajang ditutup pada tahun 1982, sementara jalur St Cibatu - St Garut ditutup pada tahun 1983.

Padahal menurut Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, di wilayah Garut sendiri terdapat potensi wisata seperti Puncak Curug, pemandian air panas, Taman Gunung Papandayan & Guntur, Candi Cangkuang, Kampung Naga, dan lainnya.

Selain itu moda kereta api di wilayah ini juga bisa mendistribusikan komoditas-komoditas unggulan Garut seperti olahan cokelat, hasil pertanian, hasil perkebunan, olahan kulit, dan sebagainya.

Sulit namun penting Menghidupkan kembali yang mati memang bukan perkara mudah. Apalagi jika proses reaktivasi tersebut ditujukan pada rel-rel kereta api yang telah ditutup selama puluhan tahun.

Vice Director Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengungkapkan bahwa medan pegunungan yang berat kemungkinan menjadi salah satu faktor yang membuat biaya pembangunan infrastruktur di jalur selatan Jawa Barat relatif mahal.

Selain itu, menurut Eko, aspek ekonomi suatu wilayah juga turut diperhitungkan dalam pembangunan infrastruktur.

Bukan hanya masalah medan alam dan aspek ekonomi saja yang menghadang, proses reaktivasi rel-rel di jalur selatan Jawa Barat juga harus berhadapan dengan masalah pembebasan lahan.

Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin menyebut terdapat sekitar 1.500 bangunan berdiri atas jalur kereta api non-aktif sepanjang Cibatu-Garut yang menjadi salah satu rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat.

Selama rel-rel kereta api itu tidak beroperasi, jalur-jalur ini dimanfaatkan warga sebagai jalan setempat hingga pendirian bangunan.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93