Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. Brazil - Presiden Brazil sudah tanda tangani peraturan liberalisasi ekonomi dengan mengurangi birokrasi
  • 16:30 WIB. China - AIIB akan investasi US$1,09 M untuk 6 proyek di Asean
  • 15:13 WIB. Mobil Listrik - China miliki 245 pos untuk ganti baterai pada Agustus,  107 diantaranya di Beijing
  • 15:09 WIB. China - Mobil Maserati yang recall akan diperbaiki dengan gratis
  • 15:06 WIB. China - Jumlah pos pengisian energi baru bertambah 9 ribu pos pada Agustus
  • 14:58 WIB. China - Maserati tarik 711 mobil di China karena ada cacat pada lampu (headlight beams)

Ini Alasan 90 Persen Startup di Indonesia Gagal

Ini Alasan 90 Persen Startup di Indonesia Gagal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pengamat ekonomi digital yang juga CEO PT Duta Sukses Dunia, Yudi Candra, megungkapkan dari sekitar 1.500 hingga 1.700 perusahaan rintisa (startup) di Indonesia, yang sukses masih relatif kecil, sekitar 1 persennya saja, 99 persennya gagal.

"Mayoritas startup kita gagal dalam mengembangkan bisnisnya," ungkap Yudi saat berbincang dengan Wartawan di Jakarta, Selasa malam, (12/2/2019).

Baca Juga: Bangun Startup Bareng Teman Itu GGS "Gampang-Gampang Sulit"

Kegagalan itu, sambung Yudi karena kebanyakan start up di Indonesia tidak menghadirkan solusi yang benar-benar baru atau inovatif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ibaratnya, sudah ada ride hailing sebesar Gojek, lantas berbondong-bondong bikin platform yang sama Golek, Lojek, Tripy di Pontianak, Bloon di Bengkulu, dan M-Jek di Mataram. Itu namanya bunuh diri.

"Sifatnya masih ikut-ikutan. Kalau dengar ada yang berhasil, baru buat. Padahal jika ingin berhasil harus bisa membuat sesuatu yang baru dan original," sambungnya.

Menurutnya, startup harus menemukan produk yang inovatif dan modern kalau perlu sesuatu hal yang baru. Selain itu juga harus menemukan product-market fit terutama yang usaha rintisan yang benar-benar baru, agar tidak kehabisan modal.

"Ketika pendanaan adalah barang langka, sementara kamu butuh terus berjalan dan menekan burn rate-ongkos operasional per bulan sementara perusahaan masih merugi. Disitulah pentingnya kreatifitas dan inovasi," ujarnya.

Baca Juga: Rudiantara: Startup Media Massa Masih Minim

Adapun bicara investor, menurut Yudi lagi, jangan pernah berpikir bahwa setelah buka usaha startup lalu mencari investor. Tapi seorang pengusaha startup harus punya mindset pengembangan, jika sudah berhasil pasti investor datang dengan sendirinya.

"Pengusaha selalu berkutat pada minimnya modal, kalau bukan pinjaman di bank, pengharapan adanya yang mau investasi. Yang harus jadi garis besar adalah seorang pengusaha bagaimana menjadikan produknya laku dan dikenal banyak publik. Bank maupun investor akan datang dengan sendirinya," katanya.

Namun, kenyataannya, saat ini startup berebut untuk mendapatkan investasi dan sumber dana publik, dan mereka membutuhkan metodologi untuk menghemat modal serta bertahan cukup lama untuk menghasilkan pendapatan dan laba.

"Yang penting bari para investor saat ini adalah mengarahkan nilai valuasi startup ke level unicorn (senilai US$1 miliar atau sekitar Rp13 trilun) melalui pertumbuhan yang cepat-biasanya lewat pengguna, pendapatan, engagement, tapi hampir tidak pernah terkait laba. Muaranya biasanya ke IPO, karena nilai valuasi miliknya paling sedikit akan menjadi sepuluh kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya," jelas dia.

Untuk mencapai hal tersebut, startup harus yakin sedang membangun sesuatu yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen.

Hal penting lainnya, cepat beradaptasi jika produk tidak direspon positif oleh masyarakat. Sebenernya memodifikasi satu produk relatif singkat, hanya butuh maksimal 3 hari selama produknya masih berkaitan dengan platform awal. Jika rencana awal gagal, mereka butuh proses yang masih memungkinkan untuk mengubah strategi secepat mungkin, ketika biaya melakukan perubahan masih kecil langkah ini dikenal dengan nama pivot.

Startup yang berhasil mengumpulkan pendanaan berjumlah besar biasanya mempunyai leader yang lebih berfokus terhadap perkembangan trend dan  teknologi , flexible dan beradaptasi serta mampu berkolaborasi lebih baik daripada perusahaan petahana yang mereka coba saingi. Jangan takut untuk melakukan konfigurasi ulang saluran distribusi, model penentuan harga dan rantai pasokan serta berinvestasi terhadap pengembangan sdm dengan coaching dan training. Jika ingin berhasil pada bisnis ini, tidak ada salahnya untuk mencoba, tandasnya" tandasnya.

Baca Juga: Startup Teknologi Sering Kehilangan Karyawan Karena Alasan Ini...

Tag: Startup, Digital Economy

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Yosi Winosa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.96 3,736.24
British Pound GBP 1.00 17,748.95 17,572.01
China Yuan CNY 1.00 2,001.27 1,981.48
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,155.00 14,015.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,608.41 9,511.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.08 1,789.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,276.61 10,169.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,648.35 15,492.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.74 3,348.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,113.77 12,980.46

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6231.473 -12.997 654
2 Agriculture 1373.405 5.845 21
3 Mining 1665.437 14.211 49
4 Basic Industry and Chemicals 880.940 -6.688 73
5 Miscellanous Industry 1168.551 -4.934 49
6 Consumer Goods 2224.357 -12.734 53
7 Cons., Property & Real Estate 500.602 -0.838 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1228.506 14.718 75
9 Finance 1256.024 -5.058 90
10 Trade & Service 796.555 -5.213 163
No Code Prev Close Change %
1 AHAP 56 75 19 33.93
2 KPAL 560 680 120 21.43
3 TIRA 244 286 42 17.21
4 SAPX 870 1,000 130 14.94
5 POLI 1,165 1,335 170 14.59
6 SMMA 10,000 11,000 1,000 10.00
7 POWR 1,010 1,100 90 8.91
8 HOTL 155 168 13 8.39
9 ABMM 1,805 1,950 145 8.03
10 SSTM 454 490 36 7.93
No Code Prev Close Change %
1 HOME 113 84 -29 -25.66
2 KRAH 1,500 1,135 -365 -24.33
3 VINS 136 103 -33 -24.26
4 OKAS 258 216 -42 -16.28
5 APEX 550 462 -88 -16.00
6 JKON 500 428 -72 -14.40
7 ALKA 488 420 -68 -13.93
8 FILM 480 416 -64 -13.33
9 TRIM 170 150 -20 -11.76
10 GGRP 945 855 -90 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,270 1,250 -20 -1.57
2 HOME 113 84 -29 -25.66
3 MAMI 140 147 7 5.00
4 FREN 163 166 3 1.84
5 YELO 176 176 0 0.00
6 BBRI 4,220 4,160 -60 -1.42
7 IPTV 530 520 -10 -1.89
8 TLKM 4,210 4,290 80 1.90
9 KPAL 560 680 120 21.43
10 SWAT 118 120 2 1.69