Portal Berita Ekonomi Selasa, 02 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,98% di akhir sesi II.
  • 13:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1133 USD/EUR.
  • 13:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.737 USD/troy ounce. 
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yen pada level 107,72 JPY/USD.
  • 13:12 WIB. Valas Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2502 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 38,51 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,63 USD/barel.

Indonesia Ekspor Elektronik ke AS, Potensi Total Nilainya Ratusan Juta Per Tahun

Indonesia Ekspor Elektronik ke AS, Potensi Total Nilainya Ratusan Juta Per Tahun
WE Online, Batam -

PT Sat Nusapersada yang berlokasi di Batam bersama dengan Pegatron Corporation, sebuah perusahaan elektronik yang berkantor pusat di Taiwan telah melakukan ekspor perdana produk pita lebar dan smarthome router ke Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (2/2/2019), di Batam, Kepulauan Riau. Pelepasan ekspor tersebut diresmikan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla didampingi Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Pelepasan ekspor tersebut juga disaksikan Direktur Utama PT Sat Nusapersada, Abidin; Vice Chairman Pegatron Corp., Jason Cheng; Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), Taipei, Didi Sumedi; dan Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) Jakarta, John C. Chen.

“Potensi total nilai ekspor tersebut yaitu sebesar US$600 juta per tahun, serta dapat membuka lapangan kerja baru hingga 2.000 orang,” ungkap Didi Sumedi di Batam, Sabtu (2/2/2019).

Didi juga menjelaskan, industri komponen elektronik merupakan industri andalan Taiwan yang berkontribusi sebesar 28,03 persen terhadap total nilai produksi industri. Untuk itu, Indonesia harus menangkap peluang kerja sama dengan perusahaan Taiwan. Data terkini National Statistics Republic of China (Taiwan) juga menyebutkan bahwa industri komponen elektronik di Taiwan menyumbang 37,3% GDP industri manufaktur, disusul industri komputer, elektronik, dan produk optik sebesar 10,2%, serta industri bahan kimia sebesar 7,4%.

“Selain dengan Pegatron, kami juga berupaya membantu perusahaan elektronik dalam negeri agar dapat bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan elektronik lainnya di Taiwan. Ini baru dari satu sektor saja, belum lagi sektor lainnya seperti bahan kimia, logam, permesinan, dan lain-lain,” lanjut Didi.

Pada kesempatan itu, Dirut PT Sat Nusapersada menyampaikan, pihaknya bertekad untuk terus menjadi salah satu manufaktur ponsel pintar terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, pihaknya telah memproduksi berbagai merek ponsel pintar ternama di dunia seperti Asus, Xiaomi, Huawei, Honor, dan Nokia yang dipasarkan di Indonesia, serta sisanya diekspor ke India, Jerman, dan Prancis.

Pegatron merupakan perusahaan pecahan dari ASUS yang berdiri pada 2007. Pegatron memiliki sembilan pabrik di Asia, Eropa, dan Amerika dengan produk utamanya berupa perangkat komputer, alat elektronik, dan perangkat komunikasi. Hanya dalam waktu 10 tahun saja, tepatnya pada 2018, Fortune Global 500 menempatkan Pegatron di peringkat ke-285 dunia berdasarkan nilai pendapatan yang dicapainya, yakni sebesar US$39,24 miliar. Pada tahun yang sama, Pegatron juga masuk ke dalam daftar The Top 100 Global Technology Leaders versi Thomson Reuters bersama sebelas perusahaan Taiwan lainnya.

Sementara itu, Didi juga menegaskan pesan yang disampaikan Menperin Airlangga bahwa Pemerintah Indonesia akan mendorong kerja sama investasi pada komponen industri elektronika dan telematika, seperti semi konduktor sebagai salah satu komponen utama.

“Diharapkan sektor elektronika dan telematika dapat semakin meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” tegas Didi.

Baca Juga

Tag: Ekspor, elektronik

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10