Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:39 WIB. Ketum PPP - Jokowi siap menjawab semua pertanyaan Prabowo.
  • 01:38 WIB. Ketum PPP - Jokowi lebih menguasai persoalan dan materi debat kedua.
  • 01:38 WIB. Ketum PPP - Debat Pilpres sesi kedua bakal menjadi panggung Jokowi.
  • 01:31 WIB. Polisi - Joko Driyono diduga menyuruh 3 orang lakukan pencurian dan perusakan bukti kasus pengaturan skor.
  • 01:31 WIB. Polisi - Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan barang bukti perkara pengaturan skor.
  • 01:31 WIB. Polisi - Plt Ketum PSSI ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti perkara pengaturan skor.
  • 00:57 WIB. Sandiaga - OK OCE sudah tersebar di seluruh Indonesia, melalui gerakan ekonomi nasional.
  • 00:56 WIB. Sandiaga - Banyak yang kritik OK OCE kurang sukses di Jakarta.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Saya pesan ke Achmad Zaky dan Ahmad Dhani untuk sabat.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Semua meyakini Achmad Zaky tidak bermaksud dan tidak sedang berpolitik.
  • 00:54 WIB. Priyo Budi Santoso - Doa Mbah Maimoen yang doakan Prabowo dihadapan Jokowi juga tanda alam.
  • 00:53 WIB. Priyo Budi Santoso - Cuitan Achmad Zaky (CEO Bukalapak) bisa jadi pesan dari langit, tanda alam.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Debat kedua sebagai koreksi pelaksanaan debat pertama yang cenderung monoton.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Seharusnya tidak perlu ada contekan dalam debat kedua besok.
  • 00:22 WIB. Fahri Hamzah - Masyarakat memerlukan Capres yang independen dalam pemikiran.

Kemendag Resmi Larang Gula Rafinasi Dijual Eceran, Begini Aturannya

Foto Berita Kemendag Resmi Larang Gula Rafinasi Dijual Eceran, Begini Aturannya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 01 Tahun 2019 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi (GKR) yang mulai berlaku pada 21 Januari 2019.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti menegaskan, berdasarkan Permendag tersebut, GKR dilarang diperdagangkan di pasar eceran. Produsen GKR pun dilarang menjual GKR kepada distributor, pedagang pengecer, dan konsumen.

"GKR hanya dapat diperdagangkan oleh produsen GKR kepada industri pengguna sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam proses produksi dan dilakukan melalui kontrak kerja sama. Produsen GKR juga bertanggung jawab terhadap GKR yang diperdagangkan secara langsung kepada industri pengguna," jelasnya dia melalui rilisnya di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Oh ini Alasannya Gula Impor Dibutuhkan...

Namun, lanjut Tjahya, untuk memenuhi kebutuhan industri pengusaha skala kecil dan menengah, produsen GKR dapat menjual GKR melalui distributor yang berbadan usaha koperasi setelah mendapat persetujuan dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang koperasi, usaha kecil, dan menengah.

"Nantinya, koperasi penerima GKR wajib menyampaikan laporan distribusi GKR kepada Dirjen PDN dan koperasi bertanggung jawab terhadap GKR yang didistribusikan kepada anggotanya," imbuh Tjahya.

Sementara itu, bagi industri pengguna dilarang memindahtangankan atau menjual GKR yang diperoleh dari produsen GKR dan koperasi.

Tjahya juga menyampaikan, perdagangan GKR diatur menggunakan kemasan berukuran paling sedikit 50 kg. Namun, untuk memenuhi kebutuhan khusus industri pengguna, GKR dapat diperdagangkan dengan menggunakan kemasan berukuran 25 kg.

"Pada kemasan GKR yang digunakan untuk kedua jenis kebutuhan tersebut wajib dicantumkan label sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan," tandas Tjahya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan industri pengguna skala besar, GKR dapat didistribusikan dalam bentuk curah dengan ukuran paling sedikit 25.000 kg dengan menggunakan alat angkut tertutup berbentuk tangki yang memenuhi kriteria keamanan pangan.

"GKR yang didistribusikan menggunakan alat angkut berbentuk tangki selain memuat informasi produk juga wajib dilengkapi dengan Salinan dokumen Sertifikat Produk Penggunaan Tanda-Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) serta harus didistribusikan langsung kepada industri pengguna sesuai kontrak yang telah disepakati," lanjut Tjahya.

Untuk menjual GKR, produsen GKR diwajibkan membuat pernyataan mandiri bahwa telah memenuhi persyaratan perdagangan GKR. Pernyataan dibuat secara elektronik melalui SIPT.

Selain itu, produsen GKR diwajibkan menyampaikan laporan realisasi perdagangan GKR secara menyeluruh kepada menteri secara elektronik melalui SIPT. Laporan realisasi perdagangan GKR dilakukan setiap satu bulan sekali, paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya.

"Produsen GKR, koperasi, dan industri pengguna GKR yang melanggar aturan dalam Permendag ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Tjahya.

Tag: Gula Kristal Rafinasi (GKR), Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31