Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:04 WIB. US Brent - Brent future naik 1,1 persen menjadi US$62,01 per barel pada akhir pekan.
  • 16:04 WIB. US Crude - US crude naik 0,44 persen menjadi US$52,51 per barel pada akhir pekan.
  • 16:03 WIB. Emas - Emas spot turun 0.1% menjadi  $1,341.23 per ounce pada akhir pekan.
  • 16:02 WIB. Global Currencies - The dollar index naik 0.58%, sementara euro turun 0.61% to $1.1206 pada akhir pekan.
  • 16:02 WIB. Bursa Global - Nasdaq Composite turun 40.47 points, atau  0.52%, menjadi 7,796.66 pada akhir pekan.
  • 16:01 WIB. Bursa Global - S&P 500 turun 4.66 points, atau  0.16%, menjadi  2,886.98 pada akhir pekan.
  • 15:58 WIB. Las Vegas - Tyson Fury pukul Tom Schwarz TKO di ronde 2.
  • 15:22 WIB. Bratislava - Suzana Caputova disumpah sebagai presiden wanita pertama Slovakia.
  • 14:29 WIB. Paris - Para pengunjung ibadah di katedral Notre-Dame mengenakan helm pelindung pada hari pertama setelah restorasi.
  • 13:25 WIB. Hong Kong - Demo masih berlanjut dengan tuntutan Pemimpin Hong Kong mundur.
  • 12:52 WIB. Masela - Inpex Corporation dan SKK Migas tekan POD Masela.
  • 12:26 WIB. London - Inggris berencana kirim marinir ke  Teluk Persia.
  • 11:38 WIB. Teheran - Iran panggil Dubes Inggris terkait posisi Inggris pada serangan tanker.
  • 10:49 WIB. Sengketa Pilpres - Presiden PKS serukan agar aktif kawal sidang sengketa pilpres.
  • 10:02 WIB. Washington - Departmen Kehakiman AS minggu depan akan memutuskan merger T-Mobile USA dengan Sprint Corp.

Waduh! Dakwaan Ahmad Dhani Tak Jelas?

Waduh! Dakwaan Ahmad Dhani Tak Jelas? - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Ahmad Dhani, terdakwa ujaran kebencian dan pecemaran nama baik dengan menggunakan kata 'idiot', menjalani persidangan kedua dengan agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam sidang itu, kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian Megantara mengatakan, eksepsi diajukan karena ada sejumlah syarat formil persidangan yang dianggap tidak terpenuhi.

"Ada beberapa syarat formil yang kita anggap dakwaannya tidak jelas, (tidak) cermat atas dakwaan jaksa. Dari pasal yang kita anggap salah dari kemudian tidak ada penanggalan, karena ini eksepsi," ujarnya di Surabaya, Selasa (12/2/2019).

Baca Juga: "Ya Ampun! Sandiaga Manja Banget, Pake Ngadu ke Mamanya"

Ia menambahkan, pihaknya menyebut dakwaan terhadap kliennya itu tidak diurai secara lengkap bagaimana tindak pidana dilakukan oleh politisi Gerindra tersebut.

"Dalam dakwaan hanya (disebutkan) Ahmad Dhani membuat vlog video bukan tuduhan pidananya," katanya.

Baca Juga: Para Politisi, Jangan Dikit-Dikit Libatkan Ibu, Seperti Sandiaga?

Selain itu, lanjut Aldwin, pasal yang menjerat Dhani juga dianggap tidak sesuai dengan kejadian. "Kan tuduhan pidananya (UU ITE) pasal 27 ayat (3) (yang menjelaskan) mentransmisikan, mendistribusikan. Kapan itu mentransmisikan tidak ada dalam dakwaan, bagaimana dia melakukan mentransmisikan tidak ada dalam dakwaan," terangnya.

Aldwin juga menyoroti pihak pelapor kasus Ahmad Dhani yang mengatasnamakan Koalisi Bela NKRI. Pihaknya menilai, pelapor tidak memenuhi syarat formil sebagai perseorangan.

"Selanjutnya pelapor adalah Koalisi Bela NKRI, yang di mana ini adalah salah delik. Delik aduan yang di mana harus orang atau perseorangan, bukan badan hukum, bukan instansi, itu jelas, tapi tetap itu lanjut ke proses hukum, lanjut ke peradilan," katanya.

"Seharusnya tidak patut ini berlanjut ke persidangan," tambahnya.

Karena itu ia berharap, majelis hakim mengabulkan permohonan eksepsi itu dalam putusan sela.

"Oleh karena itu, poin-poin yang menyangkut kesalahan yang kita anggap fatal dalam dakwaan, kita eksepsi, artinya secara syarat formil yang tidak memenuhi sesuai dengan KUHAP liat eksepsi," terangnya.

Tag: Ahmad Dhani, Pengadilan

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,833.29 3,794.69
British Pound GBP 1.00 18,221.58 18,037.64
China Yuan CNY 1.00 2,085.38 2,064.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,376.00 14,232.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.44 9,818.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.30 1,817.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,514.92 10,408.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.57 16,049.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.79 3,412.95
Yen Jepang JPY 100.00 13,273.01 13,136.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6250.265 -22.817 634
2 Agriculture 1381.568 2.869 21
3 Mining 1615.278 -7.605 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.477 -6.774 71
5 Miscellanous Industry 1288.864 -12.078 46
6 Consumer Goods 2447.202 -13.399 52
7 Cons., Property & Real Estate 471.828 -7.072 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.323 -2.911 74
9 Finance 1268.081 -0.098 90
10 Trade & Service 809.462 0.526 157
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 83 112 29 34.94
2 LUCK 1,200 1,500 300 25.00
3 KPAL 210 262 52 24.76
4 GOLD 402 496 94 23.38
5 SDRA 710 850 140 19.72
6 MAYA 6,250 7,475 1,225 19.60
7 KONI 284 338 54 19.01
8 ABMM 1,695 1,950 255 15.04
9 SKBM 412 464 52 12.62
10 APLN 171 191 20 11.70
No Code Prev Close Change %
1 FITT 290 230 -60 -20.69
2 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
3 MKPI 16,500 13,500 -3,000 -18.18
4 HELI 202 167 -35 -17.33
5 MIDI 1,200 1,020 -180 -15.00
6 MEGA 5,950 5,100 -850 -14.29
7 DNAR 292 252 -40 -13.70
8 TALF 410 358 -52 -12.68
9 PYFA 193 170 -23 -11.92
10 RELI 216 191 -25 -11.57
No Code Prev Close Change %
1 SMBR 925 1,030 105 11.35
2 FITT 290 230 -60 -20.69
3 MNCN 1,235 1,300 65 5.26
4 JAYA 135 129 -6 -4.44
5 BTPS 2,950 3,080 130 4.41
6 BBRI 4,200 4,230 30 0.71
7 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
8 CPIN 4,950 4,700 -250 -5.05
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BDMN 4,720 4,510 -210 -4.45