Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Ini Alasan PT Vale Tidak Patok Target Tinggi untuk Produksi Nikel 2019

Ini Alasan PT Vale Tidak Patok Target Tinggi untuk Produksi Nikel 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

PT Vale Indonesia tidak menambah target produksi nikel pada 2019. Perusahaan masih mematok target revisi produksi tahun sebelumnya sebesar 75.000 metrik ton nikel. Manajemen PT Vale Indonesia beralasan masih adanya rencana pemeliharaan membuat produksi nikel tidak bisa optimal. 

Senior Manager Communications PT Vale Indonesia, Bayu Aji, menyampaikan target produksi 75.000 metrik ton pada tahun ini cukup realistis. Perusahaan tidak bisa mematok target tinggi tatkala mengetahui adanya kemungkinan pengurangan produksi nikel yang merupakan dampak dari pemeliharaan. 

"Target kita (PT Vale Indonesia) masih sama ya 75.000 ton nikel. Kita tahu akan adanya pengurangan produksi, makanya targetnya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya," ujar Bayu di sela acara Simposium PT Vale Indonesia bertema Keberlanjutan : Investasi Masa Depan di Kota Makassar, Rabu (6/2).  

"Tahun ini kita kan ada program penguatan bendungan, ya satu dari tiga bendungan (yang menghasilkan tenaga listrik untuk PT Vale Indonesia). Itu untuk memperbaharui resistensi gempa, jadi akan dilakukan maintenance yang dampaknya tenaga listrik yang dihasilkan tidak sesuai (sehingga berpengaruh ke produksi nikel)," sambung Bayu menjelaskan. 

Produksi nikel dari PT Vale Indonesia diketahui mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pada 2018, produksi nikel perusahaan asing tersebut gagal memenuhi target revisi yang sudah diturunkan. Produksi nikel 2018 hanya 74.806 metrik ton atau di bawah target awal dan target revisi yang masing-masing sebesar 77.000 metrik ton dan 75.000 metrik ton. 

CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Nico Kanter, sebelumnya mengungkapkan penurunan produksi nikel pada tahun lalu dipengaruhi berbagai faktor. Utamanya terkait dampak pemeliharaan pada triwulan III 2018. Selain itu, kandungan rata-rata nikel hasil produksi pada 2018 ternyata lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Vale Gelar Simposium Bahas Keberlanjutan Investasi Masa Depan

"Penurunan ini terutama didorong oleh kandunganrata-rata nikel yang lebih rendah pada tahun 2018 dan dampak dari kegiatan pemeliharaan yang tidak terencana pada pada triwulan III 2018," kata Nico Kanter. 

Meski produksi nikel menurun, PT Vale Indonesia tetap mencatatkan penjualan yang tinggi mencapai US$776,9 juta pada 2018. Terjadi kenaikan 23% dibandingkan penjualan perusahaan pada tahun lalu sebesar US$629,3 juta. Peningkatan penjualan dipengaruhi berbagai faktor, baik itu harga realisasi rata-rata nikel maupun harga bahan bakar dan batu bara. 

Tag: PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Pertambangan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Asep Fathulrahman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62