Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Tips dari Pakar Kuliner Ini Bisa Dicoba Biar Bisnis Makin Moncer

Foto Berita Tips dari Pakar Kuliner Ini Bisa Dicoba Biar Bisnis Makin Moncer
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Satu dekade terakhir, bisnis kuliner termasuk salah satu bidang yang diminati masyarakat. Salah satu alasannya adalah karena bisnis ini lebih mudah dilakukan daripada bisnis lain. Tapi, benarkah demikian?

Managing Director National Culinary Service Academy (NCSA) Stephen di sela talkshow Meet The Legend akhir pekan lalu menyatakan, hampir 70% startup di bisnis kuliner mengalami kerugian. Ia menyebut bisnis ini tergolong rumit karena membutuhkan banyak inovasi dan kreativitas.

"Bagaimana caranya supaya bisnis kuliner yang kita bangun bisa bertahan dan bahkan bisa melegenda? Jawabannya akan kita temukan dalam acara ini. Terima kasih kepada Ariston Peduli, NCSA, dan Indonesian Chef Associaton (ICA), juga host kita Chef Lucky Permana, sehingga acara ini bisa terlaksana," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: 5 Tips Bangun Bisnis Restoran

Hadir pula tokoh boga nasional Sisca Soewitomo. Dia adalah salah satu guru kuliner di Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Dia tidak hanya mampu menciptakan berbagai menu, tetapi juga melahirkan koki-koki hebat di Tanah Air.

Wanita kelahiran April 1949 ini sudah tidak diragukan lagi dalam pengabdiannya terhadap kuliner Indonesia. Hingga kini sudah ada 150 judul buku kuliner, dua di antara hasil karyanya berbahasa inggris.

"Saya harap, semua yang ada di sini, dalam membangun bisnis bisa ciptakan kreasi masakan yang kira-kira membuat orang itu datang ke restoran kita. Yah, buatlah menu yang kekinian, yang milenal, yang disukai banyak orang," kata Sisca.

Pembicara kedua adalah Calvin Hartono, yang merupakan anak Juliana Hartono, pendiri Gado-Gado Boplo. "Pada 1970 kami memulai jualan gado-gado dengan menggunakan sebuah meja dan sebuah lemari etalase kecil di dalam gang kecil di bilangan Kebon Sirih," kata Calvin memulai kisahnya.

Usahanya tidak sia-sia, karena Gado-gado Boplo berhasil menjual kuliner Indonesia dengan tempat yang keren dan higienis, hingga hadir di berbagai mal ternama di Indonesia. Bahkan, Gado-Gado Boplo berencana untuk ekspansi ke luar negeri.

"Yang pasti, nantinya akan kami pilih beberapa negara, di mana jumlah WNI-nya cukup banyak," kata Calvin yang mengaku sempat jatuh bangun dalam membangun bisnis Gado-Gado Boplo.

Baca Juga: Bangun Bisnis Restoran yang Ramai Pelanggan dengan 5 Strategi Ini

"Tokoh yang hadir dalam acara ini adalah teladan bagi generasi muda sekarang ini. Khususnya bagi yang mau terjun di bisnis kuliner. Dan keduanya mempunya benang merah yang sama, yaitu jika ingin sukses, maka harus serius dan tekun," terang Chef Lucky.

Kedua pembicara ini juga menjadi rujukan Brand Ariston agar tetap eksis dan disukai oleh masyarakat.

"Acara ini diselenggarakan dengan tujuan bisa edukasi generasi milenial agar mencintai kuliner Indonesia dan sekaligus menjadi bagian ahli kuliner itu sendiri," tambah Chef Lucky.

Tag: Tips Bisnis, kuliner

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31