Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:15 WIB. Huawei - Huawei bikin iPhone tak berdaya di China.
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter.¬†
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating¬†Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Dua Pegawai KPK Dianiaya saat Tugas, Begini Kronologisnya

Foto Berita Dua Pegawai KPK Dianiaya saat Tugas, Begini Kronologisnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebanyak dua orang pegawai KPK sempat dibawa ke suatu tempat sebelum dianiaya orang tak dikenal pada Minggu (3/2/2019) kemarin.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menceritakan saat ditugaskan KPK untuk memantau rapat koordinasi RAPBD Provinsi Papua TA 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, keduanya langsung didekati sejumlah pihak yang diduga sebagai pelaku.

"Setelah dini hari, setelah jam 00.00 WIB, hari Minggu tepatnya, itu ada beberapa orang yang mendekati tim KPK dan kemudian membawa pegawai KPK ini ke suatu tempat di hotel tersebut," ujarnya di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: Penyidik KPK Dianiaya saat Cium Bau Korupsi

Ia melanjutkan,kedua pegawai KPK itu sempat diinterogasi karena diduga mengambil foto-foto yang membuat tidak nyaman sejumlah pihak yang berada di sana. Namun insiden pemukulan tetap terjadi. Padahal, keduanya telah menyebutkan asal institusi mereka.

"(Mereka) bertanya beberapa hal dan sampai akhirnya pegawai KPK menyampaikan 'kami ditugaskan secara resmi dan merupakan pegawai KPK' tapi penganiayaan dan pemukulan tetap dilakukan terhadap mereka (pegawai KPK)," katanya.

Febri pun membenarkan bahwa saat itu mereka sedang diberikan mandat untuk mengawasi rapat pembahasan review RAPBD Provinsi Papua di Hotel Borobudur antara Pemprov Papua dengan DPRD Papua. Surat perintah dikeluarkan karena KPK menerima laporan masyarakat terkait indikasi dugaan korupsi yang terjadi saat itu.

"Itu kewajiban KPK untuk menjalankan tugas ketika informasi kami dapatkan dari masyarakat," imbuhnya.

Karena itu, pihaknya menyayangkan penyerangan tersebut. Terlebih, menurut Febri, penyerangan itu hanya berdasarkan pada persoalan pengambilan foto oleh petugas KPK saat itu.

"Ini yang saya kira sangat kami sesalkan karena atas alasan apapun juga, apalagi kalau kita baca dari beberapa pernyataan yang disampaikan pejabat di papua itu dikatakan hanya karena persoalan mengambil foto, tetapi atas alasan apapun juga sebenarnya tidak diperbolehkan seseorang melakukan tindakan main hakim sendiri," jelasnya.

"Karena itu kami menyebut kejadian kemarin itu sebagai penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang bertugas," sambungnya.

Akibat penyerangan tersebut, kedua pegawai KPK mendapat sejumlah luka sobek di wajah hingga retak pada tulang hidung. Saat ini, keduanya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pihaknyapun telah melaporkan insiden ini ke Polda Metro Jaya pada Minggu sore di Sentra Pelayanan Terpadu di Polda Metro Jaya. Dalam laporan, KPK menyertakan sejumlah informasi visual.

"Visum juga sudah dilakukan terhadap pegawai yang dianiaya tersebut dan hasilnya tentu akan disampaikan juga pada pihak polri nantinya," tutupnya.

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kriminal

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31