Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:50 WIB. Ikan - Dinas Kelautan Sangihe minta nelayan jaga mutu ikan.
  • 18:49 WIB. Sagu - Pemerintah perlu dorong pengembangan mesin rekayasa pengolahan sagu.
  • 18:48 WIB. Ekspor - Bupati Rejang Lebong mengatakan daerah itu berencana ekspor sayuran ke Malaysia.
  • 18:47 WIB. Ekspor - BPS: ekspor Sumbar sepanjang 2018 capai US$1,5 miliar.
  • 18:47 WIB. Energi - RUU energi terbarukan upaya atasi kekosongan regulasi.
  • 18:46 WIB. Ekspor - Jokowi lepas kontainer ekspor kopi ke-250.000 dari Tangerang.
  • 18:45 WIB. Industri - Pemprov Jabar arahkan industri ke wilayah timur.
  • 18:44 WIB. Debat - Debat Capres belum perlihatkan strategi jitu hadapi impor.
  • 18:44 WIB. Industri - Qatar Petroleum tanda tangani kesepakatan awal tingkatkan industri energi lokal.
  • 18:42 WIB. Perikanan - DPR: optimalisasi budi daya perikanan beri nilai tambah.
  • 18:41 WIB. Impor - Jokowi: impor beras sangat diperlukan.
  • 18:41 WIB. Otomotif - Industri kaca dalam negeri pasok 90% produk otomotif.
  • 18:39 WIB. Rendang - Payakumbuh ekspor rendang ke Arab Saudi.
  • 18:39 WIB. Parepare - Pemprov Sulsel kucurkan Rp75 miliar bantu pembangunan Parepare.
  • 18:38 WIB. APDESI - APDESI inginkan pelestarian alam dikelola bersama Pemerintah Desa.

Kasihan Dolar AS: Habis Manis Sepah Dibuang

Foto Berita Kasihan Dolar AS: Habis Manis Sepah Dibuang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dua hari beruntun menjadi mata uang yang dielu-elukan investor, kini dolar AS justru banyak ditinggalkan oleh investor global. Mungkin seperti ini nasib dolar AS saat ini: habis manis sepah dibuang, kasihan, ya. 

Beberapa waktu lalu, saat damai dagang AS-China masih jauh panggang dari api, investor menggenggam dolar AS erat-erat sebagai aset safe haven. Hasilnya, dolar AS menjadi mata uang yang 'mengerikan' bagi mata uang lainnya, khususnya bagi rupiah.

Namun, setelah Trump menyatakan kesediaannya untuk memperpanjang batas waktu perundingan dagang dengan China, investor perlahan namun pasti mulai memberanikan diri mengoleksi aset-aset berisiko negara berkembang dan berpaling dari dolar AS.

Baca Juga: Nasib Rupiah: karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Alhasil, kini dolar AS justru merangsek ke jajaran mata uang terlemah di dunia. Hanya yen dan won yang masih berbaik hati melemah di hadapan dolar AS dengan terdepresiasi sebesar 0,11% dan 0,24%. 

Pada pembukaan pasar spot pagi tadi, dolar AS sudah melemah 0,28% ke level Rp14.025. Meskipun sempat menipis menjadi 0,25%, hingga pukul 10.15 WIB, dolar AS masih terdepresiasi 0,28% ke level Rp14.030. 

Bukan hanya rupiah, mata uang Asia lainnya juga beramai-ramai menyerang dolar AS sehingga membuat dolar AS takluk tak berdaya. Dolar AS takluk 0,19% terhadap dolar Kanada dan yuan, 0,07% terhadap dolar Singapura, 0,13% terhadap baht, serta takluk 0,01% terhadap dolar Taiwan.

Di antara mata uang Asia lainnya, rupiahlah yang menekan dolar AS paling dalam. Pasalnya, kini rupiah telah berbalik menjadi mata uang terkuat di Asia.

Rupiah unggul 0,14% terhadap yuan, 0,28% terhadap dolar Hongkong, 0,42% terhadap yen, 0,48% terhadap won, 0,23% terhadap dolar Singapura, 0,36% terhadap baht, dan 0,28% terhadap dolar Taiwan. 

Asal tahu saja, capaian tersebut terjadi lantaran rupiah tidak menyia-nyiakan momen datangnya angin segar dari AS-China. Mengutip dari Reuters, dikabarkan bahwa Trump berharap dapat bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping guna merampungkan kesepakatan dagang AS-China. 

Baca Juga: Menko Maritim: Ekonomi Kita Tak Berkiblat ke AS ataupun China

"Kalau kesepakatan sudah dekat, kita akan bisa selesaikan. Saya mungkin bisa menoleransi kesepakatan mundur sedikit meski saya lebih suka tidak seperti itu," imbuh Trump. 

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, antara AS-China telah melakukan gencatan perundingan dagang hingga 01/03/2019. Namun, akhirnya Trump sepakat untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut. 

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS), Nilai Tukar Rupiah

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,780.63 3,741.87
British Pound GBP 1.00 18,315.27 18,130.41
China Yuan CNY 1.00 2,095.36 2,074.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,177.00 14,035.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.64 10,040.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.54 1,788.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,463.50 10,352.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,046.95 15,884.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,479.02 3,440.79
Yen Jepang JPY 100.00 12,826.38 12,696.76

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6497.815 108.730 627
2 Agriculture 1603.040 10.690 21
3 Mining 1866.565 32.272 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.209 10.651 71
5 Miscellanous Industry 1368.528 38.950 46
6 Consumer Goods 2658.479 53.843 51
7 Cons., Property & Real Estate 452.148 1.591 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.982 29.177 71
9 Finance 1235.748 18.977 91
10 Trade & Service 820.986 9.595 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,625 2,020 395 24.31
2 KONI 398 486 88 22.11
3 PUDP 338 406 68 20.12
4 KOIN 268 318 50 18.66
5 TRUS 300 340 40 13.33
6 RDTX 6,075 6,875 800 13.17
7 FREN 264 298 34 12.88
8 PSDN 220 246 26 11.82
9 YULE 196 218 22 11.22
10 SKBM 414 460 46 11.11
No Code Prev Close Change %
1 INCF 380 306 -74 -19.47
2 PANI 135 109 -26 -19.26
3 LMAS 69 58 -11 -15.94
4 ARTA 1,100 935 -165 -15.00
5 ALKA 408 350 -58 -14.22
6 LPLI 147 129 -18 -12.24
7 RODA 430 380 -50 -11.63
8 HDTX 125 111 -14 -11.20
9 ETWA 89 81 -8 -8.99
10 JMAS 900 820 -80 -8.89
No Code Prev Close Change %
1 FREN 264 298 34 12.88
2 EXCL 2,340 2,530 190 8.12
3 TLKM 3,790 3,900 110 2.90
4 TINS 1,425 1,520 95 6.67
5 JPFA 2,700 2,500 -200 -7.41
6 ANTM 950 995 45 4.74
7 MEDC 950 1,020 70 7.37
8 BMTR 420 434 14 3.33
9 WSKT 1,765 1,750 -15 -0.85
10 ASII 7,600 7,875 275 3.62