Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:23 WIB. Samsung - Samsung mau rilis ponsel tiap bulan.
  • 18:21 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business segera hadir di iPhone.
  • 18:20 WIB. Twitter - Fitur mirip Insta Story bakal hadir di Twitter.¬†
  • 18:19 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Tab paling ringan dan tipis.
  • 17:43 WIB. Suzuki - MPV 'murah' Suzuki dipermak, harga naik Rp3 juta.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - Rating¬†Bukalapak terjun bebas di App Store.
  • 18:42 WIB. Jokowi - Usai Bukalapak, #UninstallJokowi kian menggema.

Belum Ada Kejelasan, Korban Gempa Lombok Mulai Khawatirkan Tempat Tinggal

Foto Berita Belum Ada Kejelasan, Korban Gempa Lombok Mulai Khawatirkan Tempat Tinggal
Warta Ekonomi.co.id, Mataram -

Korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, sampai sekarang masih mengkhawatirkan tempat tinggal sementara menyusul rekonstruksi dengan pembangunan rumah tahan gempa.

"Pembangunan rumah tahan gempa ini memakan waktu lama. Kalau kami bongkar (rumah sementara) dimana tempat kami tidur nanti," kata warga Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, L Rohadi saat mengikuti acara sosialisasi pembangunan rumah tahan gempa, Rabu.

Pertanyaan lainnya disampaikan oleh H Abdul Hamid, warga Dusun yang sama, yang mempertanyakan bagaimana dengan rumah yang telah dibangunnya sendiri yang memakan biaya Rp100 juta, apakah akan mendapatkan penggantian juga.

"Atau apakah rumah ini harus kami bongkar juga," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi dan Rekonsiliasi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) Rumah Tahan Gempa, Hafizi menjelaskan bahwa nantinya ada tim investigasi yang akan menilai besaran bantuan atas rumah warga yang rusak akibat gempa.

"Nanti ada tim investigasi yang akan menilai," katanya.

Bantuan yang diberikan kepada korban gempa itu untuk membangun tempat tinggalnya, yakni, bagi rumah yang rusak berat diberi uang Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Hafizi juga menjelaskan soal pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) untuk pencairan bantuan itu, pembuatan rekening termasuk menjelaskan rumah tahan gempa.

Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 58.000 unit rumah warga korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat yang rusak berat tuntas dalam waktu dua bulan atau hingga April 2019.

"Target kita dua bulan harus selesai 58.000 unit rumah dari total 73.000 rumah rusak berat," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman NTB I Gusti Bagus Sugihartha.

Ia mengatakan, pembangunan 58.000 unit rumah rusak berat tersebut dikerjakan dengan melibatkan ribuan pengusaha yang tergabung dalam sejumlah organisasi, seperti Kadin, REI, Gapensi, dan Gapeksindo.

"Mereka ini akan bekerja bersama ribuan tenaga fasilitator yang diterjunkan pemerintah," ujar Sugihartha.

Sugihartha mengaku optimistis pembangunan rumah rusak berat tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 60 hari atau April 2019. Hal ini, setelah pemerintah menambah jumlah tenaga fasilitator yang berasal dari Kementerian PUPR, TNI/Polri dan masyarakat. Sebab, selama ini kurangnya tenaga fasilitator menjadi kendala pembangunan rumah sehingga menjadi terhambat.

"Dengan adanya tambahan 1.523 tenaga fasilitator dari unsur TNI/Polri dan mansyarakat melalui Kementerian PUPR kita optimis target dua bulan untuk rumah rusak bisa selesai," katanya.

Tag: Gempa Lombok, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Kementerian BUMN

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31