Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:26 WIB. Rusunawa - Kementerian PUPR targetkan pembangunan Rusunawa Pasar Rumput selesai tahun ini.
  • 16:25 WIB. BNI - BNI sudah menyalurkan KUR Rp18,8 miliar lewat program perhutanan sosial.
  • 16:25 WIB. PTPP - PTPP tengah membidik sejumlah paket tender dengan skema kerja sama pemerintah dengan KPBU pada 2019.
  • 16:20 WIB. ADHI - Adhi Karya menanti pembayaran dari KAI untuk proyek LRT Jabodebek.
  • 16:15 WIB. Pertamina - Pertamina menargetkan seluruh SPBU menerapkan digitalisasi paling lambat pada Juni 2019.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.

Perspektif Humas: Apakah Peran Media Masih Dibutuhkan di Era 4.0?

Foto Berita Perspektif Humas: Apakah Peran Media Masih Dibutuhkan di Era 4.0?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Frankfurt, Juni 1963. Presiden Amerika Serikat John F Kennedy (JFK) dalam pidatonya berkata, "change is the law of life. And those who look only to the past or present are certain to miss the future."

JFK sudah menerawang jauh ke depan mengantisipasi cepatnya perubahan. Era Industri 4.0 dan transformasi digital telah mengubah tataran bisnis. Kita telah merasakan inovasi digital, teknologi baru, perubahan budaya, dan bisnis model yang saling berkompetisi. Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Uber, Airbnb, Netflix, Amazon mengubah industri secara digital. Selebihnya adalah kisah sejarah sukses bisnis!

Era 4.0 pun mengubah dunia media dan kehumasan. Jika dulu media menjadi pilar keempat demokrasi, kini, media sosial mengubah arus informasi menjadi satu pilar lain dalam kebebasan berpendapat.

Secara esensi, di era 4.0, kita semua bisa menjadi "jurnalis". Melempar isu via akun media sosial, berharap ada yang like dan share sehingga menjadi viral di antara netizen.

Buktinya, ada 6.000 tweet per detik yang ditulis orang. YouTube mencatat ada satu miliar video views per harinya. Ada empat juta foto per jam yang diunggah di Instagram. Facebook menyebutkan setidaknya ada tiga miliar likes & comment yang mereka dapatkan setiap harinya dan 15 juta foto yang di-upload per jam. Arus informasi mengalir sangat deras. Sekarang, publik adalah media! Dan kita adalah jurnalis.

Riset Visa bertajuk Consumer Payment Attitudes Study menyebutkan, orang Indonesia menghabiskan 6,4 jam sehari di smartphone atau 25%-an dalam keseharian mereka. Sekitar tiga jam hanya untuk urusan media sosial. Bisa diartikan, masyarakat kita  lebih sibuk dengan akun media sosial ketimbang menaruh perhatian pada media mainstream yang menawarkan trust dan kredibilitas.

Tidak salah jika saat ini sebagaimana Richard Edelman, CEO Edelman, menjelaskan bahwa every organization is a media organization! Era digital membuat semua bisa memiliki media sendiri, termasuk perusahaan. Cukup membuat website, mempekerjakan 3-4 orang, membuat konten, dan mempublikasikannya. Bahkan, search engines dan social network bisa menjangkau audiens secara langsung. Sesuai target readers-nya.

Namun, kondisi ini sontak berubah ketika humas harus berurusan dengan media konvensional. Prinsip humas seperti Jean-Louis Gassée, Founder BeOS mengatakan bahwa: "advertising is saying you’re good. PR is getting someone else to say you’re good" adalah mantra! Artinya, humas perlu media yang kredibel untuk memberikan ulasan positif tentang organisasi dan brand mereka.

Sementara data Dewan Pers menunjukkan ada 47.000 media di Indonesia saat ini.  Itu adalah jumlah media terbanyak di dunia! Humas harus memilah dan memilih. Tentunya, tidak semua media memiliki profil pembaca yang sesuai dengan target perusahaan.

Pertanyannya, apakah peran media masih dibutuhkan di Era 4.0? Jawabannya tentu saja. Humas tetap membutuhkan trust dan kredibilitas media. Sekalipun di era digital mampu membuat konten sendiri, humas tetap membutuhkan endorsement pihak ketiga, yaitu media. Dengan catatan, tentunya media yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Bukan media yang asyik menyebarkan fake news atau hoax.

Harus kita camkan, banyaknya klik, views, dan endorsement dari influencers bukan berarti berita kita dipercayai (trust). Sama saja dengan viralnya kampanye marketing di media sosial yang tidak otomatis berdampak pada revenue. Begitu pula dengan dunia humas. Tidak ada gunanya membanjiri jutaan konten, mendapatkan jutaan klik, tapi tidak bisa mengubah imej dan persepsi publik terhadap reputasi perusahaan.

Artinya, humas masih butuh peran kredibel media. Ketika sebuah media yang dipercaya mau melakukan follow-up dari konten positif yang Anda tulis dan publish di media yang bersangkutan, maka trust pun diraih.

Meskipun transformasi digital telah mengubah dunia dan membuka kesempatan siapa saja menjadi media, bukan berarti love-hate relationship praktisi humas dan media berakhir. Kedua industri ini harus beradaptasi! Hubungan profesional humas dan media di era 4.0 haruslah berbasis mutual respect dan common goals. Artinya, mereka harus saling melengkapi, bersinergi, dan berkolaborasi.

Perspektif saya, tidaklah tepat jika banyak pihak yang berspekulasi bisnis media telah memasuki masa senja. Sebab, humas dan masyarakat Indonesia tetap membutuhkan peran strategis media yang menjunjung tinggi dua hal yaitu trust dan integritas.  Selama ini bisa dipertahankan dan dijaga, niscaya peran media sebagai pilar keempat demokrasi tidak akan tergantikan oleh siapa pun.

Selamat Hari Pers Nasional bagi seluruh media di Indonesia!

Tag: Hari Pers Nasional (HPN), Industri 4.0, Humas 4.0, Agung Laksamana

Penulis: Agung Laksamana, Ketua Umum BPP Perhumas Indonesia

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Perhumas

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31