Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:44 WIB. Monaco GP - Hamilton start di posisi pole.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen

Usai Stock Split, Harga Saham MARK Makin Kuat

Usai Stock Split, Harga Saham MARK Makin Kuat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mulai memperdagangkan saham dengan nominal baru baru pada Senin (11/02/2019) lalu. Pemberlakukan nominal saham baru tersebut berkaitan dengan pelaksanaan corporate action pemecahan nominal saham (stock split).

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh, menyatakan bahwa stock split yang dilakukan dengan rasio 1:5 sehingga nominal saham yang awalnya Rp100 per saham dipecah menjadi Rp20 per saham. Dengan demikian, jumlah saham MARK yang beredar saat ini juga meningkat dari 760.000.062 saham menjadi 3.800.000.310 saham.

“Kami sangat menghargai minat investor terhadap saham MARK dan untuk memperluas jumlah investor dan likuiditas perdagangan, mulai 11/02/2019 telah dimulai perdagangan dengan nominal baru Rp20 per saham,” imbuh Ridwan dalam rilis di Jakarta, Rabu (13/02/2019).

Asal tahu saja, baru dua hari pemberlakuan nominal saham baru, harga dan volume perdagangan saham MARK telah menunjukkan peningkatan yang positif.

Pada perdagangan hari pertama sudah ada peningkatan harga 1,42% dari harga Rp422 per saham menjadi Rp428 per saham dengan volume perdagangan sebesar 1,34 juta saham. Hal yang lebih baik ditunjukkan ketika perdagangan hari kedua, di mana ada peningkatan sebesar 17,99% pada harga saham yang awalnya Rp428 per saham menjadi Rp505 per saham.

“Penguatan harga saham MARK yang diperdagangkan setelah stock split lebih dipengaruhi oleh permintaan atau demand yang terus meningkat pada harga setelah stock split karena secara umum harga saham yang terlalu tinggi mengurangi kemampuan investor dalam membeli saham,” sambung Ridwan.

Baca Juga: Dukung Likuiditas, MARK Lakukan Stock Split 1:5

Meskipun begitu, diakuinya bahwa penguatan harga tersebut juga dipengaruhi oleh faktor fundamental MARK. Adapun pada periode triwulan III tahun 2018 MARK mencatat ada peningkatan laba bersih sebesar 82,88%. Hal itu diklaim sebagai wujud peningkatan laba perusahaan yang sejalan dengan peningkatan volume produksi.

“Pada triwulan III 2018 produksi cetakan sarung tangan sudah mencapai 4,78 juta unit, melebihi pencapaian produksi tahun 2017, yaitu sebesar 3,72 unit. Diperkirakan sampai akhir tahun 2018 produksi MARK mencapai 6,4 juta unit,” jelasnya.

Baca Juga: Pecah Nilai Nominal Saham, MARK Kantongi Restu Pemegang Saham

Sebagai informasi, produsen cetakan sarung tangan kesehatan ini tengah mengejar penyelesaian pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Desa Sepuluh A, Tanjung Morawa. Saat ini, setidaknya produk MARK telah menguasai 95% kebutuhan ekspor cetakan sarung tangan kesehatan hingga akhir tahun 2018 serta menguasai 30% pangsa pasar dunia.

Tag: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), Stock Split

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62