Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:28 WIB. Huawei - Huawei daftarkan OS Hongmeng ke seluruh dunia, siap saingi Android.
  • 11:10 WIB. Medsos - Rudiantara minta medsos wajibkan pendaftar pakai nomor ponsel.
  • 10:54 WIB. Microsoft - Pembaruan Windows 10 bikin koneksi bluetooth bermasalah.
  • 09:44 WIB. Xiaomi - Xiaomi siapkan ponsel berkamera flip mirip Zenfone 6.
  • 09:19 WIB. Tokopedia - Tokopedia belum mau ekspansi ke luar negeri, pilih tiru Alibaba dan Amazon. 
  • 08:58 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,11% ke level 6.346,01 di awal sesi I.
  • 08:53 WIB. Go-Food - Nilai transaksi mitra Go-Food naik 42% selama Hari Kuliner Nasional 2019.
  • 08:39 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai pasar China dalam tiga tahun.
  • 08:18 WIB. Google - Ikuti iPhone, Google buat iMessage ala Android.
  • 08:05 WIB. Hoaks - Rudiantara surati platform media sosial minta pakai AI untuk tangkal hoaks.
  • 07:49 WIB. Meero - Startup Meero dari Perancis masuk klub elit unicorn.
  • 07:04 WIB. Copa America Grup B - Kolombia 1 vs 0 Qatar
  • 06:59 WIB. Huawei - Toko online Microsoft kembali jual produk Huawei.
  • 06:22 WIB. Copa America Grup A - Brasil 0 vs 0 Venezuela
  • 23:54 WIB. Penerbangan - Lion Air on time performance (OTP) 83,99% pada periode lebaran.

Kapal Ternak Tekan Risiko Penyusutan Bobot Sapi Hingga 9%

Kapal Ternak Tekan Risiko Penyusutan Bobot Sapi Hingga 9% - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengklaim bahwa sejak adanya trayek angkutan kapal khusus ternak dari program tol laut telah berdampak pada penurunan risiko penyusutan bobot sapi hingga menjadi 9%.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak) Kementan, Fini Murfiani mengatakan, sebelum ada kapal khusus ternak, banyak terjadi kasus penyusutan bobot sapi selama perjalanan laut.

Fini mengungkapkan, sebelumnya saat pengiriman sapi dari NTT ke Jakarta terjadi penyusutan bobot sapi, bahkan hingga 15-20%. Namun, setelah ada kapal khusus ternak, penyusutan maksimal hanya 9%.

"Itu sebabnya kenapa ternak terutama sapi harus diangkut dengan pelayaran khusus agar tidak stres," kata Fini dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kapal ternak merupakan salah satu instrumen untuk mengetahui suplai dalam negeri dari daerah produsen ke wilayah konsumen.

"Pengaruh positifnya, terutama sebagai salah satu komponen mendukung ketersediaan pangan protein hewani," ujarnya.

Baca Juga: Petani Bantah Jadikan Benih Jagung Bantuan untuk Pakan Ternak

Baca Juga: Harga Pakan Ternak Belum Turun Walau Rupiah Mulai Menguat

Dia memaparkan, manfaat penggunaan kapal ternak, di antaranya kepastian jadwal pelayaran karena dapat diproyeksikan. Hal ini berperan sebagai sistem monitoring ketersediaan dan tata niaga, sehingga dapat dijadikan salah satu dasar dalam penentuan kebutuhan impor.

"Keberadaan kapal ternak menjadi bagian dari upaya animal welfare karena di kapal khusus itu, sapi-sapi bisa duduk, nyaman, tenang, dan kondisi itu sangat memengaruhi kualitas daging dan ototnya nanti tidak menjadi keras," ucap Fini.

Dengan begitu, lanjutnya, peternak sebagai produsen sapi bisa merasakan harga jual sapi yang layak dan konsumen di Jakarta pun bisa merasakan daging sapi yang berkualitas dan harga yang juga tidak terlalu tinggi.

Menurut Fini, keberadaan kapal ternak, yakni KM Camara Nusantara 1-6, juga dinilai bermanfaat karena pemerintah bisa mengetahui angka suplai sapi ternak dalam negeri.

"Kalau kita tahu data suplai dalam negeri, nanti kita juga akan tahu, berapa sih impor sapi yang dibutuhkan," imbuhnya.

Fini menyampaikan, pada 2018 loading factor 6 unit kapal ternak telah mencapai 88%, dengan jumlah ternak yang diangkut 30.803 ekor dari 78 pelayaran. Adapun konektivitas trayek angkutan ternak tahun ini ada enam rute, yakni KM Camara Nusantara 1 oleh PT Pelni (Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang), KM Camara Nusantara 2 oleh PT ASDP (Kupang-Wini-Atapupu-Tanjung Priok-Kupang), KM Camara Nusantara 3 oleh PT Pelni (Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Surabaya-Dumai-Cirebon-Kupang).

Selanjutnya KM Camara Nusantara 6 oleh PT Subsea (Bima-Badas-Parepare-Palu-Balikpapan/Samarinda-Bima), dan rute yang terakhir KM Camara Nusantara 5 oleh PT ASDP (Celukan Bawang-Tanjung Priok-Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda-Celukan Bawang).

Tag: Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Irwansyah Putra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6339.262 81.932 636
2 Agriculture 1407.708 18.720 21
3 Mining 1616.036 27.374 46
4 Basic Industry and Chemicals 759.365 19.786 71
5 Miscellanous Industry 1319.906 24.495 47
6 Consumer Goods 2463.827 18.712 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.971 8.540 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.863 24.917 74
9 Finance 1292.680 13.837 90
10 Trade & Service 804.545 2.212 159
No Code Prev Close Change %
1 SFAN 188 318 130 69.15
2 APLN 187 234 47 25.13
3 DUTI 4,750 5,825 1,075 22.63
4 WICO 510 615 105 20.59
5 ABMM 1,870 2,180 310 16.58
6 BRAM 10,725 12,500 1,775 16.55
7 NICK 236 274 38 16.10
8 PNSE 520 600 80 15.38
9 BOLA 370 422 52 14.05
10 ARMY 220 250 30 13.64
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,750 3,700 -1,050 -22.11
2 GLOB 320 258 -62 -19.38
3 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
4 MFMI 605 525 -80 -13.22
5 LRNA 161 141 -20 -12.42
6 BMAS 348 310 -38 -10.92
7 OKAS 168 150 -18 -10.71
8 FORU 100 90 -10 -10.00
9 MINA 1,235 1,115 -120 -9.72
10 RICY 184 167 -17 -9.24
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,130 1,125 -5 -0.44
2 INKP 7,325 8,175 850 11.60
3 APLN 187 234 47 25.13
4 TLKM 3,980 4,100 120 3.02
5 BBRI 4,260 4,290 30 0.70
6 PGAS 1,950 2,060 110 5.64
7 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
8 CENT 95 93 -2 -2.11
9 CCSI 246 232 -14 -5.69
10 BOLA 370 422 52 14.05