Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Pilpres -  Amien Rais: Demokrasi tanpa oposisi adalah bodong.
  • 23:22 WIB. Milan - Huawei Technologies akan investasi di Italia senilai US$3,1 miliar, tapi menuntut kebijakan yang fair.
  • 23:04 WIB. Menag - Jokowi  menetapkan Menag sebagai Amirul Hajj   ibadah haji 1440 H/2019 M.
  • 22:37 WIB. Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan beri sanksi PNS yang masih pakai LPG 3 kg.
  • 20:03 WIB. Kota kreatif - Bekraf ingin mendirikan Bekraf Creative District (BCD) untuk meningkatkan bisnis kreatif.
  • 19:04 WIB. Global bond - PLN menerbitkan global bond US$ 1,4 miliar.

Hanya Karena Menteri Jokowi, Luhut Tega ke Prabowo?

Hanya Karena Menteri Jokowi, Luhut Tega ke Prabowo? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut pernyataan capres Prabowo Subianto soal kebocoran anggaran negara sebesar Rp500 Triliun per tahun adalah bohong.

Juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, mengatakan Prabowo dan Luhut sebenarnya berteman baik sejak masih menjadi prajurit TNI. Pernyataan Luhut tersebut dilontarkan hanya karena menjadi menteri Presiden Jokowi.

"Pak Luhut ini sebetulnya hubungannya baik dengan Pak Prabowo. Sejak di tentara hubungannya baik. Pak Luhut tahu Pak Prabowo orangnya cerdas, pinter, baik. Cuma ini kan soal politik. Hari ini Pak Luhut kan di Pak Jokowi, tapi begitu 17 April 2019 begitu menang Pak Prabowo, Pak Luhut beda lagi," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga: Luhut Sebut Prabowo Bohong, Timses: Luhut Baru Bangun Tidur

Ia menjelaskan, soal  kebocoran anggaran yang dimaksud Prabowo. Jumlah sebesar itu, berasal dari kekayaan negara yang selama ini mengendap di luar negeri.

"Pak Prabowo sering menyampaikan bahwa kekayaan negara kita itu mengalir ke luar. Karena memang selama ini yang dipahami oleh Pak Prabowo bahwa banyak sekali SDA kita yang dikelola, dieksploitasi, eksplorasi oleh pengusaha, konglomerat tapi hasilnya tidak ditanam, diinvestasikan di Indonesia. Justru diinvestasikan dan ditanam di luar negeri, termasuk di Singapura yang banyak," terangnya.

Padahal, kata Riza, capres nomor urut 02 itu menginginkan agar hasil kekayaan dari SDA di dalam negeri kembali ke Indonesia. Bukan malah mengendap dan diinvestasikan di luar negeri.

Selain itu, kebocoran anggaran dari sisi APBN yang dimaksud Prabowo adalah adanya penggelembungan atau mark up proyek-proyek pembangunan infrastruktur. Misalnya proyek LRT di Jakarta dan Palembang, kereta cepat, hingga jalan tol.

"Itu juga disampaikan oleh Pak Jusuf Kalla (JK) juga. Pak JK kan bilang kalau pembangunan infrastruktur harus efisien. Apalagi sekarang ada masalah biaya operasional lebih malah dari hasil yang didapatkan, itu kan jadi beban pemerintah," katanya.

"Harusnya pemerintah itu kalau bangun jalan tol jangan pakai APBN. Kalau bangun jalan tol itu kan hanya dinikmati oleh segelintir orang, harusnya pakai dana swasta, atau pihak ketiga. Kan kalau pakai APBN jadi bengkak. APBN harusnya dipakai kesehatan, biar nggak kayak sekarang BPJS nunggak karena APBN banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur," sambungnya.

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan, Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pemilu

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,743.60 3,706.17
British Pound GBP 1.00 17,637.05 17,459.79
China Yuan CNY 1.00 2,044.35 2,023.97
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,040.00 13,900.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,871.52 9,771.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,793.70 1,775.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.02 10,237.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,821.68 15,658.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.17
Yen Jepang JPY 100.00 12,992.78 12,859.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6418.234 44.889 652
2 Agriculture 1366.222 -11.897 21
3 Mining 1629.732 -4.036 49
4 Basic Industry and Chemicals 807.835 9.666 72
5 Miscellanous Industry 1305.363 -4.209 49
6 Consumer Goods 2347.279 8.182 53
7 Cons., Property & Real Estate 499.532 4.688 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.428 20.008 74
9 Finance 1332.144 11.443 91
10 Trade & Service 818.752 2.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 500 625 125 25.00
2 ARKA 550 685 135 24.55
3 ASBI 310 386 76 24.52
4 AKSI 266 320 54 20.30
5 KJEN 1,415 1,585 170 12.01
6 IBFN 212 232 20 9.43
7 ABBA 160 174 14 8.75
8 MBTO 126 137 11 8.73
9 POLL 1,200 1,300 100 8.33
10 BPII 7,050 7,600 550 7.80
No Code Prev Close Change %
1 INCF 125 82 -43 -34.40
2 POSA 570 428 -142 -24.91
3 TFCO 690 540 -150 -21.74
4 BIPP 85 70 -15 -17.65
5 FIRE 3,370 2,890 -480 -14.24
6 HDFA 169 150 -19 -11.24
7 YULE 200 180 -20 -10.00
8 GSMF 110 99 -11 -10.00
9 TRIM 159 145 -14 -8.81
10 LPLI 139 127 -12 -8.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 230 242 12 5.22
3 MNCN 1,405 1,450 45 3.20
4 POSA 570 428 -142 -24.91
5 ANTM 845 880 35 4.14
6 ABBA 160 174 14 8.75
7 BBRI 4,510 4,530 20 0.44
8 WSKT 2,040 2,150 110 5.39
9 INCF 125 82 -43 -34.40
10 MAMI 95 94 -1 -1.05