Sehatkan Jiwasraya, Kementerian BUMN Akan Bentuk Anak Usaha

Sehatkan Jiwasraya, Kementerian BUMN Akan Bentuk Anak Usaha Kredit Foto: Mochamad Ali Topan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara simultan telah menjalankan sejumlah inisiatif dalam upaya pemulihan gangguan likuiditas PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo mengatakan, saat ini Jiwasraya tengah dalam proses pembentukan anak usaha yang rencananya diberi nama Jiwasraya Putra.

Nantinya, anak usaha tersebut akan memaksimalkan manfaat sinergi BUMN dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel (Persero). Di mana keempat BUMN tersebut akan memberikan akses customer base dan distribution channel Jiwasraya selaku penyedia produk asuransi.

"(Sinergi) Bisnis asuransi jiwa. Jadi, keempat BUMN tersebut dapat eksklusivitas dari Jiwasraya sendiri. Jadi, kami welcome," kata Gatot kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Selain itu, dalam rangka mendukung akselerasi pengembangan bisnis perusahaan asuransi tertua di Indonesia tersebut, Kementerian BUMN telah menyiapkan upaya lain, yakni dengan memberikan Jiwasraya saham di PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), perusahaan sistem pembayaran gabungan BUMN yang awalnya dibentuk oleh Telkomsel. Finarya menawarkan platform LinkAja yang sebelumnya bernama T-Cash.

"Jiwasraya juga kami beri saham di Finarya yang LinkAja, supaya value-nya naik," ucap dia.

Baca Juga: Sehatkan Bumiputera Hingga Jiwasraya, OJK Dinilai Gagal Paham

Baca Juga: Jiwasraya Akan Terbitkan Obligasi Cari Pendanaan Baru

Kemudian, kata Gatot, Jiwasraya juga akan dilibatkan dalam Holding BUMN asuransi yang proses pembentukannya tengah dikebut dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Hal ini akan menjadi momentum yang baik bagi pemulihan Jiwasraya.

Sejauh ini, Jiwasraya juga telah menerapkan solusi jangka pendek kepada pemegang polis JS Saving Plan dengan menawarkan perpanjangan kontrak atau roll over.

"Ada yang tidak setuju, tapi yang lain setuju. Tingkat roll over-nya sekarang makin tinggi, sekitar 34%. Kami juga kan memberi tahu ke mereka (peserta asuransi) bahwa kami secara serius menyelesaikan masalah ini," tandas dia.

Investasi terbaik ialah investasi leher ke atas. Yuk, tingkatkan kemampuan dan keterampilan diri Anda dengan mengikuti kelas-kelas di WE Academy. Daftar di sini.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini