Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:45 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka melemah 0,23% pada level 8.130
  • 21:43 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka melemah 0,15% pada level 2.991
  • 21:41 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka melemah 0,08% pada level 27.003
  • 20:16 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,75 USD/barel
  • 20:15 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,82 USD/barel
  • 20:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 USD/troy ounce
  • 20:13 WIB. Valas - Dollar melemah 0,19% terhadap Yen pada level 108,65 Yen/USD
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2781 USD/Pound
  • 20:08 WIB. Valas - Dollar melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1042 USD/Euro
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,61% pada level 26.664
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,65% pada level 3.136
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,41% pada level 2.978
  • 16:06 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,30% terhadap USD pada level 7,1028 Yuan/USD
  • 16:01 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,05% terhadap USD pada level Rp. 14.173/USD
  • 14:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,20% pada level 22.472

Kata Hasto: Politisi Harus Belajar dari Filosofi "Lisung Ngamuk"

Kata Hasto: Politisi Harus Belajar dari Filosofi
WE Online, Sukabumi -

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan politisi sebaiknya belajar dari pertunjukan kesenian "lisung ngamuk" yang menggambarkan bernegara harus dengan tali hukum agar semuanya tidak kacau.

"Dari sini politisi bisa belajar. Bahwa politisi harus berpijak pada hukum dan tradisi kemasyarakatan kita," kata Hasto saat bersilahturahmi ke Pondok Pesantren Dzikir Al Fath yang dipimpin Syekh Fajar Laksana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/2/2019).

Dalam kunjungannya ini, Hasto yang didampingi Juru Bicara TKN Ahmad Basarah dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tubagus Hasanuddin disuguhi berbagai atraksi pencak silat, permainan bola api dan lisung ngamuk.

Dalam permainan lisung ngamuk ini, Syekh Fajar Laksana mengajak Hasto untuk bermain langsung.

Permainan 'lisung ngamuk'. Lisung itu diletakkan di sebuah kayu dan direkatkan. Sebuah tali lalu diikatkan di bagian ujungnya. 

Empat orang santri lalu mengangkat lisung itu, masing-masing di keempat sudutnya.

"Permainan ini adalah simbol bernegara. Tali ini adalah pengikat lisung. Sama seperti negara kita. Tali ini simbol hukum. Begitu tali ini dilepas, akan ngamuk. Kalau negara tanpa hukum, tanpa UUD 1945, bisa ngamuk," ujar Syekh Laksana.

Dan benar saja, ketika Hasto yang telapak tangannya dipegang Syekh Laksana diminta melepas tali dan menepuk ujung rangkaian lisung itu, lisung langsung mengamuk dan keempat santri berputar-putar.

Santri yang tak kuat lalu terlempar. Mereka digantikan santri lainnya yang juga terputar-putar tak jelas mengikuti putaran lisung yang 'mengamuk'.

Usai permainan itu, Hasto mengatakan bahwa pertunjukan kesenian itu menunjukkan bagaimana bernegara harus dengan tali hukum agar tidak terjadi kekacauan.

Sebelumnya, Hasto juga diajak bermain bola api, yakni sebuah kelapa tua yang sudah dikupas kulit luarnya sehingga tersisa batoknya dibawa masuk. 

Batok kelapa yang dilumuri oleh minyak tanah itu dibakar. Para pemainnya lalu menjadikan batok kelapa itu sebagai obyek tarian. Dipegang di tangan lalu diputar-putar seperti sedang menari, lalu dilempar ke pemain lainnya.

Hasto lalu meminta kesempatan untuk ikut melakukan permainan itu. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Tubagus Hasanuddin bermain kendangnya. 

Sementara Wasekjen Bamusi Nova Andika maju untuk bermain boles api bersama Hasto.

Batok kelapa membara itupun mereka mainkan. Nova tampak dengan bagus memainkan gerakan sambil memegang bola api itu. Lalu dilemparnya ke Hasto yang menangkap dan memainkannya. 

Syekh Laksana dan para santrinya menonton pertunjukan itu dengan teriakan dan applause riang gembira.

Baca Juga: PDIP Klaim Jabar 'Kandang' Jokowi, Sandiaga Bilang...

Permainan berikutnya adalah gendam. Kali ini, pusatnya adalah Syekh Laksana sendiri. tujuh orang santri pesilat diminta berdiri sejajar. 

Lalu menggunakan tenaga dalamnya, Syekh Laksana, sambil berlari, menepuk kening para pesilat yang langsung roboh ke tanah. 

Setelah itu, Syekh menempatkan kuda-kudanya, lalu menhentak-hentakkan kakinya ke tanah. Para santri yang tadinya pingsan langsung terbangun dan bisa berdiri.

Hasto lalu diminta Syekh Laksana mengulangi apa yang barusan dilakukannya. Dia memegang tangan Hasto dan berbisik ke telinganya. 

Hasto melakukan apa yang sebelumnya dilakukan Syekh Laksana. Dan para santri pesilat kembali roboh ke tanah.  

Baca Juga: Mulutnya Rocky Gerung Memang Harus Disekolahin, Jawaban TKN Pedes Banget!!

Hasto didampingi Syekh Laksana lalu berdiri bersebelahan, menghentakkan kaki ke tanah dan para pesilat berdiri.

Sugguhan berbagai atraksi ini, membuat Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf ini mengenang peristiwa tahun 1957. 

Saat itu, Bung Karno melakukan diplomasi ke Eropa dan AS yang membawa sejumlah seniman dan pesilat.

"Kita jadi paham, bahwa dari silat ini, bagaimana watak dan kepribadian kita sebagai bangsa bisa terlihat. Tak heran dulu Bung Karno mewajibkan sekolah agar mengganti olahraga kasti yang peninggalan Jepang, dengan silat ini," ujar Hasto

Karena silat bukan sekedar olahraga fisik, namun juga ada olah batin, dimana kita harus menyerahkan diri kepada Sang Pencipta, kata Hasto. 

Baca Juga

Tag: Hasto Kristiyanto, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), politik, Pemilu

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.592 11.426 658
2 Agriculture 1338.501 -6.170 20
3 Mining 1597.382 -11.011 48
4 Basic Industry and Chemicals 890.797 2.829 74
5 Miscellanous Industry 1143.334 -2.361 50
6 Consumer Goods 2176.766 2.655 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.293 2.836 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.767 -5.181 75
9 Finance 1245.416 7.684 90
10 Trade & Service 801.521 -0.469 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 785 980 195 24.84
2 YPAS 420 500 80 19.05
3 PURE 535 625 90 16.82
4 POOL 1,735 2,000 265 15.27
5 BBLD 434 496 62 14.29
6 CCSI 282 318 36 12.77
7 CMNP 1,930 2,130 200 10.36
8 DEAL 1,635 1,790 155 9.48
9 FILM 238 260 22 9.24
10 IMAS 1,455 1,580 125 8.59
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 1,495 1,125 -370 -24.75
2 SSTM 530 402 -128 -24.15
3 PBSA 360 306 -54 -15.00
4 FREN 180 159 -21 -11.67
5 BLUE 545 490 -55 -10.09
6 KONI 720 655 -65 -9.03
7 IRRA 560 510 -50 -8.93
8 MREI 4,550 4,190 -360 -7.91
9 HRME 1,080 995 -85 -7.87
10 TIRA 250 232 -18 -7.20
No Code Prev Close Change %
1 FREN 180 159 -21 -11.67
2 ESTI 98 100 2 2.04
3 TCPI 6,400 6,175 -225 -3.52
4 MAMI 216 220 4 1.85
5 PURE 535 625 90 16.82
6 BHIT 72 74 2 2.78
7 KPIG 138 139 1 0.72
8 INKP 7,000 6,975 -25 -0.36
9 MNCN 1,310 1,320 10 0.76
10 IPTV 515 510 -5 -0.97