Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:57 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,20% di awal sesi I.
  • 08:43 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 0,05% pada level 2.992
  • 08:37 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,19% pada level 26.553
  • 08:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,82 US$/barel
  • 08:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,89 US$/barel
  • 08:33 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.484 US$/troy ounce
  • 08:33 WIB. Valas - Dollar menguat 0,25% terhadap Yuan pada level 7,0997 Yuan/US$
  • 08:31 WIB. Valas - Rupiah dibuka melemah 0,17% terhadap Dollar pada level Rp 14.190 per US$
  • 08:29 WIB. Valas - Dollar melemah 0,19% terhadap Yen pada level 108,65 Yen/US$
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar menguat 0,32% terhadap Poundsterling pada level 1,2746 US$/Pound
  • 08:26 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1029 US$/Euro
  • 08:22 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,31% pada level 3.125
  • 07:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 1,73% pada level 22.590
  • 07:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,91% pada level 2.086
  • 07:29 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 1,00% pada level 2.995

Perlukah Pers Menjilat Kekuasaan?

Perlukah Pers Menjilat Kekuasaan? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon mengaku ironis terkait pemberian penghargaan Medali Kemerdekaan Pers kepada Presiden Joko Widodo di Hari Pers Nasional (HPN), Sabtu (9/2). Ia mengatakan tugas pers bukan untuk menyanjung pemerintah.

"Di tengah banyaknya persoalan yang membelit pilar demokrasi lainnya, kita berharap agar pers tak kehilangan fungsi sebagai alat kontrol kekuasaan. Tugas pers memang bukanlah menyanjung-nyanjung pemerintah, tapi mengawasi mereka," katanya  dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Lanjutnya, ia berharap pers di Indonesia bisa mengingat kembali khittah-nya sebagai pilar keempat demokrasi.

Baca Juga: Bagir Manan: Pers Berat Sebelah Wajar, Asal...

Baca Juga: "Fadli Zon yang Buat Puisi Murahan, Kok Tuduh Pihak Lain Menggoreng"

Sambungnya, ia mengatakan penghargaan yang diberikan kepada Jokowi dapat merugikan penguasa lantaran maraknya fenomena blackout, seperti berita Reuni Alumni 212. 

"Selain itu masih hangat pemberian remisi terhadap otak pembunuhan wartawan Radar Bali yang membuat banyak orang marah. Penghargaan kepada Pak Jokowi itu memang pantas dikritik," jelasnya.

Fadli pun mempertanyakan pemberian penghargaan tersebut. "Perlukah pers menjilat pada kekuasaan yang seharusnya mereka kontrol dan awasi?" katanya.

Ia menegaskan bahwa institusi pers bukan hanya mewakili para pekerja pers atau pemilik industri media. Namun, mewakili suara dan kepentingan publik.

"Pers adalah penyambung lidah publik. Itu sebabnya dalam kajian demokrasi atau ilmu politik, pers selalu mendapatkan atribut yang istimewa. Pers jangan terkooptasi oleh kepentingan pemilik modal," katanya.

Ia mengakui hal tersebut yang telah membuat kepercayaan publik kepada media-media mainstream kemudian cenderung melemah dan sumber informasi jadi beralih ke media sosial. 

"Hari ini, ancaman terbesar terhadap kemerdekaan pers mungkin tak berasal dari penguasa, melainkan dari sikap partisan insan pers itu sendiri," katanya.

Katanya, apalagi ketika pemilik media menjadi penentu arah redaksi pemberitaan. 

"Sehingga kita tak mendapat liputan berimbang (cover both sides). Jika ini terjadi, tentu saja merupakan sebuah kerugian bagi perkembangan pers dan demokrasi kita," katanya. 

Baca Juga

Tag: Fadli Zon, Hari Pers Nasional (HPN), Joko Widodo (Jokowi), Pemilu

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 17,916.85 17,735.76
China Yuan CNY 1.00 2,010.37 1,989.52
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,633.43 9,536.17
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.32 1,793.18
Dolar Singapura SGD 1.00 10,382.63 10,274.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,670.14 15,512.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.63 3,359.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,119.18 12,987.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48